Apr 21, 2014

Rahasia Kun Fayakun Bag 1

Apa makna dari "kun fayakun?". Saya yakin sobat sudah sering mendengarkan ayat terakhir dari surah Yasin ini, namun kurang memahami makna sebenarnya. Lalu apa maknanya? Saya sendiri tidak tahu... Kalau ada yang tahu, boleh dong saya dikasih bocorannya.. Hehehe..



Berikut salah satu ayatnya dalam surah Yasin ayat 82 yang saya ambil dari alqur'an indonesia

 


innamaa amruhu idzaa araada syay-an an yaquula lahu kun fayakuunu
 
Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia. (QS Yasin ayat 82)

Marilah dengan keterbatasan kita sebagai manusia untuk mencoba menggali hakikat "kun fayakun" ini, agar kemudian hati menjadi paham.

Dengan "kun" dunia ini boleh dijadikan sekedip mata. Tetapi Allah jadikan dalam masa enam hari...bertujuan memberi pengajaran kepada manusia...supaya belajar, berfikir, menganalisis, merancang dan melaksanakan...sebelum berlaku "fayakuun"

Jadi "kun" nya Allah berbeda dengan kata "jadilah" sebagaimana yang manusia ucapkan. Kun itu bahasa Sang Pencipta untuk menggambarkan Kekuasaan_Nya. Kun itu meliputi segala penciptaan baik yang nampak maupun yang tidak nampak, baik pada masa lalu maupun masa depan. Semua termasuk segala hal diluar atau didalam sunnatullah atau hukum alam. Penciptaan Adam dan Isa as yang ajaib, termasuk penciptaan kita-kita ini yang sesuai dengan hukum alam semua ada dalam satu kata "kun" maka orang-orang akan melihatnya dan berlakulah "fayakun". Artinya "kun" itu satu kesatuan dari awal sampai akhir, segala-galanya dan entah sampai kapan hanya Allah Yang Tahu. 

Marilah kita membahas sesuai dengan bahasa manusia bukan bahasa Tuhan. Jadi "kun" itu juga meliputi segala detail penciptaan baik yang besar maupun yang kecil dalam satu kesatuan "kun". Bingung khan??? Sebutir pasir di tanah arab sudah didahului dengan ucapan "kun" yang abadi. Dari trilyunan tahun yang lalu sampai kemudian ada sebutir pasir di tanah Arab sampai trilyunan masa depan butir pasir tersebut sudah didahului dengan kata "kun". Dari trilyunan tahun yang lalu saat kita masih dalam alam ruh, sampai kemudian ada dalam rahim ibu, kemudian tinggal didunia, sampai kemudian ada di alam kubur kemudian menuju alam akherat atau alam keabadian sudah didahului dengan "kun" nya Allah swt. Makin bingung khan??? Kesimpulannya Allah swt Mengetahui segala detail dan detik yang akan dilakukan dan yang akan terjadi pada manusia dan segenap ciptaan_Nya.

Artinya dalam satu detik ada trilyunan "kun" (kejadian) yang terjadi baik hembusan angin, deburan ombak, semut yang sedang berjalan, nafas manusia, tipu daya syetan, malaikat yang sedang terbang, gerakan planet sampai gerakan galaksi. Jadi bukan berarti dalam satu detik Allah berkata kun sebanyak trilyunan kali namun untuk menggambarkan bagaimana Maha Besar Allah terhadap segala ciptaan_Nya yang dalam satu detik menghasilkan trilyunan venomena yang berbeda-beda. Itu baru satu detik, bagaimana kalau sehari, setahun, sejuta tahun? Tentu tidak bisa digambarkan namun hanya bisa dirasakan ke Besaran_Nya. Bahkan keabadianpun hanya satu kali ucapan "kun" maka fayakun.

Kemudian sebagian ciptaan_Nya yang lain menyaksikan venomena "fayakun" atau terjadilah ia. Dan sebagian besar lainnya hanya Dia Yang Tahu. Ketika sebelum alam ruh, sampai kita berada dalam alam ruh kemudian pindah ke dalam rahim ibu, sampai kemudian anda membaca artikel ini ada dalam satu bagian "kun" nya Allah, kemudian kita menyaksikan sekejapan mata penciptaan yang sudah berjalan selama jutaan tahun tersebut. Sampai detik anda membaca artikel ini anda sudah ada selama jutaan tahun lho? Nggak nyadar khan? Tahu-tahu "fayakun", tiba-tiba sekejapan mata anda sudah membuka google dan membaca artikel ini. Termasuk alam semesta yang kita lihat bersama-sama sudah dipersiapkan jutaan tahun yang lalu dengan satu ucapan "kun" kemudian "fayakun" tiba-tiba kita menyaksikannya.

Termasuk juga saat-saat kita berada dalam alam kubur, ada disurga atau neraka, kemudian merasakan nikmat atau azab selama trilyunan tahun, dan saat anda merasakan nikmat atau azab tersebut terjadilah "fayakun". 

Jadi "kun" nya Allah itu sekejapan mata saja atau lebih singkat dari pada itu jika kita memakai bahasa manusia. Namun dikarenakan Allah tidak mungkin terikat waktu maka kata "kun" tersebut hanya Dia Yang Tahu, kemudian difirmankan dalam kitab suci untuk memudahkan manusia mengerti. 

Maka untuk mengaktivasi atau mengadopsi, atau mengambil dari kata "kun fayakun" tadi, terkait dengan kehidupan kita saat ini, kita cukup berdoa dengan rasa bahagia dan yakin. Kita punya hajat, atau menginginkan perubahan hidup, atau menginginkan kemakmuran, relasi, kesehatan dll cukup mintalah kepada_Nya, maka Allah swt akan mengatakan "kun" atau jadilah doamu. Kemudian kita akan menyaksikan proses "fayakun" menurut keyakinan orang yang berdoa tadi. Kalau kita berdoa dengan ikhlas, tawakal, sabar dll sebagai salah satu indikasi keyakinan maka Insya Allah kita akan melihat "fayakun" sesuai dengan prasangka tersebut. Lain halnya jikalau kita berdoa namun ragu-ragu alias tidak sabar, maka proses fayakun juga sesuai dengan prasangka kita. Ini adil khan?

Bahkan proses sebelum anda berdoa sampai saat setelah anda berdoa sudah tertulis dalam lautan informasi Lauh Mahfudz, jauh sebelum kita diciptakan. Itulah Ilmu Allah yang tidak akan mungkin kita pahami dan ketahui. Yang pasti terimalah dengan rasa syukur proses "fayakun" tersebut baik atau buruk sebagai sebuah ketetapan azali. Inilah langkah terbaik yang bisa kita lakukan dengan harapan ketetapan azali berikutnya adalah kebahagiaan abadi. Karena ada hukum sebab akibat yang menjadikan "fayakun" tersebut. Orang jujur mujur, orang berdosa binasa, orang beriman masuk surga. Inilah hukum sebab akibat yang menyertai "fayakun".

Kalau masih bingung juga berarti sama dengan saya... Hehehe

Presented by Rahasia Kunci Sukses, Rahasia Doa Untuk Kesuksesan dan Kebahagiaan Sejati



Artikel Terkait



1 comment:

  1. Ada manusia kafir . Apa itu dalam satu kun .?. Lalu knapa allah tidak menerima orang kafir . Sementara kekafirannya sudah dalam satu kun (kehendak)NYA.

    ReplyDelete