May 16, 2014

Isa, Esau dan Yesus Kristus

Kelahiran Yesus atau Nabi Isa as dicatat di dalam Alkitab Kristen terutama dalam dua Injil kanonik, Matius dan Lukas. Kedua Injil tersebut menulis bahwa Yesus lahir di Betlehem, di Yudea, oleh seorang perawan, yaitu Maria. Betlehem yang berarti rumah daging atau rumah roti yang berlokasi di Palestina tepi barat yang terkenal dengan budaya dan pariwisata.
http://hjkarpetmasjid.blogspot.com/

Artinya asal kelahiran Yesus atau Isa as adalah tanah Palestina yang tidak berhubungan dengan Romawi yang lazim dengan nama berakhiran "us". Kelahiran Yesus atau Isa as sampai saat ini masih menyisakan pro dan kontra. Sebagian besar mengatakan dia lahir di Betlehem Palestina sebagian lagi lahir di Nazareth sebuah kota kuno di utara Israel. Namun sejarah yang lazim Yesus dilahirkan di Betlehem Palestina dan dibesarkan di Nazareth Israel

Berdasarkan sejarah nama asli Yesus adalah Esau. Nama ini banyak diberikan kepada nama bayi laki-laki didaerah Palestina dan Isarel yang berbahasa Ibrani Hebrew. Salah satunya adalah nama anak tertua dari Ishak juga bernama Esau. Esau artinya berbulu atau dalam bahasa inggris "hairy". Jadi kalau ada yang memaksakan Esau dengan Essa (ahad) itu artinya tidak nyambung kemana-mana. Adapun maksud dan tujuan memaksakan Esau menjadi Essa adalah membenarkan bahwa Yesus adalah tuhan. Padahal Esau berasal dari bahasa Ibrani sementara Esa berasal dari bahasa Indonesia atau yang di Indonesiakan.

Nama bayi Yesus (Isa as) adalah Esau. Hal ini diperkuat oleh seorang mantan biarawati Hj Irene Handono bahwa nama asli Yesus ketika lahir adalah Esau. Esau adalah bahasa Ibrani yang dialeg arabnya adalah Isa. Disaat orang Romawi melafadzkan Esau terasa tidak lazim dan tidak nyaman. Sehingga nama Esau diganti dengan akhiran "us" sebagaimana nama-nama orang Romawi. Esau berubah menjadi Yoshua kemudian Yeheshua. Pada akhirnya supaya lebih singkat menjadi Yesus.

Adapun nama-nama romawi yang umum seperti Barnabas, Bartolomeus, Claudius, Darius, Fransiskus, Lorensius, Markus, Filipus dll dll. Sehingga untuk melazimkannya Esau dirubah menjadi Yesus

Yesus dalam tradisi sejarah umat Islam sebenarnya Isa Al Masih putera Maryam. Sebutan ”Isa” (Bhs Arab) berasal dari bahasa Ibrani dari kata ”Esau”. Dalam bahasa Latin nama itu menjadi “Yesus”. Munculnya nama Yesus terjadi pada peristiwa pengadilan Isa Al-Masih oleh meraka yang hadir dengan menambahkan huruh “J” pada awal dan “S” pada akhir kata “Esau” sehingga menjadi Yesus. Nama Yesus baru populer pada abad ke 2. Populernya nama Yesus akhirnya menenggelamkan nama Esau dikalangann Kristen. Sedangkan Al-Quran dan umat Islam tetap mempertahankan nama Esau (Isa dalam dialeg Arab).

Sedangkan kata Masyiakh, Messiah, atau Mesyah berasal dari bahasa Arab dari kata Masaha. Dengan tiga huruf mati yang terkandungnya yaitu M-S-H, yang berarti mengusap. Dalam perkembangan selanjutnya orang Yunani mengubah sebutan Messiah bagi Isa menjadi Kristos yang berarti yang disiram dengan minyak (diurapi). Oleh orang eropa Yesus disebut Christus atau Kristus, yaitu sang penyelamat atau sang penebus dosa.


Sampai saat ini baik kelahiran maupun kematian Nabi Isa as (Esau) tetap menjadi bahan bantahan manusia dengan alasan dan tujuan masing-masing. Mereka mencari celah disana sini, memaksakan arti kata disana sini tanpa ilmu yang jelas. Sudah tentu sebagai muslim kita percaya dengan Al Qur'an yang akan selalu membuktikan kebenarannya.

”Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina. Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: Bagaimana kami berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan? Berkata Isa: Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku Nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) Zakat selama aku hidup, dan berbakti kepada ibuku, dan dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali. Itulah Isa putra maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya; Jadilah, maka jadilah ia. Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.” (QS Maryam 27-36).




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment