Apr 4, 2014

Jangan Biarkan Orang Lain Menghambat Kesuksesanmu, Ah Ada- Ada Saja Ya?

Bapak dan Ibu perkenalkan saya Adhin Busro, saat ini, saat menulis artikel ini saya masih bekerja diperusahaan Mega Trading. Posisi saya Manager... (Ah sombong). Bukan sombong Bapak Ibu saya manager dengan gaji besar dan inventaris mobil... (Sombongnya selangit). Dengan segala kerendahan hati dan jauh dari menyombongkan diri, inilah kami. (Sama saja sombong Bang.. Namun nggak nyadar)



Saya juga ketua beberapa organisasi kemasyarakatan. Ada 2 organisasi yang saya ikuti dan menjadi ketua. Malahan ada beberapa lagi yang mencalonkan diri saya menjadi ketua. (Ah, kau bang.. mau presiden mau menteri bodo amat)

Pengalaman hidup kami begitu kelam, paling tidak masa kecil sampai umur 30 tahunan. Hidup dalam keprihatinan yang mendalam. (Ah, mulai kau bang??). Makanya bagi anda yang sedang dalam kesulitan sabarlah, Insya Allah ada masanya kesulitan itu pergi sepanjang kita mau belajar dan terus belajar. (Betul sih)

Saat kami dalam keterpurukan, banyak yang mencibir, menghina, menyepelekan. (Itu sih wajar bang). Saat kami berada dipuncak banyak yang iri dan dengki. Terus maunya saya seperti apa? (Memang begitulah hidup Bang...)

Justru penyepelean itu kami anggap pelecut semangat untuk bangkit. Penyepelean itu saya rubah energinya menjadi power yang hebat. (Sejak kapan jadi motivator Bang??). Maka seiring waktu kharakter itu mulai terbentuk. Jangan pedulikan apa kata orang, yang penting maju terus pantang mundur. (Emangnya perang apa??)

Apalagi sebagai tokoh masyarakat. Bekerja salah apalagi tidak bekerja. (Biasa itu Bang). Makanya bekerjalah dengan sebuah prinsip bahwa amal kebaikan itu untuk kita (Tumben bener hehehe).
http://abtreni.com/?id=adhinbusro

Hidup ini memang kadangkala lucu. Ada-ada saja. Kawan bisa menjadi lawan, lawan bisa menjadi kawan. Itulah hidup. (Kenapa nggak masuk partai saja bang?)

Lucu dengan kharakter dan sifat orang banyak. Sebaik-baik kita adalah yang memahami dan mengerti inilah hidup dengan banyak orang dan banyak kharakter. (Ehm)

Mungkin anda pernah membantu orang lain dengan luar biasa maksimal. Giliran kita meminta bantuan mereka menghindar seakan-akan belum pernah kenal sebelumnya. Mungkin anda pernah memberikan pinjaman kepada tetangga anda, namun giliran ditagih mereka ada saja alasannya. Parahnya lagi ketika kita menagih malah mereka lebih galak. Mungkin anda pernah membantu banyak orang dengan niat ikhlas, namun ada saja omongan miring. Dan ketika anda tidak mau membantu lagi, maka anda mendapatkan lebih banyak omongan miring?

Intinya maju terus dengan prinsip-prinsip kebaikan. Hasil dari pembelajaran kita juga yang merasakan. Jangan biarkan orang lain menghambat kesuksesan anda.

Merdeka...!!!

(Sudah?? Gitu doang???)


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment