Apr 6, 2014

Cara Supaya Khusuk dalam Ibadah

Berapa kali sobat mencari artikel dengan tema cara dan tips supaya bisa khusuk dalam ibadah? Mungkin saja berkali-kali. Sama seperti kami yang berusaha mencari cara supaya bisa khusuk dalam ibadah. Buku, mbah google, ulama dll sudah coba kami cari dan amalkan. Hasilnya?? Masih belum khusk juga. Hehehe
  • Ada yang membawakan banyak dalil dan ayat keutamaan khusuk
  • Ada juga yang menjelaskan dengan mengambil contoh-contoh orang yang sudah khusuk dan efeknya
  • Ada yang menjelaskan bahaya tidak khusuk
  • Dan banyak yang lainnya


Sebenarnya apa definis dari khusuk tersebut? Secara bahasa berarti, tunduk, pasrah, dalam diam. Bisa juga rendah atau pelan untuk mewakili suara.

Menurut Mu’jamu Maqasiyisi al-Lughah khusyu’ itu untuk kondisi dan gerak-gerik hati.

Sementara Ali bin Abi Thalib pernah menyatakan “Yang dimaksud dengan kekhusyu’an di situ adalah kekhusyu’an hati.

Hasan al-Bashri, beliau berkata “Kekhusyu’an mereka itu berawal dari dalam sanubari, lalu terkilas balik ke pandangan mata mereka sehingga mereka menundukkan pandangan mereka dalam shalat.”

Berarti dapat disimpulkan bahwa khusuk adalah kondisi gelombang hati yang tenang, relaks dan stabil. Sebuah kondisi yang diciptakan bukan dari berusaha keras untuk konsentrasi namun lebih kepada perasaan ikhlas. Semakin kita berusaha untuk khusuk maka semakin jauh dari khusuk. Ini dikarenakan gelombang hati justru tidak relaks malah sebaliknya.


Gambar: Untuk khusuk maka sentuhlah hatimu dalam damai

Lalu bagaimana cara supaya bisa khusuk agar ibadah kita bisa bernilai?

Jangan berusaha untuk khusuk. Kok gitu???????. Maksud saya jangan berusaha keras untuk konsentrasi, karena yang ada malah stress karena tidak bisa khusuk.

Jelas sekali bawalah hati anda dalam keadaan relaks. Sejenak lupakan kesibukan dunia menuju kekhusukan ibadah. Mungkin sobat habis berantem sama tetangga, atau habis dimarahi atasan, atau lelah dalam pekerjaan? Maka pahami bahwa inilah hidup. Tidak mungkin manusia hidup tanpa masalah. Lupakan dan maafkanlah sejenak dan ingatlah Tuhan. Tenangkan hatimu, ikhlaskan hidupmu. Semua dinamika hidup diberikan oleh_Nya dengan maksud dan tujuan. Semua adalah pembelajaran agar nyata mana yang sabar dan mana yang tidak.

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS Ar Ra'd ayat 28)

Berdasarkan referensi dari berbagai sumber maka dapat daya bagi ada 4 kondisi gelombang hati sbb
  • Hati yang sangat lemah. Ini dikarenakan kendali daripada tubuh dan jiwa sudah direbut oleh otak/ pikiran. Disinilah orang yang biasa mengandalkan kecerdasan otaknya akan mudah untuk mengalami stress, depresi dan berbagai penyakit.
  • Hati yang seimbang. Inilah gelombang khusuk level pertama. Terjadi kerja sama/ kolaborasi yang seimbang antara pikiran dan perasaan. Disatu sisi merasa relaks, melayang, tenggelam dsb, disisi lain ia tetap terjaga dengan penuh. Dalam kondisi seperti ini, otak masih sadar secara penuh demikian juga hati yang hidup dengan sempurna. Pada kondisi ini "Permintaan/ doa" menjadi lebih mudah terkabul
  • Hati yang dominan. Pada fase ini kekhusukan terasa jauh lebih dalam sehingga kinerja otak/ pikiran perlahan-lahan mulai terpinggirkan. Orang yang terbiasa dalam kondisi ini akan menyerahkan segala problematika hidup dan ujian kepada kecerdasan Tuhan, dan menganggap akal/ pikiran hanyalah bagian dari wasilah untuk mencapai tujuan. Bukan kecerdasan pikiran yang mampu menjadi solusi namun lebih kepada pertolongan Tuhan. Biasanya orang tersebut akan menjadi problem solver yang luar biasa dengan intuisi yang sangat tajam.
  • Gelombang Ilahi. Ini adalah bahasa saya sendiri yang menggambarkan seseorang yang sudah tidak memperdulikan segala isi dunia. Ia menganggap semua termasuk dirinya sendiri memang benar-benar fana/ rusak atau tidak ada, sementara yang ada hanyalah Yang Maha Ada. Sesuatu yang fana dimana sedang merindukan untuk bertemu kepada Dzat Yang Sejati Ada_Nya, Tuhan Seluruh Alam Semesta. Semua hilang lenyap, yang ada hanyalah Tuhan..
 
Gambar: Hati yang super khusuk melebur menjadi satu dengan tasbih semesta alam

Dari ke empat kategori hati maka sebagian besar orang berada pada level pertama yakni hati yang lalai. Kemudian sebagian lagi dalam jumlah yang relatif lebih sedikit berada dalam posisi level khusuk kedua. Kita harus melatih perasaan hati untuk relaks dan nyaman. Damai dan bahagia. Ikhlas dan syukur dengan apapun ujian hidup. Semuanya bertujuan agar kekhusukan itu bisa teraih dengan otomatis. Maka hidup menjadi lebih mudah dan membahagiakan secara otomatis pula.

Jika kita berkenan untuk membuang egoisme otak/ pikiran diharapkan bisa masuk kepada kekhusukan level 3 dan seterusnya.

Ada sebuah kisah nyata dengan banyak edit sbb;

Zul, sudah bertahun-tahun bekerja disebuah perusahaan swasta. Terakhir jabatannya cukup tinggi sebagai manager dengan gaji besar dan inventaris mobil mewah. Entah mengapa ia tidak merasa damai dan bahagia dengan pekerjaannya, dan berniat hendak resign. Hal ini sudah berlalu sekitar 8 tahun namun Zul tidak resign-resign juga.

Otaknya melarang keras keinginan hatinya untuk resign. Otaknya begitu dominan dengan berbagai alasan pembenaran. "Kalau resign berarti status kebanggaanmu hilang, gaji juga hilang dan otomatis inventaris mobil. Kalau resign kamu mau kerja apa? Makan apa? Nggak malu? dan seribu satu alasan pembenaran lainnya.

Padahal hatinya seringkali mengetuk kesadaran manusiawinya bahwa rezeki itu Tuhan yang mengaturnya. Jangan takut resign jika niat dan tujuanmu selepas resign lebih besar dan mulia. Kendali diri sudah dipegang oleh otak/ pikiran selama 8 tahun sampai kemudian ia memutuskan untuk benar-benar resign dan mengikuti kata hati.

Selepas resign ia tetap bekerja keras dengan bidang yang memang disukainya. Dinikmatinya sehingga ia merasa bahagia. Rasa bahagia tersebut membuat Zul mudah untuk relaks, khusuk dan damai. Dan benar pula, ternyata rezeki ada saja jalannya. Kalau dahulu ia harus berangkat pagi pulang petang maka saat ini setiap hari ia jalani dengan antusias. Rezeki bukan bulanan lagi namun harian dengan jumlah yang seringkali lebih besar dari pada sebelumnya.

Entah mengapa saat ini pandangan Zul terhadap dunia mulai berubah. Dahulu ia menganggap dunia adalah segala-galanya yang harus dicari siang dan malam. Namun saat ini ia mulai melihat bahwa dunia hanyalah sarana untuk meraih kebahagiaan sejati. Dunia dan kesibukannya hanyalah tipuan yang teramat sangat kuat. Dan menjadi tidak bisa dihilangkan bagi orang yang hanya ingin memuaskan hawa nafsunya.

Zul tetap mencari dunia namun dengan sudut pandang berbeda. Kalau dahulu ketika ada masalah ia stress, namun saat ini ia bersyukur lebih banyak ketika ada masalah. Ini benar-benar aneh namun nyata adanya. Ia bahagia ketika ada masalah melanda. Semakin banyak, semakin berat, semakin tinggi rasa syukurnya. Karena ia menganggap adanya masalah tersebut sebagai pembelajaran dari Tuhan untuk mensucikan hatinya yang kotor kemudian menjadikannya manusia baru yang lebih unggul, tangguh, tegar dan salih. Ia bahagia tiada tara ketika masalah berat menerpa, karena ia melihat dengan "ruh" nya.....

Zul melihat dengan hati suci atau "ruhnya sendiri" (dalam bahasa saya), bahwa dimana ada masalah disitulah Tuhan datang, hendak membanjiri diri dan jiwanya dengan Kasih Sayang, Rahmat, dan Ampunan_Nya..

Inilah substanis khusuk dalam ibadah. Bukan semata-mata khusuk dalam sholat namun khusuk dalam substansi sholat. Bukan khusuk karena konsentrasi namun khusuk karena hatinya bahagia tiada tara dalam kehadiran Tuhan.

Mulai sekarang masuklah ke dalam Zona Ikhlas ketika ibadah, niscaya kekhusukan itu akan kita rasakan setrumnya secara otomatis. Kalau sudah begitu apapun keinginan/ doa yang dibawa dalam khusuk, akan mudah sekali untuk menjadi nyata dan terkabulkan. Mengapa bisa demikian? Ini dikarenakan adanya kesadaran hati, untuk ikhlas menyerahkan "doa" kepada Kecerdasan dan Ilmu Tuhan.

Presented by Magis7, 7 langkah magis menguasai rasa sejati. Klik disini untuk pembelajaran berkelanjutan..



Artikel Terkait



1 comment:

  1. alhamdulillah, seperti membaca quantum ikhlas dan zona ikhlas nya erbesentanu. slalu diingatkan untuk bersyukur dan ikhlas..

    ReplyDelete