Apr 2, 2014

Merubah Paradigma Positif Thinking dan Goal Setting

Banyak buku-buku yang mengajarkan pengembangan diri dengan cara berpikir positif atau positif thinking. Banyak pula yang mengajarkan tentang bagaimana berperasaan positif atau positif feeling. Saya lebih cenderung setuju kepada penggalian potensi diri dengan mensetting positif feeling. Mengapa? Karena "DOA" itu pada dasarnya adalah melatih diri kita untuk merasakan sebuah "rasa" didalam meminta, bukan setting pikiran

“Sesungguhnya, mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) segala kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.” (Q.S. Al-Anbiya’:90)
 

Gambar: Positif thinking yang didominasi oleh kecerdasan otak didalam berpikir

Positif feeling pada hakikatnya adalah sebuah rasa yang harus dibuat dominan dalam hati. Mau tidak mau pikiran harus menerima apa yang dirasakan oleh kopatriotnya yakni perasaan. Hal ini dikarenakan ketika perasaannya bahagia maka proses berpikir menjadi lebih powerfull dan menyenangkan.

Artinya "perasaan" yang bersumber di hati (pada sebagian ahli), atau dijantung (pada ahli lainnya) adalah "Raja" yang akan mengambil keputusan bagi pikiran dan aktifitas tubuh lainnya. Dengan ini diharapkan hidup kita menjadi lebih tertata dan bahagia lahir (Raga) maupun bathin (pikiran dan perasaan)

Mengapa kita akan merasakan kebahagiaan ketika menjadikan hati lebih dominan? Karena disitulah terdapat "rasa" yang khusuk, rasa yang mau tidak mau harus melibatkan kekuatan yang jauh lebih tinggi yakni Tuhan seluruh alam. Jika hati bahagia, maka pikiran juga demikian. Inilah dua substansi perwakilan dari energi quantum yang akan menggerakkan tubuh bagi terjadinya sebuah nasib/ takdir.

Lihat analogi dibawah ini

A --> B --> C --> D

Jika D adalah nasib/ takdir yang kita inginkan maka untuk meraihnya harus mensetting A.B dan C secara berurutan.

A: Perasaan dalam hati
B: Pikiran positif
C: Kharakter
D: Nasib/ Takdir

A: Setting perasaan anda (bahagia). Perasaan tersebut akan menstimulasi B yakni pikiran agar bisa bekerja dengan jauh lebih powerfull ketika A sudah disetting dengan benar. Pada akhirnya C yakni kharakter bagi terjadinya sebuah nasib/ takdir akan terbentuk. Dan D adalah nasib/ takdir yang kita inginkan terjadi.

Jika selama ini anda menjadikan positif thinking menuju goal setting sebagai hal yang dominan maka saat inilah harus dirubah paradigma tersebut menjadi positif feeleng menuju goal praying (hati yang positif didalam mengejar doa)

 

Gambar: Positif feeling yang dibanjiri rasa bahagia dalam hati

Berdasarkan riset dan penelitian, kebanyakan manusia mengandalkan kecerdasan otak didalam meraih cita-cita. Positif thingking menuju goal setting. Walaupun kadangkala obsesi tersebut bisa didapatkan, tetap saja meninggalkan dahaga yang tiada pernah terpuaskan. Walaupun harta menumpuk umpamanya namun tetap saja hati tidak merasa bahagia. Walaupun gunung emas didapatkan, tetap saja jauh dari kata sukur dan damai

Maka itulah perlu pergeseran paradigma dari positif thinking dan goal setting menuju future atau masa depan yang lebih baik dengan mengandalkan kecerdasan otak menjadi positif feeling dan goal praying menuju future dengan mengandalkan kecerdasan hati sebagai manisfestasi dari kecerdasan Tuhan.

Jika sudah demikian yang terjadi adalah "power" yang jauh lebih powerfull dibanding dengan "force" yang dihasilkan oleh pikiran.

Maka mulai saat ini jadikan impian (future) anda adalah bagian dari goal praying yang mendamaikan dan membahagiakan. Ini bisa dimulai dengan men setting rasa sukur dan damai dalam hati. Apapun yang didapatkan didalam proses tetap sukur dan damai, karena memang Tuhan belum menghendaki pada saat itu. Tetapi yakinilah bahwa Dia akan mengabulkan doa pada saat yang tepat.

Nabi saw bersabda

Doa yang dipanjatkan seseorang di antara kalian akan dikabulkan selama dia tidak tergesa-gesa. Dirinya berkata, ‘Aku telah berdoa namun tidak juga terkabul.’

Terus bagaimana setting future yang membahagiakan dan mendamaikan? Nanti dibahas lagi..

Dipersembahkan oleh Magis7



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment