Mar 17, 2014

Sudah Tepatkah Alasan Anda Resign?

Zul, walaupun sudah pukul 02.00 dini hari ia belum juga memejamkan matanya untuk istirahat dan tidur. Ia masih saja berkutat pada pekerjaan barunya yakni otak-atik komputer. Sejenak Zul berhenti kemudian menerawang jauh seraya membatin, apakah keputusannya resign sudah benar? Apakah sudah tepat alasan ia resign? Ternyata keraguan itu sedikit banyak menggelayutinya.

 
Beberapa bulan yang lalu Zul resign dari pekerjaannya sebagai seorang manager disebuah perusahaan distribusi. Ia resign dikarenakan mempunyai tujuan lain yang besar. Ia ingin menjadi orang besar yang mampu memberikan inspirasi kepada dunia tentang arti perdamaian. Ia ingin bermanfaat kepada sesama dalam artian yang seluas-luasnya. Bisakah?

Lalu mengapa Zul otak-atik komputer? Ternyata ia menyukainya dan sudah mendapatkan penghasilan yang lumayan. Gajinya sebagai manager sewaktu Zul masih bekerja sebesar 12 juta rupiah sementara penghasilan dari usaha komputer yang ia tekuni beberapa bulan ini masih sekitar 4-5 juta rupiah. Belum cukup mengimbangi gajinya namun sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, asal agak berhemat.

Zul menginginkan usaha komputernya laris manis sehingga memberikan penghasilan besar. Tidak tanggung-tanggung, ia mempunyai target 1 juta rupiah sehari. Sebenarnya masuk akal, karena baru kerja beberapa bulan saja penghasilannya sudah ratusan ribu perhari. Kalau ia sudah kaya, maka rencananya Zul membuat sebuah sistem, sehingga nantinya sistem yang bekerja untuk Zul. Lalu mau kemana Zul? Ada 2 hal yang ingin dipelajari. Yang pertama ingin menjadi penulis dimana dengannya bisa menjadi media supaya ia dikenal dunia. Yang ke 2 ingin berkecimpung di dunia politik sehingga ada wadah baginya untuk bermanfaat dan memberikan inspirasi bagi dunia. Semua ia niatkan dengan tulus agar menjadi pribadi rahmatan lil aalamin demi tujuan lain yang lebih besar yakni Ridho Ilahi..

Mantap sih.. Namun manusiawi ketika Zul kadangkala gundah gulana. Apa benar bisnisnya bisa bertahan dan berkembang? Apa iya alasan resignnya sudah benar? Bagaimana nanti kalau gagal kemudian menjadi karyawan lagi? Bukankan Zul sudah berkomitmen untuk tidak kembali lagi? Aaacch... Manusiawi banget.

Sebagai teman saya hanya menasehatkan begini...

"Zul, keputusan engkau sudah benar. Saya salut karena engkau ada kepedulian besar terhadap perdamaian dunia. Sebagai manusia wajar kalau kadangkala gundah gulana, makanya mintalah kepada Allah swt untuk menguatkanmu. Saya yakin engkau akan sampai Zul. Sampai kepada doa sucimu. Bukankah Tuhan sudah berjanji akan mengabulkan segala doa? Apalagi doa untuk bermanfaat buat sesama. Jalani dengan sepenuh jiwa aktifitasmu Zul. Gagal atau berhasil cuma bumbu-bumbu penyedap, yang pasti engkau akan sampai kepada cita-citamu. Pahit-pahitnya kalau engkau gagal ditengah jalan dikarenakan umur, maka engkau akan sampai kepada tujuan abadimu. Bukankah surga adalah tujuan sejatimu?." Keep move on Zul, aku bangga padamu...

Anyway alasan Zul resign sudah benar. Nah sudahkah alasan resign anda juga benar?
  • Kalau hanya mengejar harta dan kekayaan maka bisa berhasil bisa juga gagal. Ini bukan alasan yang tepat.
  • Jika tujuannya supaya bisa mengasah passion pribadi yang berseberangan dengan pekerjaan anda, ini sudah benar. Tetapi tetap saja perlu proses yang panjang.
  • Jikalau tujuanmu adalah kaya raya, agar bisa bermanfaat untuk sesama. Menjadi pribadi yang shalih menuju surga dalam bingkai Ridho Ilahi, inilah yang benar. Walaupun prosesnya penuh lika liku maka itu adalah jalan kepantasan. Katakanlah anda belum kaya atau malah cenderung lebih miskin dari sebelumnya juga belum begitu bermanfaat untuk sesama dsb maka hal itu tidaklah terlalu membuat anda khawatir. Mengapa? Bukankah tujuan utama bukan itu? Bukankah tujuan sejati anda adalah Ridho Ilahi?

Kecuali anda berbohong kepada dirimu sendiri, tujuan saya adalah Ridho Ilahi, tetapi dalam perjalanan tidak kunjung kaya kemudian berputus asa. Kalau begitu jujur saja tujuan anda adalah harta benda dunia selepas resign. Makanya ketika tidak kunjung kaya anda stress. Instrospeksilah...

So kalau tujuan utama anda adalah Tuhan Seluruh Alam, maka tujuan jangka pendek yakni kaya raya, kemudian tujuan jangka panjang yakni bermanfaat untuk perdamaian dunia, lakukan mulai sekarang apa-apa yang akan mendekatkanmu kepada Tuhan. Bekerjalah maksimal agar anda kaya, lalu gunakan kekayaan itu untuk manfaat sesama. Penuhi perintah Tuhan dan jauhi larangan_Nya. Insya Allah anda akan kaya, bermakna kemudian sampai kepada Tuhan. Wallahu A'lam

Mau belajar spiritual resign code lebih detail dan lengkap. Klik disini untuk penjelasannya

Add

http://produsenjaketseragam.blogspot.com/


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment