Apr 27, 2014

Ternyata Agama Isaac Newton Adalah Islam

Tahukah anda apa agama Ilmuwan besar dari Inggris yang bernama Isaac Newton? Sebelum membahas tentang hal ini marilah sejenak kita telusuri fakta sejarah dari beliau yang saya ambil saripatinya dari referensi Wikipedia. Sir Isaac Newton FRS (lahir di Woolsthorpe-by-Colsterworth, Lincolnshire, 4 Januari 1643 – meninggal 31 Maret 1727 pada umur 84 tahun; KJ: 25 Desember 1642 – 20 Maret 1727) adalah seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, alkimiawan, dan teolog yang berasal dari Inggris. Ia merupakan pengikut aliran heliosentris dan ilmuwan yang sangat berpengaruh sepanjang sejarah, bahkan dikatakan sebagai bapak ilmu fisika klasik.

 

Berdasarkan beberapa naskah yang ia kirim tantang bantahan terhadap dogma trinitas, mengindikasikan dengan jelas bahwa Newton bukanlah beragama kristen. Namun sayang naskah bantahan tadi tidak pernah diterbitkan.

Pada dasawarsa 1690-an, Newton menulis sejumlah risalah keagamaan yang membahas penafsiran harfiah Alkitab. Kepercayaan Henry More tentang Alam Semesta dan penolakan dualisme Cartesian mungkin telah mempengaruhi gagasan-gagasan keagamaan Newton. Naskah yang dia kirim ke John Locke yang berisi bantahan terhadap eksistensi Trinitas tidak pernah diterbitkan. Karya-karya akhirnya, The Chronology of Ancient Kingdoms Amended (1728) dan Observations Upon the Prophecies of Daniel and the Apocalypse of St. John (1733) diterbitkan setelah kematiannya. Dia juga mencurahkan waktu cukup banyak untuk studi alkimia.

Yang jelas agama Newton berdasarkan penilaian kebanyakan sarjana/ cendekiawan yang didasarkan kepada sebuah Risalah Teologi Newton adalah agama tauhid. Agama monotesime yang menolak paham trinitas yakni Tuhan dalam tiga pribadi.

T.C. Pfizenmaier berargumen bahwa Newton berpegang kepada pandangan Ortodoks Timur tentang trinitas, bukannya pandangan Barat yang dipegang oleh Katolik Roma, Anglikan dan kebanyakan Kristen Protestan.Namun pandangan seperti ini "telah kehilangan pendukung akhir-akhir ini dengan ketersediaan risalah teologi Newton", dan saat ini kebanyakan sarjana mengidentifikasi Newton sebagai monoteis antitrinitarian

Memang Newton dengan begitu baik telah berhasil menyimpan kepercayaan/ agamanya. Namun sebenarnya ada kunci yang jelas tentang keyakinan kepada satu Tuhan dan menolak menyembah Kristus.

"Di mata Newton, menyembah Kristus sebagai Tuhan sama dengan penyembahan berhala, yang di matanya merupakan dosa mendasar". Sejarawan Stephen Snobelen menyebutkan, "Isaac Newton adalah pembelot, Tetapi ... dia tidak pernah menyatakan kepercayaan pribadinya secara terbuka—yang akan dianggap oleh kaum ortodoks sebagai radikal ekstrem. Dia menyembunyikan kepercayaannya begitu baiknya sehingga para sarjana masih menguraikan seluk-beluk kepercayaan pribadinya."

Newton menolak tradisi sakramen kristen pada saat menjelang kematiannya. Snobelen menyimpulkan Newton paling tidak adalah simpatisan Socinianisme (punah sebagai kelompok tersendiri dan modern).Di masa yang terkenal tidak toleran beragama, hanya sedikit ekspresi publik pandangan radikal Newton, terutama penolakannya untuk menerima pentahbisan dan, di ranjang kematiannya, menerima sakramen yang ditawarkan kepadanya.

Meskipun hukum gerakan dan hukum gravitasi universalnya menjadi penemuan yang paling terkenal dari Newton, dia memperingatkan terhadap penggunaannya untuk memandang alam semesta hanya sebagai mesin, seperti jam besar. Dia mengatakan, "Gravitasi menerangkan gerakan planet-planet, namun tidak dapat menerangkan siapa yang menggerakkannya pertama kali. Tuhan mengatur semua hal dan mengetahui apa saja yang ada atau dapat dilakukan."

Beserta dengan kemasyhurannya di dunia ilmiah, studi Newton tentang Alkitab dan Bapa Gereja awal juga patut dicatat. Newton menulis karya-karya kritik tekstual, yang paling terkenal adalah An Historical Account of Two Notable Corruptions of Scripture. Dia menempatkan penyaliban Yesus Kristus pada tanggal 3 April 33 M, yang cocok dengan salah satu tanggal yang diterima secara tradisional. Dia juga berusaha tanpa hasil menemukan pesan-pesan tersembunyi di dalam Alkitab.

Newton percaya terhadap dunia yang imanen (subjektif) secara rasional, tetapi dia menolak hilozoisme (benda memiliki jiwa) yang tersirat dalam pemikiran Leibniz dan Baruch Spinoza. Alam yang teratur dan dimaklumkan secara dinamis dapat dipahami, dan mestinya dipahami, dengan akal aktif. Dalam surat-menyuratnya, Newton mengklaim bahwa dalam menulis Principia "Saya memandang prinsip-prinsip tersebut sebagai karya besar dengan mempertimbangkan manusia untuk kepercayaan terhadap Tuhan". Dia melihat tanda-tanda rancangan dalam sistem alam semesta: "keseragaman yang mengagumkan pada sistem planet haruslah membolehkan efek dari pilihan." Tetapi Newton bersikeras bahwa campur tangan ilahi akhirnya akan diperlukan untuk memulihkan sistem, karena pertumbuhan lambat-laun ketidakstabilan. Karena ini, Leibniz mengejeknya: "Tuhan yang Mahakuasa ingin memutar lagi arlojinya dari waktu ke waktu: kalau tidak arloji itu akan berhenti bergerak. Dia tampaknya tidak memiliki pandangan jauh ke depan untuk membuatnya dapat bergerak selamanya.

Filsafat mekanis Newton dan Robert Boyle diangkat oleh para pendebat rasionalis sebagai alternatif layak terhadap panteisme (Tuhan adalah alam semesta itu sendiri beserta segala hukum-hukumnya) dan antusiasme, dan diterima dengan ragu-ragu oleh para pengkhotbah ortodoks dan pemberontak seperti para latitudinarian. Kejelasan dan kesederhanaan sains dilihat sebagai cara untuk memerangi superlatif emosional dan metafisis dari antusiasme tahyul dan ancaman ateisme, dan pada saat bersamaan, gelombang kedua para deis Inggris menggunakan penemuan Newton untuk menunjukkan kemungkinan adanya "agama alamiah".

Serangan terhadap "pemikiran magis" pra-Pencerahan dan unsur-unsur mistisisme Kristen diberikan dasarnya dengan gambaran mekanis Boyle tentang alam semesta. Newton melengkapi gagasan Boyle melalui pembuktian matematika, dan mungkin yang lebih penting, sangat berhasil dalam mempopulerkannya. Newton membentuk ulang dunia yang diatur oleh Tuhan yang selalu campur tangan menjadi dunia yang diciptakan oleh Tuhan yang merancang sesuai asas-asas rasional dan universal. Asas-asas ini terbuka bagi semua orang untuk ditemukan, memungkinkan mereka untuk mengikuti tujuannya sendiri dengan bermanfaat di dalam hidup ini.

Newton melihat Tuhan sebagai pencipta utama yang keberadaannya tidak dapat disangkal di depan keagungan segala ciptaan. Juru bicaranya, Clarke, menolak teodisi Leibniz yang membersihkan Tuhan dari tanggungjawab untuk masalah kejahatan dengan membuat Tuhan tidak lagi campur tangan dengan ciptaannya, karena seperti yang ditegaskan Clarke, tuhan seperti itu hanyalah namanya saja menjadi raja, dan paham seperti itu hanya selangkah lagi menuju ateisme. Tetapi akibat teologis yang tidak disangka-sangka terhadap keberhasilan sistem Newton pada abad berikutnya adalah semakin kuatnya kedudukan deisme yang dianjurkan oleh Leibniz. Pemahaman dunia sekarang dibawa turun ke aras akal sederhana manusia, dan manusia, seperti argumen Odo Marquard, menjadi bertanggung jawab terhadap perbaikan dan pemberantasan kejahatan.
http://hjkarpetmasjid.blogspot.com/

Kesimpulannya Newton mempunyai keyakinan/ agama sbb
  • Percaya kepada tauhid atau satu Tuhan atau Monoteisme murni
  • Menyangkal Trinitas atau tiga tuhan dalam satu pribadi
  • Newton meyakini menyembah Kristus sama dengan menyembah berhala
  • Meyakini bahwa Tuhan Yang Satu, mengatur segala hal dan mengetahui yang ada dan dapat dilakukan (Maha Mengatur, Maha Mengetahui, Maha Kuasa)
  • Newton meyakini akan adanya agama fitrah/ alamiah
  • Meyakini bahwa tujuan hidup ini adalah untuk bermanfaat. (Khalifah fil ardh, dan rahmatan lil aalamin)
  • Newton meyakini Tuhan Yang Esa tadi, sebagai pencipta utama (tunggal)

Dengan melihat kesimpulan diatas jelas sekali Sir Isaac Newton bukanlah Kristen atau Yahudi. Tetapi dia percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa (tauhid murni), sebagai tempat/ pusat/ Pencipta utama segala sesuatu. Pencipta alam semesta dan segala hukum-hukumnya yang bisa direnungkan dan dipelajari tanda-tandanya dengan akal. Tuhan yang tidak mungkin dibagi-bagi (beranak atau diperanakkan), dan tidak ada sesuatupun yang bisa menjangkau_Nya. Dengan melihat semua bukti tersebut sudah jelas bahwa agama Newton adalah agama fitrah, yakni agama yang pada akhirnya memaksa manusia terpesona kepada Kecerdasan Tuhan yang diatas segala-galanya untuk kemudian merasa lemah, kecil dan bodoh. Mau tidak mau pada akhirnya kepasrahan dan ketundukan dibalut keterpesonaan atas Kebesaran_Nya menjadi agama dan keyakinan Newton. Semua orang tahu, inilah makna Islam. Inilah hakikat dari agama fitrah yakni kepasrahan dan ketundukan, yang dalam bahasa arab berarti "Islam". Benarkah? Wallahu A'lam.

Sebelum menutup artikel kali ini, sejenak renungkan firman Allah swt dalam surah Ali Imran ayat 190
 
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (QS Ali Imran ayat 190)

Presented by Unbeliefeable Faith. Formula Rahasia Meraih Keyakinan Hakiki



Artikel Terkait



14 comments:

  1. Iya sro semerdeka ente dah klaim agama org sembarangan. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. :) Makasih ya? Orang sangat bisa salah kok

      Delete
  2. weh...ngaco bgt artikelnya...ni namanya pembohongan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya maafin ya? cuman prediksi doang. makanya jgn dipercaya ya?

      Delete
  3. http://frontpn.blogspot.co.id/2012/10/muslim-mengira-isaac-newton-telah.html

    ReplyDelete
  4. Wkwk....jurus mekso bro! Kasian...saking minimnya org cerdas yg jadi moslem sampe2 nyomot nama ilmuwan dan diamini sbg moslem....hadeeh! Yo wes lah...aku ra popo...! Denger2 Hugh Hefner juga jd moslem tuh...^_^ Kaya lho dia...ngetop pula...cewenya segudang..ga bth 72 bidadari dia di surga...coz dunia sdh jd surganya :P

    ReplyDelete
  5. banyak Profesor barat pun bicara demikian bahwa ia beragama tauhid, silahkan untuk melengkapi lihat wawancara Jihad At Turbani pengarang 100 the great muslim dengan para sarjana barat mengenai agama newton

    ReplyDelete
  6. Wkwkwk...doraemon juga mualaf lho

    ReplyDelete
  7. hadeh bro

    isac neewton itu seorang deis
    bukan muslim bukan kristen

    baca lebih lanjut pemikiran nya tentang tuhan

    isac neewton menolak wahyu
    dan percaya hanya akal saja lah satu2nya jalan menuju tuhan

    (sumber : sejarah tuhan karangan karen armstrong(

    ReplyDelete
  8. Kalian terlalu sibuk mikirin Tuhannya para ilmuwan itu, pdhl para ilmuwan itu gak pernah mikirin Tuhan kalian.

    Mereka sibuk berkarya dan mencari bukti2 empiris ttg alam agar kelak bisa memudahkan hidup manusia.
    Bukan mengarang indah, haha...

    ReplyDelete