Apr 29, 2014

Menjadi Pribadi Sakti dengan Rasa Sejati

Sudah merupakan hal yang biasa ketika kita mendengar ada cobaan dan ujian hidup yang datang silih berganti. Setiap manusia pasti mengalami dengan kadar yang berbeda-beda. Berat atau ringan ujian tersebut tergantung kadar keyakinan si manusianya sendiri. Bagi yang lemah keyakinan tentunya merasa ujiannya paling berat, sementara bagi yang mempunyai keyakinan sempurna justru sebaliknya.

Bagi yang mempunyai keyakinan sempurna dalam sandaran yang benar justru datangnya ujian disambut dengan suka cita. Mengapa bisa demikian? Karena ia meyakini bahwa ujian adalah kepantasan untuk menjadi mahluk yang mulia. Tuhan mendatangkan ujian keimanan supaya kita menjadi hamba yang lulus kemudian naik kelas.

"Keyakinan menciptakan kenyataan". (William James)

“Ketika kita benar-benar yakin bahwa kita mampu mencapai suatu target, Tuhan akan mengalirkan kekuatanNya ke dalam darah kita. Sehingga kita akan berpikir, berbicara, dan bertindak layaknya kita sudah mencapainya” (Imam Munadhi)
 
Apa ujian hidup tersebut?
  • Kemiskinan/ kekurangan. Yakni merasa harta yang dipunyai kurang untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya. 
  • Hutang yang bertumpuk dimana ia kesulitan didalam melunasinya.
  • Jodoh yang tak kunjung datang sehingga meresahkan dirinya dalam kesendirian
  • Kegagalan/ kebangkrutan dimana ia sudah merasa berjuang sekuat tenaga namun kegagalan tersebut sepertinya tidak mau pergi dari kehidupan.
  • Kehilangan, baik harta benda, maupun kehilangan orang yang dicintainya
  • dll

Ujian diatas menyebabkan kita merasa sedih, stress, depresi dan putus asa. Rasa berat, lelah dan capek didalam menjalani hidup yang jauh dari kata bahagia. Ditambah hinaan dan penyepelean dari orang lain menambah masalah semakin terasa berat.

Sungguh lelah merasakan itu semua. Mudah sekali menulis artikel tentang kesulitan kemudian mencoba memberikan solusi, namun bagi yang merasakannya tidak semudah itu. Mengapa saya katakan demikian? Karena ujian-ujian diatas pernah saya alami selama bertahun-tahun. Kemiskinan, hutang, susah jodoh, kebangkrutan, kehilangan dll. Bayangkan saja puluhan tahun kami merasakan sesak dada yang menghimpit jiwa.
  • Pernah mengalami masa beberapa tahun dimana makan hanya sekali sehari. Atau kadangkala 2-3 kali sehari dengan nasi dan sebuah gorengan.
  • Pernah mengalami masa perekonomian suram, sehingga harus rela menjadi pengamen, pedagang asongan, kuli truk dll
  • Pernah mengalami kesedihan atas beban hidup yang luar biasa, sehingga seringkali menghabiskan malam dengan air mata
  • Pernah menjadi anak jalanan dengan berantem sebagai sebuah hal yang biasa. Ada sebuah masa dimana saya dipukuli habis-habisan dan nyaris dibabat dengan parang.
  • dan kisah pilu lainnya yang tidak mungkin kami ceritakan semua dengan detail

Intinya puluhan tahun kisah sedih nan pilu menusuk kalbu sudah menjadi makanan kami. Hidangan pahit nan getir yang mau tidak mau harus ditelan, suka atau tidak suka. Jelas dan nyata rasa getir itu menusuk kerongkongan. Namun mau tidak mau itulah yang kami rasakan selama bertahun-tahun. 

Namun Alhamdulillah sejak 2008 sedikit demi sedikit saya mulai mendapat pencerahan tentang arti hidup. Ujian yang rasanya sesak, coba saya redam dengan perasaan netral. Susah memang, bahkan sangat susah. Jangan dikira gampang merespon ujian dari sudut pandang positif. Apalagi pemahaman dan wawasan kita tentang hikmah hidup masih minim.


Seiring waktu kami mengembara, menggali, mencari dan belajar pencerahan demi pencerahan. Wejangan demi wejangan, nasehat demi nasehat. Sering pula kami merenung dan melakukan muhasabah diri, apakah ada yang salah dengan diri kami? Apakah ada yang perlu diperbaiki agar nasib/ takdir bisa berubah menjadi lebih baik?

Bertahun-tahun (3.5 tahun lebih) kami mencari arti jati diri. Seiring waktu berjalan sedikit demi sedikit nasib mulai membaik. Dengan membuktikan sendiri pengamalan dari hikmah yang didapatkan maka sedikit demi sedikit keyakinan itu mulai tumbuh. Sampai kemudian kami memperoleh karunia yang pada awalnya mustahil. Tidak mungkin. Tetapi keajaiban itu nyata adanya.
  • Yang awalnya kekurangan menjadi kecukupan (baca=kelimpahan)
  • Dahulunya raja hutang menjadi tidak terbebani dengan hutang (saat ini hanya cicilan rumah)
  • Pada awalnya penakut yang luar biasa menjadi percaya diri
  • Pada mulanya suka menyendiri kemudian pernah menjadi leader diperusahaan tempat bekerja (manager), dan saat ini menjabat sebagai ketua beberapa organisasi kemasyarakatan.
  • Yang awalnya susah jodoh alhamdulillah saat ini sudah mempunyai anak satu yang lucu

Dan keajaiban lainnya yang pada saat itu adalah mustahil. Edan... :). Maka mulai saat itulah kami mudah sekali untuk menyetel sebuah rasa sukur, ikhlas dan tawakal. Karena memahami bahwa dibalik kesulitan ada kemudahan demi kemudahan asalkan kita bisa untuk memahaminya sebagai syarat sebuah kepantasan menjadi mulia.

Mungkin anda sudah ratusan kali membaca artikel atau buku tentang ikhlas, tawakal, sukur, sabar dan lain sebagainya sebagai manisfestasi dari keyakinan. Namun saya yakin sekali anda belum sepenuhnya mengerti dan bisa mengecap rasa sejati tersebut. Rasa itu hanya bisa dirasakan cita rasanya ketika sudah pernah mengalami ujian yang bertubi-tubi. Rasa itu penuh sensasi. Rasa itu unik.

Maka kemudian sesuatu rasa yang aneh mulai muncul. Ia adalah rasa rindu kepada ujian yang pernah singgah didiri dan kehidupannya selama bertahun-tahun. Kalau orang lain lari dari masalah, yang ini malah menginginkan adanya masalah yang lebih berat. Rasa ini hanya timbul dari mereka yang sudah memahami hikmah dibalik masalah. Karena sekali lagi, didalam masalah ada kemuliaan. Ada ketangguhan, keunggulan dan kesuksesan sebagai manusia ciptaan Tuhan yang diminta untuk menjadi rahmat seluruh alam.

Saya yakin sebagian besar akan menggelengkan kepala pertanda tidak sepenuhnya setuju. Tetapi ini nyata adanya. Hukum yang pasti sebagai bagian dari sunnatullah. 1+1=2, ini adalah kepastian. Maka dibalik ujian ada kemudahan ini juga kepastian.

Inilah konsep menjadi pribadi sakti yang tahan goncangan angin ujian kehidupan. Inilah pribadi sakti yang siap menghadapi gelombang ombak yang menerjang sebagai satu-satunya cara menjadi mulia, sukses dan bahagia.

Dan keajaiban, keanehan, mukjizat, dan hal-hal mengagumkan lainnya pasti bisa anda rasakan. Anda bisa buktikan bahwa apa yang saya sampaikan bukanlah omong kosong belaka. Ujian yang sedang anda rasakan saat ini akan berubah menjadi kemuliaan (=kesuksesan dan kebahagiaan)

Bagaimana cara memahaminya? Bagaimana cara meraih rasa sejati? Bagaimana caranya bisa mengecap cita rasa tersebut? Anda bisa mendapatkan pembelajarannya disini.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment