Apr 14, 2014

Alasan Mengapa Michael Hart Memilih Nabi Muhammad saw Nomor Satu

Masih ingat 100 tokoh paling berpengaruh didunia dalam bukunya "the 100" karya Michael Hart? Kalau belum, anda bisa cek disini. Sejarah mencatat bahwa Nabi Muhammad saw bukan saja dikagumi dan dihormati Muslimin sedunia. Tetapi beliau juga dianggap sebagai tokoh nomor satu yang mengubah dunia.


Menurut Wikipedia The 100 merupakan buku karya astrofisikawan Michael H. Hart yang diterbitkan pada tahun 1978. Buku ini memuat 100 tokoh yang ia rasa memiliki pengaruh paling besar dan paling kuat dalam sejarah manusia. Bukunya secara hangat diperdebatkan, konsep bukunya secara luas ditiru.

Lalu apa alasan Michael Hart memilih Nabi Muhammad saw sebagai orang nomor satu sejagad? Berikut alasannya dari referesni beberapa sumber salah satunya disini

“Pilihan saya terhadap Muhammad sebagai yang paling atas dalam urutan tokoh paling berpengaruh di dunia, mungkin mengejutkan sebagian orang, sementara sebagiannya mempertanyakannya. Tetapi, beliaulah satu-satunya lelaki dalam sejarah yang berhasil secara sangat mencengangkan baik dari sudut keagamaan maupun ditinjau dari sudut sekuler.”

Seorang yang aslinya sederhana, Muhammad meletakkan dasar-dasar salah satu agama terbesar di dunia dan menyebarkannya, dan menjadi pemimpin politik yang sangat efektif. Sekarang, 13 abad setelah kematian beliau (seharusnya 14 abad – SB), pengaruhnya masih demikian besar dan terus berjalan tanpa pernah berhenti.

Sebagian besar tokoh dalam buku (The 100)  ini bernasib baik karena dilahirkan dan dibesarkan di tengah pusat-pusat kebudayaan dunia, di tengah bangsa-bangsa yang beradab dan punya peran politik penting. Tetapi Muhammad tidak. Beliau yang lahir pada tahun di kota Mekah,di bagian selatan jazirah Arab, yang saat itu merupakan wilayah yang terkebelakang di dunia – daerah yang tandus, dan tertinggal, jauh dari pusat-pusat perdagangan, seni dan pengetahuan (yang ada di dunia).

http://outletmesinku.blogspot.com/“Mungkin orang heran mengapa saya memilih Muhammad saw di atas Jesus, padahal jumlah orang Kristen di dunia diperkirakan lebih dua kali lipat umat Islam,” kata Hart. Ada dua alasan penting.
  1. Pertama, karena Nabi Muhammad memiliki peran yang jauh lebih besar dalam pengembangan Islam dibanding pengembangan Kristen oleh Jesus. Di dalam pengembangan agama Kristen itu, menurut Hart, Jesus hanya berperan dalam peletakan ajaran etika dan moral agama Kristen, sementara orang yang paling berperan dalam penyebarannya adalah St.Paul. Tokoh St.Paul ini,  menurut Hart, juga merupakan pengarang sebagian besar kandungan Perjanjian Baru. Sedangkan Nabi Muhammad saw, adalah satu-satunya orang yang bertanggungjawab pada teologi Islam, dan prinsip-prinsip etika dan moral yang ada di dalamnya.
  2. Kedua, Nabi saw memiliki peran kunci utama dalam meletakkan pondasi agama baru, dan dalam penerapan praktek-praktek agama Islam. Kemudian, koleksi wahyu dalam Al-Qur’an yang disampaikan Nabi saw telah di-copy (diberbanyak) secara murni selama kehidupan Muhammad (saw) dan dikoleksi secara bersama-sama dalam format yang otoritatif (bisa dipertanggungjawabkan) tidak lama setelah kematian beliau.
Oleh karena itu, Al-Quran sangat mencerminkan ide-ide dan ajaran Nabi saw sampai tingkatan kalimat dan kata-kata yang persis dan akurat. Sementara, tidak ada kompilasi ajaran Jesus yang berhasil selamat (seperti Al-Qur’an). Atau, dalam kata-kata Hart, “No such detailed compilation of the teachings of Christ has survived.”
Berhubung Al-Quran bagi Muslimin bisa dikatakan sama pentingnya dengan Bible (Injil) bagi orang Kristen, pengaruh Muhammad melalui media (kitab) itu adalah demikian besar. Barangkali pengaruh Muhammad terhadap agama Islam masih lebih besar ketimbang kombinasi pengaruh Jesus Kristus dan St.Paul secara bersama-sama terhadap agama Kristen.

Walhasil, kata Hart, ‘Semua pengaruh yang terjadi sejak abad ke-7, jaman Nabi saw, hingga saat ini – baik secara keagamaan maupun keduniaan (secular), menjadikan saya merasa bahwa Muhammad merupakan satu-satunya pribadi di dunia yang paling berpengaruh dalam sejarah kemanusiaan.’

Begitulah, bahkan non muslim sendiri secara sadar mengagumi kepribadian Nabi saw. Tidak hanya Hart, diluar sana banyak non muslim yang mau membuka diri kemudian jujur mengatakan bahwa sosok Nabi saw adalah manusia luar biasa dengan akhlak yang mengagumkan.

Pertanyaannya sederhana saja? Apakah kita sebagai muslim mengagumi sosok Nabi Muhammad saw sebagai pemimpin yang layak dicontoh? Apakah sebagai muslim mengimani beliau dengan penuh?



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment