Mar 23, 2014

Sobar sabar... Persetan Dengan Motivator

Namanya hidup pasti ada dinamikanya. Kadang senang kadang susah, sudah biasa dan memang harus begitu. Terus maunya yang bagaimana?. Seringkali kita merasakan ujian yang berat sehingga perasaan ini semakin terhimpit. Masalah itu bisa keuangan, relasi, kesehatan dan lain sebagainya.



Syahdan, Budi sedang ada masalah keuangan yang membuatnya benar-benar stress. Luar biasa stress. bagaimana tidak? Saat itu ia tidak ada uang sama sekali, sementara anaknya sedang sakit, istrinya nangis terus melihat demam anaknya tidak reda-reda. Tambah lagi baru saja kedatangan debt collector yang nagih cicilan rumah 5 bulan belum dibayar. Budi diberikan tenggat waktu seminggu untuk melunasi cicilan rumahnya. Kalau tidak dibayar rumahnya mau disegel.

Datanglah temannya menenangkan Budi yang sedang pening kepala

"Bud, yang sabar ya? Tuhan menyukai orang yang sabar" Kata Andi temannya
"Thanks Ndi" Jawab budi yang menjawabnya dengan malas

"Bud, masalah hidup itu biasa, kalau nggak ada masalah ya jangan hidup. Solusinya lu harus sabar sembari instrospeksi, siapa tahu ada kesalahan yang perlu diperbaiki" Lanjut Andi kawannya
"Iya Ndi" Jawab budi singkat

"Bud, masih banyak diluar sana yang kekurangan. Jangankan beli baju, untuk makan saja susah. Sukuri saja ya Bud" Kata Andi

Budi mukanya memerah pertanda ia emosi.. Entah sama siapa

"GUA TIDAK MEMBUTUHKAN NASEHAT, YANG GUA BUTUHKAN UANG UNTUK BEROBAT ANAKKU, PERSETAN DENGAN MOTIVATOR, GUA GAK BUTUH" Jawab Budi dengan suara keras
"Ya sudah, Bud, saya sebagai teman hanya bisa memberikan nasehat, agar beban bisa berkurang" Jawab Andi. Sabar ya Bud

"Sobar sabar persetan...!!! Ndi, dengar ya? Terimakasih nasehatnya. Tetapi saat ini gue butuhnya uang bukan nasehat. Jangankan Pak Mario, Obama saja tidak akan saya dengarkan nasehatnya... Sekarang tolong tinggalkan saya, sebelum gua bawakan parang.. PERGIII....!!! Jawab Budi marah

Akhirnya Andi ngacir.... Ketakutan dia.. Hehehe

Orang lagi butuh duit malah diberi nasehat. Harusnya berikan si Budi duit buat berobat anaknya. Lah mau diberi duit dari Hongkong, orang Andi juga lagi bokek berat.. :)

Inilah cerita sehari-hari yang kadangkala kita dengar. Lalu solusinya bagaimana??

Kalau jawaban saya sama dengan Andi. Tetapi ketika anda membaca solusi dari saya maka ketahuilah bahwa saya sudah ngacir duluan. Khawatirnya engkau juga membawa parang.... Hehehe

Inilah solusinya:
  • Yang pasti coba mencari pinjaman... (Si Budi lagi ngintip nih. Dia membatin, sudah pinjam kesana kemari tetapi nggak ada yang mau minjemin)
  • Yang kedua jual barang yang ada dirumah. Bisa HP, Komputer, kipas atau yang lainnya... (Si Budi menjawab, orang rumah saya sudah kosong mlompong)
  • Yang ketiga jangan nyolong. Usaha lebih keras lagi mencari pinjaman (Si budi ngomong: Takut dosa saya, tetapi saya sudah putus asa cari pinjaman)
  • Minta kepada Yang Maha Kuasa (Budi menjawab dari kejauhan: Bahkan saya sudah nangis-nangis sewaktu sholat tahajud.
  • Ini solusi manjur yang terakhir... Sama seperti nasehat Andi..... "Sabar.........!!" (Budi mulai emosi berat: "sabar dari Hongkong??")
  • Derita elo.... Hehehe

Nagciiiiirrrr.....!!!

Pembaca....
Tapi bener kok... Kita harus sabar tiada batas. Bayangkan saja cobaan dan ujian generasi terdahulu. Saat jaman Nabi saw cobaannya benar-benar luar biasa sampai-sampai sahabat mulai banyak yang mengeluh dan meragukan pertolongan Tuhan, "Kapan datangnya pertolongan Tuhan?". Kata-kata itu keluar ketika bertahun-tahun dalam penindasan, bertahun-tahun dalam peperangan namun belum nampak juga adanya secercah harapan. Belum datang juga pertolongan Tuhan.

Atau pada jaman penjahan Belanda saat itu. Bagaimana para pahlawan berjuang dari generasi ke generasi sampai 350 tahun lamanya.

Allah swt berfirman

"Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat" QS Al Baqarah 214

Jadi, seraya mencari solusi permasalahan hidup kita, tetaplah bersabar atas ujian_Nya seberat apapun itu dirasakan. Karena kita mengharapkan hasil akhir yang baik, bukan proses yang melelahkan. Tetaplah fokus kepada hasil akhir yakni pertolongan Tuhan pasti datang dalam waktu dekat melalui kesabaran. Dekatnya kapan??? Khan sudah dibilang, fokus saja pada kesabaran menjalani hidup...

"Iya saya tahu dan saya sabar, pertanyaannya adalah kapan datang pertolongan?"
"Itu berarti kamu nggak sabar...!!"

"Sabar kok, cuma kapan ada solusi?????"
"Ya sabar saja"

"Sabar sampai kapan?"
"Ya sabar saja"

Dari pada berantem, kau kunjungi link ini deh....



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment