Apr 4, 2014

Inilah Jawaban Mengapa Doa Belum Juga Terkabul

Pernahkah anda mendengar pernyataan begini, "Saya sudah berdoa, sudah dhuha, sudah tahajud mengapa tak jua dikabulkan?". Atau "Saya berdoa meminta ini mengapa saya mendapatkan itu?". Atau "Saya tidak menginginkan ini terjadi, karena ini bukan doa saya selama ini?". Pernah mendengara?

So, ijinkan kami menjawab pertanyaan anda tersebut...

Tuhan selalu mendengar doa setiap orang tanpa kecuali. Ada dua kemunginan dari setiap permintaan yakni:
  • Dikabulkannya persis dengan apa yang diminta
  • Diberikan lebih baik dengan apa yang didoakan
Di muka bumi ini, tidak ada seorang muslim pun yang memanjatkan doa kepada Allah melainkan Allah pasti akan memberi hal yang dipintanya atau Allah akan memalingkannya dari keburukan yang senilai dengan isi doanya, sepanjang dia tidak memohon doa yang mengandung dosa atau pemutusan hubungan kekerabatan.” (H.r. Turmudzi dan Ahmad; dinilai sebagai hadits hasan-shahih oleh Al-Albani)

Lalu bagaimana kalau yang terjadi berbanding terbalik?

Gini...



Tuhan mengabulkan apa yang diminta dalam hati bukan yang terucap dimulut. Jadi kalau ada pertentangan antara apa yang ia ucapkan dengan kata hati anda maka hatilah yang menang. Kata hati yang dikabulkan dan mewujud.

"Anda akan menerima apa yang sering dipikirkan meskipun tidak menginginkannya"

Atau dalam bahasa lain, "Anda akan menerima apa yang hati katakan". Bingung khan?

Begini, ketika berkata, "Aku tidak mau miskin", maka apa yang dominan dalam pikiran? Kata-kata miskin dominan dalam otak dan menjadi fokus perhatian. Fokus tersebut menyebabkan perasaan dalam hati yakni "merasa tidak punya, merasa kekurangan, merasa tidak memiliki, dan itulah yang menjadi doa.  

Maka penting sekali untuk berdoa dengan khusuk dan penuh penghayatan agar hati anda mengangguk setuju dengan permintaan anda. Kolaborasi antara ucapan yang berdoa, pikiran yang mengerti makna dan hati yang mengangguk bahagia adalah kata kunci bagi terkabulnya doa.

Dalam bahasa hukum tarik menarik, apa-apa yang hati pancarkan akan menarik menuju penjelmaan walaupun kita tidak menginginkannya. Contoh, "Saya tidak ingin selalu berhutang", maka pada hakikatnya ia berkata, "Aku ingin berhutang dan berhutang lebih banyak lagi". Ini dikarenakan hatinya merasa kekurangan, Maka gantilah dengan kata-kata yang membahagiakan seperti, "Saya mempunyai kehidupan yang cukup baik". Ini kata-kata yang mendamaikan dan akan menarik kemiripan dengan hal itu, yakni kecukupan dan kekayaan. 

Maka dari itulah agama menyuruh untuk banyak memberi, banyak bersukur dll agar perasaan dalam hatinya merasa sudah cukup (kaya). Jadi seolah olah ahli sukur sering mengucapkan dalam hatinya, "Terimakasih Tuhan, Engkau mencukupkan kami". Itulah doa yang selalu diucapkan ahli sukur. Maka tak heran mereka selalu saja cukup dan mudah sekali untuk menjadi kaya.

Jelas??

Maka penting sekali berdoa dengan kondisi sbb;

#. Doa yang jelas sehingga khusuk pikiran dan perasaan. Ucapkanlah doamu dengan berendah diri dan suara yang lembut agar hati tergetar. Ini bertujuan agar kekhusukan tersebut bisa membangkitkan keyakinan dalam hati.

Berdoalah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (Q.S. Al-A’raf:55)

#. Harap dan cemas agar hati anda luluh kepada kekuasaan dan kecerdasan Tuhan dalam meminta. Mengapa? Karena seringkali kita lebih suka menyandarkan kepada kecerdasan diri yang terbatas.

“Sesungguhnya, mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) segala kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.” (Q.S. Al-Anbiya’:90)

#. Yakin dikabulkan. Keyakinan ada di hati bukan dimulut. Mulut adalah pintu gerbang pertama menuju hati. Maka jadikanlah pintu gerbang tersebut terbuka dan pemahaman dari doa mampu merasuk ke dalam hati. Jadi percuma saja anda berdoa sampai mulut berbuih sementara hati lalai.

Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadits, yang sanadnya dinilai hasan oleh Al-Mundziri, dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian berdoa kepada Allah maka berdoalah kepada-Nya dengan penuh keyakinan bahwa doa tersebut akan dikabulkan. Sesungguhnya, Allah tidaklah mengabulkan doa seorang hamba, yang dipanjatkan dari hati yang lalai.”

#. Tidak tergesa-gesa. Inilah pentingnya memasrahkan segala proses kepada Ilmu_Nya. Sebelum anda pasrah maka doa belum terkabul.

Doa yang dipanjatkan seseorang di antara kalian akan dikabulkan selama dia tidak tergesa-gesa. Dirinya berkata, ‘Aku telah berdoa namun tidak juga terkabul."

Sumber dalil disini



Semua yang kami sebutkan diatas berkaitan dengan manajemen hati untuk menguasai rasa sejati. Bagaimana berprasangka baik ketika berdoa, jangan sampai berprasangka yang macam-macam kepada_Nya. Inilah mengapa orang kaya yang bersyukur akan langgeng dalam kekayaannya, dikarenakan hatinya sudah diliputi dengan prasangka baik mengenai kekayaan. Sebaliknya orang miskin semakin miskin dikarenakan pikiran dan perasaannya penuh dengan prasangka kekurangan.

Hal ini memberikan kesimpulan bahwa, hanya dengan setting hati lebih ikhlas maka doa itu akan segera menemukan jalannya. Keikhlasan adalah penyerahan total kepada Ilmu dan cara-cara Tuhan dalam mengabulkan doa. 

Sudahkah anda memposisikan hati dalam perasaan yang lega, damai dan bahagia dalam berdoa?? Kalau belum saatnya sekarang melakukannya..

Dipersembahkan oleh Magis7



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment