Apr 2, 2014

Cara Meyakini 100% Pasti Bisa Sukses dan Kaya

Sebenarnya sukses dan kaya itu mudah. Mudah bagi yang sudah mengalaminya.. Hehehe. Sulit itu khan bagi yang menjalani proses dengan tidak ada kata syukur. Kalau menjalani proses menuju impian yakni sukses dan kaya dijalani dengan damai dan penuh sukur apapun yang terjadi, maka proses itu serasa singkat. Malahan jika tidak ada proses yang penuh dinamika tersebut maka kesuksesan yang dialami dan dirasakan menjadi kurang berkesan.

Ada yang bertanya kepada kami kurang lebih begini

"Pak bagaimana meyakini kalau amalan yang kita lakukan 100% pasti berhasil"

"Pak, bagaimana supaya impian kita bisa kaya dan berguna bagi sesama bisa benar-benar menjadi nyata"


Jawab: Masa depan kita tidak akan pernah tahu, namun bisa dibayangkan, diharapkan dan diprediksikan. Bahkan bisa dipastikan... Lho kok bisa??

Gini.. Jangan buru-buru menganggap saya gila.. Masak bisa menjamin masa depan 100% pasti sesuai harapan?? Iya memang bisa. Anda tidak salah membaca, benar setiap hurufnya.

Syaratnya hanya satu saja yakni, "Keyakinan dalam iman"

Keyakinan dalam iman itu bagaimana Pak? Bisa tolong jelaskan lebih detail, sehingga saya bisa paham?. Baiklah saya jelaskan singkat saja dulu.

Masa depan memang hal yang ghaib adanya. Tidak ada satu manusia pun yang bisa menjamin terjadinya masa depan persis dengan apa yang dia katakan. Namun masa depan menjadi pasti jika kita berpegang kepada, "keyakinan" yang benar, yakni keyakinan dalam iman.

Keyakinan dengan iman, adalah percaya tanpa keraguan tentang nubuat yang dikatakan oleh Nabi dan Rosul utusan Tuhan, baik Nabi Adam as sampai Nabi Muhammad saw. Percaya tanpa keraguan tentang apapun yang dikatakan oleh beliau pasti benar dan akan terjadi.

Contoh;

Beliau Nabi saw bersabda “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335].

Konstantinopel adalah kotanya Heraklius. Kota yang hari ini dikenal dengan nama Istambul, Turki. Dulunya berada di bawah kekuasaan Byzantium yang beragama Kristen Ortodoks. Tahun 857 H / 1453 M, kota dengan benteng legendaris tak tertembus akhirnya runtuh di tangan Sultan Muhammad al-Fatih, sultan ke-7 Turki Utsmani. 



Gambar: Muhammad Al Fatih

Kekaisaran Romawi terpecah dua, Katholik Roma di Vatikan dan Yunani Orthodoks di Byzantium atau Constantinople yang kini menjadi Istanbul. Perpecahan tersebut sebagai akibat konflik gereja meskipun dunia masih tetap mengakui keduanya sebagai pusat peradaban. Constantine The Great memilih kota di selat Bosphorus tersebut sebagai ibukota, dengan alasan strategis di batas Eropa dan Asia, baik di darat sebagai salah satu Jalur Sutera maupun di laut antara Laut Tengah dengan Laut Hitam dan dianggap sebagai titik terbaik sebagai pusat kebudayaan dunia, setidaknya pada kondisi geopolitik saat itu.

Perpecahan tersebut sebagai akibat konflik gereja meskipun dunia masih tetap mengakui keduanya sebagai pusat peradaban. Constantine The Great memilih kota di selat Bosphorus tersebut sebagai ibukota, dengan alasan strategis di batas Eropa dan Asia, baik di darat sebagai salah satu Jalur Sutera maupun di laut antara Laut Tengah dengan Laut Hitam dan dianggap sebagai titik terbaik sebagai pusat kebudayaan dunia, setidaknya pada kondisi geopolitik saat itu.

Yang mengincar kota ini untuk dikuasai termasuk bangsa Gothik, Avars, Persia, Bulgar, Rusia, Khazar, Arab Muslim dan Pasukan Salib meskipun misi awalnya adalah menguasai Jerusalem. Arab-Muslim terdorong ingin menguasai Byzantium tidak hanya karena nilai strategisnya, tapi juga atas kepercayaan kepada ramalan Rasulullah SAW melalui riwayat Hadits di atas.

Sayangnya, prestasi yang satu itu, yaitu menaklukkan kota kebanggaan bangsa Romawi, Konstantinopel, tidak pernah ada yang mampu melakukannya. Tidak dari kalangan sahabat, tidak juga dari kalangan tabi`in, tidak juga dari kalangan khilafah Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah.

Di masa sahabat, memang pasukan muslim sudah sangat dekat dengan kota itu, bahkan salah satu anggota pasukannya dikuburkan di seberang pantainya, yaitu Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahuanhu. Tetapi tetap saja kota itu belum pernah jatuh ke tangan umat Islam sampai 800 tahun lamanya.

Konstantinopel memang sebuah kota yang sangat kuat, dan hanya sosok yang kuat pula yang dapat menaklukkannya. Sepanjang sejarah kota itu menjadi kota pusat peradaban barat, dimana Kaisar Heraklius bertahta. Kaisar Heraklius adalah penguasa Romawi yang hidup di zaman Nabi SAW, bahkan pernah menerima langsung surat ajakan masuk Islam dari beliau SAW.

Ajakan Nabi SAW kepada sang kaisar memang tidak lantas disambut dengan masuk Islam. Kaisar dengan santun memang menolak masuk Islam, namun juga tidak bermusuhan, atau setidaknya tidak mengajak kepada peperangan.

Pada saat Nabi saw bersabda tentang penaklukan konstantinopel banyak kaum munafikin dan yahudi mentertawakannya. Sungguh sangat tidak bisa dipercaya, tidak masuk akal tentara muslim yang saat itu masih kecil dan lemah mampu mengalahkan Konstantinopel sebagai negara adikuasa. Namun sahabat yang kuat imannya tidak ragu sedikitpun tentang sabda Nabi saw.

Perkataan Nabi saw bukan untuk dipikirkan dengan akal. Bukan untuk diyakini dengan akal pada saat itu, namun menjadi masuk diakal ketika sudah terjadi. Benar saja setelah 8 abad sabda Nabi saw akhirnya Konstantinopel takluk oleh pasukan Muslim yang dipimpin oleh Muhammad Al Fatih.

Pertanyaannya adalah, yakinkah anda dengan sabda Nabi saw tentang penaklukan konstantinopel?? 100% yakin karena sudah terjadi. Demikian juga keyakinan sahabat pada jaman Nabi saw, mereka yakin 100%, walaupun kaum munafikin dan Yahudi mentertawakannya.

Kisah ini seharusnya bisa menjadi pelajaran yang teramat sangat dalam bagi kita sebagai muslim. Bahwa ada sebuah keyakinan tentang masa depan yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Ia adalah keyakinan dalam iman.

Apakah termasuk dengan masa depan manusia?? Apakah termasuk kepastian tentang masa depan yang lebih baik?? Iya anda benar.

Caranya bagaimana??

Pembahasannya lumayan panjang. Mohon maaf, tetapi sobat harus belajar disini.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment