Apr 16, 2014

Untuk Sukses Wajib Berjuang dan Menanggung Resiko

Kalau kita berbicara mengenai cobaan dalam hidup ini maka tidak kaya maupun miskin sama saja. Semua ada cobaannya masing-masing. Cuma terkadang kita kadung menyangka bahwa kemiskinan itu adalah cobaan yang berat, padahal kalau kita melihat dengan kaca mata berat atau tidak tergantung sudut pandang masing-masing.



Tetapi memang hidup ini tidak mudah. Perlu perjuangan yang luar biasa jikalau kita menginginkan menjadi pemenang. Orang yang berjuang keras saja perlu waktu untuk sukses apalagi yang perjuangannya hanya setengah-setengah. Parahnya lagi mereka yang tidak berusaha maksimal namun mengharapkan kemuliaan, ini namanya ngimpi atau berkhayal.

Faktanya banyak yang terlalu sering berkhayal dan menginginkan hidup sukses, namun jika disuruh berjuang sebagaimana mental seorang prajurit mereka enggan.
http://abtreni.com/?id=adhinbusro

Saya pernah mendengar sebuah pembicaraan kurang lebih begini

"Saya tidak tahu harus bagaimana lagi. Hidup saya kok susah untuk berubah menjadi cukup, yang ada selalu saja kekurangan" Kata Budi sopir taksi

"Kamunya merasa nggak kalau menjadi sopir taksi bisa cukup?" Jawab Zul

"Enggak sih, tetapi harus bekerja apa lagi? Kebentur umur" Kata Budi

"Ya sudah, terima saja Bud, kecuali kamu mau mengambil resiko. Keluar dari pekerjaanmu sekarang dan carilah pekerjaan lain yang lebih menjanjikan" Kata Zul

"Mustahil Zul, aku sudah cukup tua, tidak mungkin bisa lagi mencari pekerjaan lain"Jawab Budi

"Ya sudah kalau begitu nggak usah berharap hidup lebih baik" Kata Zul

Begitulah, ada saja alasan bagi orang-orang yang tidak berani menanggung resiko. Maunya aman-aman saja, namun memiliki penghasilan yang cukup. Namanya hidup mulia dan sukses pasti harus ada harga yang musti dibayar. Tidak bisa tidak...

Kalau pekerjaan anda tidak mencukupi kebutuhan hidup, ya solusinya keluar dari pekerjaan tersebut. Kemudian berpikir lebih keras lagi untuk mencari bidang yang lain. Pekerjaan yang mempunyai potensi besar untuk sukses menjadi pengusaha. Namun itu tadi, harus siap berjuang keras dan menanggung resiko yang berat.

Mungkin keluarga kita susah makan, mungkin status sosial sementara terjun bebas, mungkin akan mempunyai banyak hutang di bank, mungkin saja bisa gagal dan resiko lainnya. Pertanyaannya sederhana saja, berani nggak menanggung resiko?

Kalau berani maka hadapilah proses transformasi hidup tersebut, dan berharaplah semoga bisa tahan banting dalam menghadapi ujian. Kalau tidak berani menanggung resiko, janganlah mengeluh. Sama saja mengeluh atau tidak, hidup tidak akan berubah. Bagaimana mau berubah, sedangkan dirimu sendiri tidak dirubah.

Kalau kita kekurangan namun tidak mau beranjak dari tempat duduk kita dan berharap harta karun turun dari langit itu namanya ngimpi. Kalau hanya berdoa dengan kalimat doa, ataupun sholat dengan deraian air mata namun tidak diiringi usaha maka hasilnya tetap sia-sia. Bukankah Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum jikalau kaum itu tidak mau merubah apa-apa yang ada di diri mereka sendiri?

Saran saya.. Hidup hanya sekali. Maka hadapilah segala resiko hidup tersebut dengan mengambil segala konsekwensi bagi kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan dan kesuksesan. Niatkan semuanya dengan baik dan benar. Jalani proses yang melelahkan tersebut dengan berusaha mengucap sukur.

Pada prosesnya hampir pasti ada jatuh bangun, ada kegagalan, ada kristalisasi keringat, ada sedikit luka, ada berbagai halangan dan rintangan yang menghadang. Disitulah kita diuji keyakinan kita kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Inilah ujian iman...

Presented by Magis7



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment