May 26, 2014

Kalimat Pembuka dalam Kata Sambutan Yang Greget

kalau kita menghadiri sebuah acara keagamaan misalnya maka ada kata sambutan dari beberapa orang atau tokoh. Nah dari pembuka dalam kata sambutan tersebut biasanya standar saja. Maka kali ini saya ingin mencoba berbagi tips tentang menyusun pembuka dalam kata sambutan yang lebih greget. Anggap saja acaranya adalah peringatan Isra' Mi'raj Nabi Besar Muhammad saw

Untuk pembukaan anda bisa menggunakan cara yang sudah biasa anda terapkan misalnya... Assalamualaikum wrwb

Alhamdulillahirobbil 'aalamiin, washolatu, wasallaamu......... dst, atau

Innal hamda lillah, nahmaduhu............ dst, atau

Alhamdulillah, alhamdulillaahi hadaana lihaada..... dst

Kemudian mulailah dengan puji syukur kepada Allah swt, dan sholawat serta salam kepada Nabi Muhammad saw. Namun ini sudah biasa. Sebenarnya kalimat pembuka ini sudah ada dipembukaan dengan bahasa arab diatas jadi bisa dihilangkan saja, langsung dengan kata sambutan penghormatan.. Misalnya,

Almukharom para alim ulama, para ustadz dan para kyai, khususon guru kita almukharom kyai Abdul Aziz,  yang kami hormati dan kami muliakan.

Al mukharom para tokoh masyarakat shohibul wilayah khususon kepada bapak ketua RT dan pengurusnya, dan juga bapak ketua RW dan staff, yang kami hormati dan kami muliakan.

Tentunya juga shohibul akikah dan shohibul hajat yakni Bapak Raheem dan keluarga serta Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu majelis RT. 11 yang kami hormati dan kami banggakan

Bapak, Ibu, Hadirin yang berbahagia.

Bapak Ibu pernah mendengar peristiwa Isra' Mi'raj? 

"Mustahil....!!! Tidak masuk akal....!!!, Majnun" (dengan agak keras). Inilah kata-kata yang diucapkan oleh orang-orang kafir quraisy terutama Abu Jahal dan Abu lahab ketika mendengar dari baginda Rosulullah saw yang menceritakan tentang peristiwa Isra' Mi'raj. Yakni perjalanan hanya satu malam saja dari Masjidil Haram atau Mekah sampai ke Masjidil Aqsa atau Palestina kemudian lanjut kepada perjalanan lintas dimensi sampai ke sidrotul muntaha. Mana mungkin perjalanan Isra' dengan jarak PP sekitar 3.000 Km hanya ditempuh dalam waktu semalam? Padahal kalau dilakukan dengan kendaraan tercepat saat itu yakni kuda bisa memakan waktu berbulan-bulan.

"Mustahil...!!! Majnun...!!" Kata Abu Lahab dan Abu Jahal. Namun sebagai mukmin kita meyakini sejarah peristiwa Isra' dan Mi'raj yang membawa perintah sholat 5 kali sehari adalah kebenaran sejati dari Allah swt. Untuk itulah pada malam hari ini kita memperingati sebuah peristiwa bersejarah ini yang Insya Allah secara lebih terperinci akan disampaikan tausiyahnya oleh Guru Kita Kyai Abdul Aziz.

Bapak Ibu hadirin yang kami hormati dan kami muliakan...

Pas pada malam hari ini adalah malam tanggal 27 Rajab atau tanggal 26 Mei 2014 kita ummat Islam memperingati hari bersejarah tersebut, bersamaan dengan acara shohibul hajat yakni Bapak........, semoga acara pada malam hari ini bisa memberikan tambahan ilmu dan iman kepada kita semua. Tentunya semoga majelis ilmu yang kita laksanakan pada malam hari ini bisa berjalan dengan baik dan lancar. Allahumma... Amin 

Demikian satu dua patah kata sambutan yang bisa kami haturkan, kurang lebihnya mohon maaf. Kalau ada sumur diladang, bolehlah kita menumpang mandi, kalau ada umur yang panjang boleh kita berjumpa lagi.

Billaahi taufik wal hidayah. Wassalamualaikum wrwb


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment