Apr 30, 2014

Kisah Rosulullah Muhammad saw dan Pengemis Buta

Sudahkah anda membaca sirah nabawiyah? Yaitu sejarah perjalanan hidup Nabi kita Muhammad saw? Beliaulah teladan kita. Tuntunan dan kekasih kita. Akhlaknya mulia memesona siapa saja baik kawan maupun lawan. Beliau amat mencintai ummatnya dengan kecintaan diluar imaginasi, sudahkah kita membalas cintanya dengan mengikuti sunnahnya? Berikut ada kisah menarik tentang Nabi saw dan pengemis buta. Kisah saya ambil dari 1001 Kisah Teladan

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya". Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah Itu?", tanya Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.

Keesokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "siapakah kamu ?". Abubakar r.a menjawab, "aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Gambar: Tidakkah tersentuh dengan kemuliaan Nabi saw?. 
Sumber gambar: Google image

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.
http://hjkarpetmasjid.blogspot.com/

Pelajaran:
Siapakah orang yang paling anda cintai dalam hidup ini? Bisa jadi, orang tua, anak, istri atau suami anda. Atau bisa jadi yang lainnya. Tahukah anda siapa orang yang paling mencintai anda dunia akherat dengan kualitas dan kadar cinta yang luar biasa? Dia adalah Nabi Muhammad saw.

Bahkan saking cintanya pada saat menjelang wafat nama yang dipanggil bukan Aisyah, Fatimah, Ali as, Abu Bakar, Umar, Usman atau orang terdekat lainnya. Pada saat menjelang wafat orang yang paling dirindukannya adalah mereka yang pasti sangat dicintainya. Yang diingat saat sakaratul maut adalah "ANDA". Adakah orang/ manusia yang mencintai anda melebihi Baginda Rosulullah saw? Tidak ada... Lalu apa balasan cinta dari kita? :(

Kita tidak ada apa-apanya dibanding kecintaan Nabi saw kepada ummatnya. Seringkali mata meleleh karena belum mampu dengan maksimal untuk membalas cinta Nabi saw dengan akhlak yang baik dan terpuji. "Maafkan kami ya Nabi, ampuni kami ya Rabb..."



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment