May 3, 2014

Cara Mengatasi Ketakutan dan Kekhawatiran Tentang Rezeki dan Masa Depan

Asswrwb. Maaf Mas Adhin. Tidak bermaksud riyak. Alhamdulillah sudah hampir 3 bulan saya rutinkan ... (amalan sukses= red). Tanpa saya sadari dan saya pahami pengembalian dari Allah ada. Mohon sarannya Mas, supaya saya tidak merasa was-was/ takut/ khawatir tentang rezeki Allah.. Salam (Disampaikan melalui SMS oleh seorang Dokter dan PNS, Rina 081318744xxx).

 

Jawab; Wass wrwb. Pertanyaan dan testimonial diatas sudah saya edit dengan tidak mengurangi makna. Alhamdulillah, luar biasa. Semoga semakin bertambah banyak dan semakin berkah pengembaliannya. Amin

Bagaimana mengatasi kekhawatiran atau ketakutan atas rezeki yang sudah dijamin Allah? Mari kita bermain logika sederhana.

Dhuha sudah, sedekah sudah, amalan sukses rutin. Apa tujuan dilaksanakan amalan tersebut. Yakni menambah keyakinan kita akan kemurahan Tuhan. Semakin tambah yakin maka semakin kecil perasaan takut dan was-was tersebut. Betul ya?

Ada seseorang yang hendak pergi ke negara antah berantah. Ia harus pergi ke negara itu, karena satu dan lain hal. Namun ia merasa takut tidak sampai. Lokasinya jauh, terpisah oleh gunung dan jurang. Kemudian ia memutuskan untuk menabung. Semakin lama semakin banyak tabungannya. Ia juga sudah membeli peta supaya tidak tersesat. Pada saat tertentu ia bertemu dengan seorang teman yang sudah pergi kesana. Awalnya ia takut dan was-was, kini ketakutannya jauh berkurang.

Cerita fiktif diatas adalah analogi. Untuk mengurangi kekhawatiran maka lakukan persiapan. Sedikit demi sedikit sampai terkumpul bekal yang cukup. Setelah cukup maka keyakinan akan sampai kepada tujuan akan meningkat dua kali lipat.

Bagaimana supaya semakin tambah yakin? Tambahkan pula sedekahnya, amalannya, tahajudnya dan amalan rezeki lainnya. Semakin lama semakin yakin maka semakin lama semakin hilang kekhawatiran tersebut. Yakin kepada siapa? Yakin kepada Allah swt yang akan menuntun jalan menuju ke tujuan. Siapa lagi yang lebih Kuasa dari pada Tuhan Seluruh Alam? Tidak ada.

Apakah pasti mulus jalannya? Apakah pasti lancar rezekinya? Kalau mulus tentu tidak. Justru ketika kita sudah berdoa maka akan ada kepantasan. Jangan kaget kalau kedepan malah uang habis, hutang banyak dll. Karena kita sudah yakin kepada Allah maka ketika ada masalah mintalah petunjuk kepada_Nya. Sering-sering lihat ke langit, maksudnya seringlah untuk komunikasi dengan_Nya. Selalu online. Selalu tersambung kepada_Nya.

Kita sudah berdoa, maka kemudian akan tumbuh tunas-tunas keimanan. Sekecil apapun keimanan pasti ada ujian. Maksud ujian itu adalah untuk membuktikan apakah iman kita bener apa hanya pura-pura. Semakin tinggi keimanan maka semakin besar pula ujiannya. Nabi Ibrahim as bapaknya para Nabi dan Rosul tingkat keimanannya tidak perlu ditanya lagi. Maka ujian keimanan beliau juga luar biasa besar. Diperintahkan oleh Allah swt untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail as. Kebayang nggak?

Kalau mau uang 1000, maka ujiannya senilai dengan uang tersebut. Kalau mau semilyard maka ujiannya juga disesuaikan. Hidup didunia ini hanya sekali, maka niatkanlah dengan baik kemudian mintalah yang besar. Bagaimana nanti kalau ujiannya besar? Iya pasti besar. Tetapi dijamin masih sanggup memikulnya. Tidak mungkin tidak. Kalau masih sanggup memikul kenapa harus meminta yang biasa-biasa saja cenderung kecil? Bukankah sandaran kita Yang Maha Besar?. Beginilah keyakinan dan prinsip yang harus kita pegang.

Apakah rezeki pasti lancar? Iya Insya Allah akan cukup. Ujung-ujungnya akan seperti itu, asalkan lulus ujian. Tak masalah nilainya jelek, kalau lulus ujian pasti naik kelas. Lebih baik kalau lulus dan nilainya juga bagus.

Saya banyak mempunyai kenalan seorang dokter, dan tidak ada satupun yang miskin. Peluang terbuka luas didepan mata. Rata-rata mereka mempunyai praktek sendiri di rumahnya.
http://magis7.com/?id=bisnis

Ketakutan/ kekhawatiran/ was-was tentang masa depan semua orang termasuk saya sendiri merasakannya. Bedanya ada yang gagah menghadapi ketakutan tersebut, ada yang tidak demikian. Terakhir saya bekerja sebagai Manager di sebuah perusahaan Distribusi, dengan gaji besar dan inventaris mobil. Kemudian saya memutuskan untuk resign. Apakah saya tidak takut/ khawatir? Sebagai manusia biasa saya merasakan ketakutan dan kekhawatiran tersebut. Tetapi apapun itu, akan saya hadapi dengan keyakinan Allah swt bersama kita.

Orang besar, kaya, hebat dll dihasilkan dari berbagai ujian dan masalah. Dan anda adalah orang yang tangguh ketika ujian kepantasan itu datang. Saya yakin. Bagaimana denganmu? 

Presented by: Rahasia Kunci Sukses. Rahasia Membangkitkan Keyakinan Tiada Batas. Mau menjadi murid? Klik disini



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment