May 18, 2014

Dunia yang Fana, Ilusi, Fatamorgana

Teori materi absolut pernah di terima oleh masyarakat dunia selama beberapa dekade. Namun di mulai dari generasi Einstein pemahaman teori materi absolut mulai tergeser dan benar-benar tergeser seiring jaman. Fakta ilmiah mengatakan bahwa materi bukanlah wujud absolut tetapi lebih kepada tipuan otak. Semua wujud materi tidak lain hanyalah persepsi otak terhadap pancaran dunia luar.

Pada saat kita bermimpi otak akan menangkap sebuah pemandangan atau kejadian yang nyata adanya. Ruangan itu, orang itu, benda itu nampak nyata di dalam alam mimpi. Barangkali seseorang akan melanglang buana di dalam alam mimpi namun faktanya sama sekali tidak bergeser dari tempat tidurnya. Itulah tipuan otak yang sangat kuat. Pada saat sadarpun sebenarnya segala pemandangan, rasa, bentuk dan lain sebagainya hanyalah tipuan otak. Bukan mata, telinga, kulit dan indera lainnya yang mengalami sensasi inderawi tetapi otak. Sedangkan otak hanyalah benda yang bisa diraba, dan ia juga ilusi. Lalu siapa yang mendengar, melihat dan merasakan secara hakikat? Ternyata wujud ghaib yang menggunakan otak yang melihat dan mendengar serta merasakan adalah Ruh. Alam materi adalah segala sesuatu yang tampak dan dirasakan oleh Ruh, dan inilah wujud absolut yang nyata dan Materi adalah penampakan yang dilihat oleh Ruh.

Sebagian besar manusia diseluruh pelosok bumi ada kecenderungan yang teramat sangat untuk mengejar yang namanya realitas materi. Mereka menganggap bahwa realitas materi adalah aboslut padahal tidak demikian. Mereka berharap mendapatkan kesenangan dan kepuasan dalam menjalani hidup, maka tak heran hampir seluruh waktu dihabiskan untuk mengejar keduniaan. Mengejar ilusi dan kefanaan. Mereka mengejar ilusi sebagaimana melihat air di padang pasir saat kehausan. Sesuatu yang disangka air tersebut ternyata hanya fatamorgana dan tipuan yang nyata. Hal ini pernah disinggung oleh Albert Einstein seorang ilmuwan sekaligus filusuf barat, "Semua kenyataan yang terlihat sesungguhnya hanyalah ilusi, sebuah tipuan mata yang sangat kuat dan sulit dihapuskan".

Bagi orang-orang yang ingkar dan tidak mau mengakui keberadaan_Nya kemudian mengejar dunia dan kesenangannya ibarat mengejar bayangan air dipadang pasir dimana hal itu tidak akan pernah menghilangkan dahaganya. Disangkanya air namun hanyalah fatamorgana. Tak pernah terpuaskan. Bagaimana mungkin mendapatkan kepuasan padahal yang dikejar adalah bayangan ilusi saja?. Pada saat kematian kita baru sadar bahwa hidup di dunia ini juga hanyalah mimpi. Kematian pada hakikatnya hanyalah bangun dari mimpi.

“Dan orang-orang kafir, amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apa pun.” (QS an-Nuur:39).

Pertanyaannya adalah, apakah kita masih saja ngotot untuk mengejar fatamorgana dan melupakan Yang Maha Ada sehingga sampai masuk alam kubur?

Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kalian serta berbangga-banggaan dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang karenanya tumbuh tanam-tanaman yang membuat kagum para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lantas menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan- Nya. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al- Hadid: 20)

Itulah mengapa dari awal saya selalu berusaha untuk menancapkan sebuah pemahaman kepada Anda tentang tujuan hidup sejati. Jangan sampai tujuan itu berbelok dimana menjadikan dunia sebagai tujuan utama karena dunia hanya ujian yang sifatnya sementara. Jangan sampai gemerlap dunia yang hanya ilusi sanggup menipu Anda. Jadikan dunia sebagai jembatan untuk menuju tujuan yang sebenarnya. Jika konsep ini sudah berhasil anda tancapkan maka dunia akan mudah anda dapatkan dengan tidak meninggalkan tujuan sejati, yakni kehidupan yang sebenar-benarnya di sebuah alam dengan dimensi yang benar-benar berbeda. Alam keabadian.

add

http://produsenjaketseragam.blogspot.com/



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment