Apr 30, 2014

Akulah Jalan Kebenaran dan Hidup

Berdebat masalah keyakinan tidak akan ada habisnya. Semua merasa benar sendiri. Secara logika diantara berbagai pilihan pasti ada satu yang benar. Lalu bagaimana supaya kebenaran itu bisa kita raih? Tentu saja belajar, memperluas cakrawala dan wawasan. Gunakan akal didalam menerima data-data, fakta sejarah dan lain sebagainya sampai ketemu premis atau kesimpulan yang meyakinkan. Kemudian gunakan hati nurani didalam menilai kebenaran tersebut.

Satu lagi, jauhkan dari iri dan dengki. Karena kebenaran tidak akan masuk kedalam hati yang penuh dengan kedengkian. Jangan pula ada kesombongan dalam hati, merasa benar dan yang lain salah kaprah. Buka pikiran buka hati menerima kebenaran. Insya Allah ilham kebenaran akan masuk meresak dalam jiwa dan raga menjadi sebuah keyakinan.

Ada sebuah ayat dalam kitab Injil yang mengatakan begini

#. Ayat Pertama

Kata Yesus [Isa as] ... Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Ayat ini dijadikan bahan perdebatan yang tiada pernah selesai. Kristen menganggap dengan menganut keyakinan kristen maka dijamin masuk surga. Sedangkan di Islam tidak ada jaminan sama sekali.

Apalagi Yesus sudah menebus dosa manusia. Artinya jika ada dosa yang dilakukan oleh manusia pasca kematian Yesus, maka itu semua otomatis sudah tertebus. Seberapa besarpun dosa yang dilakukan maka akan tertebus. Hal ini menyebabkan keamanan, kedamaian dan kebahagiaan bagi kristen dikarenakan dosa-dosa mereka sudah ada yang bertanggung jawab menebusnya yakni Yesus. 

#. Ayat ke Dua

"Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi dibangkitkan menurut Roh" (Injil, 1 Petrus 3:18).

Ini tentu saja jaminan yang sangat menarik. Lumrah sebagai manusia yang tergiur dengan adanya jaminan dan kepastian. Apalagi ketika menyangkut dosa dan kesalahan. Ketika kita mencuri, berzina, membunuh dan kejahatan lainnya maka secara fitrah kita mengakui bahwa hal ini adalah kekeliruan dan dosa besar. Makanya kemudian mencari solusi bagaimana caranya supaya kezaliman yang kita lakukan bisa diampuni. Dalam bahasa lainnya, bisa lepas tangan dari apa yang sudah kita kerjakan oleh tangan kita sendiri.

kemudian ada yang menawarkan, percayalah kepada Yesus, maka akan selamat. Dosa-dosamu akan diampuni semuanya, dan kamu akan masuk surga. Ini jaminan. Makanya banyak yang tertarik. "Maukah anda saya kasih tahu, minum baygon segelas, maka anda akan kaya raya, dijamin". Ini juga penawaran menarik sekali. Namun manusia mempunyai logika. Memang menarik namun mana ada yang mau minum baygon?. Maksud saya sebelum menerima sebuah penawaran, pikirkan dulu dengan akal sehat. Pelajari penawarannya dengan seksama, kemudian putuskanlah berdasarkan akal.

Maka saya ucapkan selamat kepada muslim. Mengapa demikian?
  • Muslim mempercayai bahwa Yesus adalah jalan kebenaran dan hidup. Khususnya bagi Bani Israil yang tidak akan sampai kepada Tuhan melainkan melalui jalan/ ajaran Yesus.
  • Muslim menghormati Yesus dengan penghormatan yang sangat baik. Mensucikan namanya dan meyakini kata-katanya adalah benar. Jadi yang ditekankan adalah kata-kata Yesus bukan yang lain seperti Paulus dan rahib-rahib yahudi dan nasrani lainnya
  • Karena muslim percaya kepada Yesus, sebagaimana kepada Musa as, Ibrahim as dan nabi-nabi lainnya dengan tidak membeda-bedakan. Bahkan mengamalkan ajaran-ajaran beliau dengan konsisten. Sunat, tidak makan babi, tidak mabuk-mabukan dan ajaran-ajaran lainnya, semuanya.

Maka jika menilik kepada ayat pertama diatas, seharusnya muslim yang selamat. Mengapa demikian? karena percaya dengan Yesus dan mengamalkan ajaran-ajarannya, tanpa menyelewengkan sedikitpun.

Kalau ada Yesus, Paulus, Yohanes, Yakobus, Petrus, Barnabas dan rahib-rahib lainnya. Jika antara ajaran yang satu bertentangan dengan ajaran yang lain. Atau yang satu menghilangkan yang lain. Atau yang satu menggantikan yang lain. Menurut anda dari sekian banyak orang diatas siapa yang paling benar? Siapa diantara mereka yang selamat? Tentu saja dengan logika sederhana jawabannya adalah Yesus.

Kesimpulannya adalah, jika ingin selamat maka ikutilah Yesus dan ajaran-ajarannya, khususnya kepada bani israil. Jangan menyelewengkannya. Jangan merubah dan menggantinya. Inilah logika sederhana untuk mencapai kebenaran.

Bersambung...



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment