Apr 18, 2014

Alasan Doa Tidak Dikabulkan, Penting....!!!

......Saya sudah melaksanakan sholat dhuha, tobat hajat, wirid surat al waqiah, dan saya sedang berusaha beramal 10% dari penghasilan.  Sebelumnya saya hanya beramal 2.5% dari penghasilan.  Akan tetapi sampai saat ini pertolongan belum datang juga, saya berpikir mungkin karena dosa saya begitu banyak maka Allah masih ingin menguji saya, atau mungkin cara-cara saya berdoa belum tepat. Mohon sekiranya biaya untuk pembelajaran ini bisa dilakukan melalui kartu kredit atau paypall, sehingga saya bisa mengikuti kelas ini.........(Email dari Saudara di luar negeri)


Jawab: Semoga segera dikabulkan? Amin

Apakah sobat sedang bekerja diluar negeri? Artinya anda adalah pahlawan devisa bagi negara kita. Insya Allah pahalanya mengalir terus. Selain anda ada beberapa orang yang berada diluar negeri termasuk warga asli Malaysia yang menginginkan panduan Rahasia Kunci Sukses. Namun mohon maaf sampai saat ini kami belum bisa menerima pembayaran melalui kartu kredit dan paypall.

Namanya doa sebenarnya tidak perlu dengan panduan ini dan itu, kami hanya sekedar menunjukkan papan petunjuk saja. Tidak menjadi memberpun bisa kok. Kalau menginginkan pemahaman yang penting banyak belajar. Belajar dari mana? Dari blog ini juga bisa.. :)

Mengapa kita merasa sudah berdoa namun pertolongan belum datang juga? Apakah karena banyak melakukan dosa? Bisa iya bisa tidak. Mana saya tahu Ilmu Tuhan? Tugas kita meminta, sementara Tuhan lah yang menentukan apakah doa kita segera dikabulkan atau menunggu proses dan waktu yang panjang. Ini bukan wilayah kita lagi.

Lalu mengapa tidak kunjung dikabulkan? Kalau menurut saya ini masalah pemahaman dalam hati. Semua doa pasti dikabulkan kok. Jaminan dari Tuhan Seluruh Alam. Jaminan ini ada dalam firman Allah dalam QS AL Ghafir dan Al Mukmin.

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.......... (QS Al Mukmin ayat 60)

Jadi, semua doa itu dikabulkan Allah swt, maka berdoalah dengan yakin seolah-olah hal itu sudah terkabul. Masalah proses yang melelahkan, menyakitkan dan membuat pusing sekali lagi ini hanya proses. Sudah biasa, sudah lazim dan memang lelah tersebut adalah sebuah hal yang harus ada sebagai syarat kepantasan.

Persoalannya kemudian adalah masalah keyakinan itu tadi. Kurang yakin dengan Rosulullah saw. Kurang yakin dengan Sang Pencipta. Padahal keyakinan atau iman adalah pondasi yang mendasar harus kita miliki. Kalau membahas tentang keyakinan atau iman maka pembahasan menjadi sangat panjang. Kalau berkenan mau belajar bisa disini. 

Ada sebuah cerita sederhana dan singkat. Saat itu saya jumatan di Masjid Istiklal Jakarta. Sebelum jumatan saya baca-baca buku digerai buku. Niat hati mau membeli (ini doa) namun apa daya ternyata uang tinggal 30.000. Seolah-olah doanya begini, "Ya Tuhan, saya mau buku ini tapi tidak mungkin karena uangnya tidak cukup. Tapi kami yakin Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu". Pas jumatan saya sedekahin saja 20.000. Tidak dapat buku dan uang juga berkurang banyak. Logikanya, semua menjadi seperti kacau, tidak jelas, matematikanya nggak masuk. Selang 2 hari kemudian entah mengapa saya ingin bertemu sahabat, diluar perkiraan sahabat saya mempunyai buku tersebut dan sudah dibaca habis sehingga diberikannya kepada saya. Kami mendapatkannya gratis dari teman, siangnya ditraktir makan. Kadang saya berpikir, "aneh juga ya?" Inilah kejadian sederhana yang bisa dipetik pelajarannya. Yakni keyakinan akan Kuasa Tuhan kadangkala diluar logika.

Hanya dengan keyakinan yang mampu menggerakkan seluruh jiwa dan raga agar bergerak (Action) menuju penjelmaan takdir. Menuju pengkabulan doa. Bagaimana supaya bisa yakin? Jelas anda harus mengajak hati ketika melakukannya. Maksudnya kekhusukan, penghayatan dll harus benar-benar terasa dalam hati sebagai indikasi menjadi hamba yang lemah yang membutuhkan pertolongan. Dalam bahasa quantum, masuklah dalam gelombang alfa atau khusuk, karena hati hanya bisa berbicara ketika relaks, damai, santai dan bahagia. Ketika sudah alfa atau khusuk, maka kemudian akan timbul rasa pasrah, ikhlas dsb sebagai salah satu wujud pengaduan kepada Tuhan. Kalau sudah begitu maka segala niat-niat dan doa kita akan mudah terkabulkan dikarenakan hati sudah bersinggungan dengan frekuensi Tuhan (Bahasa saya). Yakni iklhlas, pasrah dan tawakal.

Kalau anda berdoa namun masih saja belum khusuk yang diindikasikan dengan perasaan mengapa belum dikabulkan maka itu artinya hati anda masih dipenuhi dengan keragu-raguan. Maka seharusnya berbahagialah karena anda sudah berdoa melalui sholat dhuha, tobat hajat, wirid surat al waqiah, sedekah 10% dari penghasilan, dan kalau bisa jangan ada pertanyaan lagi. Maksudnya pertanyaan kapan ya? Mengapa belum ya? Kenapa ya?. Cukup berdoalah kemudian berbahagialah... Namun kadangkala kita banyak meminta melalui media amalan rezeki yang kita tidak tahu apa artinya, apa tujuannya. Menurut saya hal ini hanya membuang-buang waktu saja. Kalau anda rutin melakukan sholat rezeki misalnya, namun tidak tahu apa maksudnya, apa artinya dsb hal ini tidak akan membangkitkan keyakinan, keikhlasan dll yang signifikan. Padahal setrum keyakinan itu tadi yang menggerakkan diri menuju doa. Ia adalah bahan bakar bagi kendaraan untuk menuju tujuan.

Apakah salah kalau bertanya? Tidak salah, namun level doa yang baik adalah meminta kemudian berbahagia dengan doa tersebut karena yakin Allah akan mengabulkan. Mau besok, bulan depan, tahun depan tidak ada masalah karena itulah yang terbaik menurut_Nya, bukan terbaik menurut kita, kecuali kita merasa lebih hebat dari_Nya.

Berikut ini tips yang Insya Allah bermanfaat

#. Doa yang jelas sehingga khusuk pikiran dan perasaan. Ucapkanlah doamu dengan berendah diri dan suara yang lembut agar hati tergetar. Ini bertujuan agar kekhusukan tersebut bisa membangkitkan keyakinan dalam hati. Relaks dan santai adalah pintu masuk pertama bagi kekhusukan (gelombang alfa), jadi kalau bisa jangan berdoa ketika hati sedang diliputi oleh emosi. Yang ada bukan keyakinan namun syetan lah yang akan masuk.

Berdoalah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (Q.S. Al-A’raf:55)

#. Harap dan cemas agar hati anda luluh kepada kekuasaan dan kecerdasan Tuhan dalam meminta. Mengapa? Karena seringkali kita lebih suka menyandarkan kepada kecerdasan diri yang terbatas. Harap, cemas dan khusuk yang disandarkan kepada_Nya, bukan kepada logika atau akal pikiran kita. Bisa jadi doa tersebut kelihatan mustahil oleh akal, namun terasa sangat jelas gaungnya didalam relung hati. Lagian kalau Tuhan sudah berkehendak siapa yang sanggup menahan? Inilah keyakinan...

“Sesungguhnya, mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) segala kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.” (Q.S. Al-Anbiya’:90)

#. Yakin dikabulkan. Keyakinan ada di hati bukan dimulut. Mulut adalah pintu gerbang pertama menuju hati. Maka jadikanlah pintu gerbang tersebut terbuka dan pemahaman dari doa mampu merasuk ke dalam hati. Jadi percuma saja anda berdoa sampai mulut berbuih sementara hati lalai. Makanya berdoalah dengan bahagia karena bayangan pengkabulan terasa sangat jelas di hati. Masalah waktu, Tuhan lebih Mengetahuinya kapan waktu yang pas, layak dan pantas bagi kita untuk menerima.

Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadits, yang sanadnya dinilai hasan oleh Al-Mundziri, dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian berdoa kepada Allah maka berdoalah kepada-Nya dengan penuh keyakinan bahwa doa tersebut akan dikabulkan. Sesungguhnya, Allah tidaklah mengabulkan doa seorang hamba, yang dipanjatkan dari hati yang lalai.”

#. Tidak tergesa-gesa. Inilah pentingnya memasrahkan segala proses kepada Ilmu_Nya. Sebelum anda pasrah maka doa belum terkabul. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Tuhan Maha Tahu kapan saat terbaik bagi kita untuk menerima karunia_Nya. Jangan sampai sifat tergesa-gesa tersebut menjadikan doa kita lama terealisasi. Karena itu jelas sekali mengindikasikan keraguan yang nyata akan Kekuasaan Tuhan, Kemurahan_Nya.


“Doa salah seorang dari kalian akan dikabulkan selagi ia tidak buru-buru. (Yakni jika) ia berkata, ‘Aku telah berdoa kepada Tuhanku, tapi doaku tidak dikabulkan’.” (HR Al-Bukhari).

Ijinkan kami menyimpulkan mengapa doa tidak kunjung dikabulkan. Ini sangat penting sekali untuk kita pahami. Jawabannya sederhana saja, yakni kita tidak benar-benar mengajak hati ketika melakukannya, sehingga tidak ada keyakinan yang cukup untuk menggerakkan jiwa dan raga menuju tujuan pengkabulan. Kalau keyakinan sudah signifikan maka permintaan apapun akan mudah dikabulkan. Masalah kapan, itu sudah tidak menjadi pertanyaan. Kalau memahami hal ini maka tahu-tahu sudah terkabul, tahu-tahu sudah menjadi nyata. Wallahu a'lam 

Dipersembahkan oleh Rahasia Kunci Sukses, Rahasia Sukses dengan amalan dan doa. Bonus bimbingan 360 hari gratis. Klik disini



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment