May 7, 2014

Kebenaran Itu Adalah Al Qur'an dan Sabda Nabi saw

Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir" (QS Al Kahfi 29)

Bukti kebenaran yang mengagumkan yang ada disini hanyalah sebagian kecil dari keajaiban kitab suci Al Qur’an. Masih banyak kebenaran lainnya yang tidak mungkin kami cantumkan disini. Demikian pula masih banyak hal yang belum bisa dibaca oleh ilmu pengetahuan. Hal ini tidak berarti bahwa sesuatu yang belum bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan adalah salah, namun ilmu itu sendiri yang belum sampai kepada penjelasan yang rasional.

Ada banyak berita yang diceritakan dalam Al Qur’an seperti alam kubur, kiamat, surga, neraka dan lain-lain dimana hal ini belum bisa dicapai oleh kecerdasan otak manusia, namun pasti terjadi. Mempercayai hal ini adalah rasional. Yakni mempercayai sesuatu yang belum bisa dijelaskan oleh akal dikarenakan sudah didahului oleh bukti-bukti sebelumnya secara beruntun dan meyakinkan. Inilah maksud dari percaya dengan iman.

Setelah menyadari melalui beberapa contoh keajaiban al-Quran secara ilmiah yang telah diketahui berhubungan dengan komentar yang objektif dari para ilmuwan, mari kita tanyakan pada diri kita sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut. Dapatkah hal ini menjadi sebuah kejadian yang kebetulan bahwa akhir-akhir ini penemuan informasi secara ilmiah dari lapangan yang berbeda yang tersebutkan di dalam al-Quran yang telah turun pada 14 abad yang lalu? Dapatkah Al Quran ini ditulis atau dikarang oleh Nabi saw?. Apakah layak kalau menganggap Nabi Muhammad saw adalah seorang pendusta?

Bukti-bukti kebenaran sudah dibuka dengan sangat jelas dan gamblang. Akal secara jujur mengakui bahwa inilah kebenaran yang sesungguhnya yang datang dari Sang Pencipta. Maka pada kesempatan yang baik ini marilah antara hati kami dan hati anda mengakui dengan jujur sejujur-jujurnya akan kebenaran tersebut diatas.

Sekali lagi inilah iman. Yakni mempercayai atau meyakini sebuah fakta yang tidak mungkin ditolak oleh akal kemudian tetap meyakini hal-hal lainnya walaupun saat ini belum bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Keyakinan dengan iman sesuai dengan tempatnya. Menempatkan akal sesuai dengan tempatnya.

Kebenaran itu adalah Al Qur'an dan Sabda Nabi Muhammad saw, maka ikutilah agar kita mendapatkan rahmat.

Presented by Unbeliefeable Faith. Rahasia Meraih Keyakinan Tanpa Batas. Klik disini untuk penjelasan detail.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment