Apr 24, 2014

Cara Meraih Keyakinan dalam Iman, Keyakinan Tanpa Batas

Keyakinan adalah hal yang fundamental dalam kehidupan ini. Tanpa keyakinan hidup menjadi tidak terarah. Sementara ragu-ragu adalah jaminan kegagalan. Namun sudah banyak teori dan motivasi tentang keyakinan, nyatanya ia susah ditangkap karena keyakinan itu masalah hati nurani. Jika nurani sudah tersentuh keyakinan hakiki maka ia akan susah sekali hilang. Terus menyatu dan melebur dalam sebuah aura dan semangat yang tidak akan pernah padam.

 

Kadangkala saya sampai diskusi berjam-jam dengan seorang Ustadz kalau sudah membicarakan masalah keyakinan. Mengapa harus begini mengapa harus begitu. Mengapa tidak begini dan mengapa tidak begitu. Jawaban Ustadz banyak terkait dengan aspek ibadah dan spiritual karena memang kapasitas beliau ada diarea ini. Makanya ketika diskusi berlanjut diluar itu, jawabannya kadangkala menjadi tidak memuaskan. Misalnya, tentang teori alam semesta big bang apa kaitannya dengan salah satu ayat dalam Al Qur'an.

Kemudian sampai kepada sebuah kesimpulan bahwa Ustadz adalah sumber ilmu, dimana kita bisa mencari jawaban mengapa ilmu tersebut memiliki keutamaan ini dan itu. Jadi ilmu dan iman adalah satu paket yang saling melengkapi. Maka carilah segala pendekatan ilmu pengetahuan dan fakta ilmiah yang bisa diterima oleh akal agar bisa membangkitkan keyakinan (iman). Satu-satunya cara adalah belajar dan membaca baik melalui buku, orang, kejadian dan lain sebagainya. Buka pikiran dan hati, jauh dari kedengkian dan kesombongan serta merasa pintar dan hebat, supaya ilmu dan hikmah tersebut bisa masuk dan meresap dalam hati menjadi sebuah keyakinan.

Coba cermati pertanyaan spiritual dan aktifitas ibadah berikut ini
  • Siapa Tuhan sejati?
  • Dimana? Mengapa harus diatas arasy?
  • Bagaimana akal bisa menerima tentang adanya Tuhan?
  • Mengapa kita harus sholat, puasa haji?
  • Mengapa gerakan sholat harus seperti ini dan itu?
  • Mengapa sedekah pangkal kaya?
  • Mengapa dhuha memperlancar rezeki?
  • Mengapa berjuang harus dengan harta dan jiwa?
  • Mengapa harus tawakal, sabar, ikhlas?
  • Mengapa, mengapa dan mengapa??

Mungkin jawabannya dikarenakan itulah perintah dari Tuhan melalui lisan Nabi saw yang ada dalam kitab suci. Seringkali pertanyaan berhenti sampai disini. Padahal pertanyaannya bisa dilanjutkan, mengapa harus Nabi Muhammad saw? Siapa beliau, bagaimana keluarganya, track recordnya dll. Siapa Tuhan itu? Bagaimana dengan Yesus, Uzair, Brahmana, dan tuhan-tuhan yang jumlahnya banyak?.

Pertanyaannya bisa berlanjut. Mengapa Nabi saw menyuruh begini dan begitu? Apa kaitannya dengan iman? Ilmu pengetahuan? Mengapa kita harus beriman kepadanya? Maka Iqra' atau bacalah sampai kita benar-benar paham kemudian meyakini dengan keyakinan yang bulat 100%. Keyakinan tanpa keraguan sedikitpun juga.

Bukankah Ibrahim as. dengan keyakinannya masih memerlukan bukti konkret? Yakni bagaimana caranya Tuhan menghidupkan orang mati? Bukankah Musa as menginginkan keyakinan bulat kalau sudah bisa melihat Tuhan? Bukankah Nabi Muhammad saw diperjalankan dalam peristiwa isra'mi'raj agar keyakinan/ keimanannya teguh dan mantap ditengah badai cobaan?. Pertanyaannya sebelum mendapatkan mukjizat tersebut apakah Nabi dan Rosul tidak beriman? Tentu tingkat keimanan mereka tidak perlu ditanyakan lagi. Manusia dengan tingkat keimanan yang luar biasa tinggi saja masih memerlukan tambahan bukti agar keimanannya bertambah diatas keimanan yang ada. Bagaimana dengan kita?

Maka belajar mencari ilmu dan pemahaman menjadi wajib, agar kita menjadi pribadi yang mempunyai wawasan serta keyakinan yang dalam dan benar. Maka benarlah firman Tuhan berikut ini.

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS Al Faathir  ayat 28)

Mengapa ulama/ ilmuwan adalah hamba yang benar-benar takut kepada Tuhan? karena dia melihat adanya Tuhan dengan yakin dalam keilmuwan yang mereka tekuni. Mereka menemukan keajaiban design penciptaan yang sempurna dimana tidak mungkin ada dengan sendirinya tanpa campur tangan Dzat Yang Maha Cerdas.

So, kalau begitu...
Apakah kita sudah bertanya dan menemukan jawaban sehingga keimanan kita bertambah dan bertambah menjadi keyakinan yang mantap? Apakah kita yakin dengan sholat yang rutin kita lakukan? Apakah kita yakin sedekah pangkal kaya? Mengapa bisa demikian? Inilah bertanyaan yang harus mendapatkan jawaban agar apa yang kita lakukan terasa mantap.

Ketahuilah bahwa keyakinan dalam iman didahului oleh panca indera dan akal terlebih dahulu. Jadi urutannya sbb, panca indera, akal, iman dalam hati.

  1. Panca indera--> Melihat, mendengar dan merasakan sebuah khabar/ berita
  2. Akal --> Menerima berdasarkan bukti dan fakta serta bisa dijelaskan secara science
  3. Hati --> Mengakui kebenaran tersebut dalam iman
  4. Iman --> Yakin dengan berita lainnya walaupun tidak masuk akal, dikarenakan proses sebelumnya sudah dilalui berturut-turut dengan haqqul yakin.

Contoh: Kita membaca sebuah sabda Nabi saw yang maknanya bahwa "konstantinopel akan jatuh ke tangan muslim". Kemudian kita mengetahui bahwa 8 abad setelah sabda Nabi saw, konstantinopel nyata-nyata jatuh ke tangan muslim oleh tentara yang dipimpin Muhammad Al Fatih. Akal menerima bukti dan fakta sejarah ini. Kemudian hati mengakui kebenaran dalam iman. Maka ketika ada perkataan Nabi saw lainnya yang isinya bahwa Roma (Italia) sebagai pusat penyembahan Yesus juga akan jatuh ke tangan muslim secara otomatis berita ini hanya bisa dipercaya dalam iman.

Mengapa demikian? Karena hal/ berita ini belum terjadi dan nampak mustahil. Namun khabar berita tersebut pasti terjadi didalam ruang dan waktu yang pas. Kapan? Wallahu A'lam. Tugas kita meyakini dan membuat berita tersebut mendekati nyata berdasarkan kemampuan kita. Inilah keyakinan yang harus kita bangkitkan. Keyakinan yang mantap..

Mengapa kita harus percaya adanya surga dan neraka yang dikhabarkan para Nabi-Nabi? Jawabannya karena sebelum berita tersebut disampaikan, sudah didahului berturut-turut dengan berita lainnya yang sudah terbukti benar. Berita-berita lain yang aneh dan tidak bisa diterima oleh akal pada saat itu, namun terbukti benar pada saat yang lain.

Apakah ada berita-berita penuh mukjizat lainnya yang sudah terbukti saat ini sehingga jikalau ada berita yang tidak masuk akal bisa diimani? Ada banyak sekali bukti-bukti dan fakta sejarah yang tidak bisa ditolak oleh akal. Apa saja? Tidak mungkin dibahas disini karna sangat banyak. Anda bisa mendapatkannya disini.

Sekarang pertanyaannya begini...
  • Apakah yakin doa anda dikabulkan?
  • Apakah kekayaan dan kemakmuran yang anda idam-idamkan bisa terwujudkan?
  • Apakah kita yakin bisa menjadi pengusaha sukses, pemimpin mulia, atau seniman terkenal?
  • Apakah kita yakin bahwa hutang yang menumpuk akan segera lunas?
  • Apakah kesulitan, kegagalan dan kekurangan saat ini bisa berubah menjadi keberhasilan?
  • Apakah kita yakin masuk surga?
  • Dll dll?

Kalau anda yakin maka saya ucapkan selamat.. Tinggal melihat lagi apakah keyakinan kita sudah mempunyai sandaran yang benar, kemudian menjalani proses dengan bahagia dan tawakal. Kalau belum yakin maka belajarlah untuk merasakan keyakinan yang bulat dan mantap. Keyakinan dalam iman sajalah yang bergaransi.

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.... (QS Al Mukmin ayat 60)

Inilah garansinya, dan hanya bisa dipercaya dengan iman bukan dengan yang lain. Percaya dengan iman walaupun kadangkala berlawanan dengan logika akal pikiran. Percaya karena Tuhan sudah menjamin dalam firman_Nya.

Buat apa mencari yang tidak pasti, kalau ada yang bergaransi...

Presented by Unbeliefeable Faith, Formula Rahasia Meraih keyakinan tanpa batas.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment