Mar 9, 2014

Pertanyaan Paling Penting Rahasia Kunci Sukses

Assalamualaikum wr.wb. Pa Adin yang saya hormati saya sangat berterimakasih atas segala motivasi yang anda berikan, memang jujur saja  saya berharap bisa seperti yang bapak ungkapkan diatas.Saya ingin berubah 180 derajat dari realitas kehidupan saya yang sekarang saya jalankan. Saya tidak menampik saya ingin sukses dan berhasil seperti anda dan orang sukses lainnya, tapi kadang banyak pertanyaan muncul dalam benak saya yang kadang mungkin ini juga bagian dari sisi negatif jiwa saya yang seperti bapak uraikan tadi. Diantara pertanyaan saya yakni,
  • Apakah ritual yang bapak ajarkan sesuai dengan syariat islam?
  • Apa jika saya melakukannya itu akan menjadikan saya musyrik kepada Allah? 
  • Apa benar bapak mendapatkan kesuksesan yang bapak raih secepat itu??
  • Dan kadang saya bertanya dalam hati apa benar testimoni yang bapak rangkai di blog bapak adalah benar dari org2 yang telah berhasil setelah menjadi member bapak atw maaf mungkin itu hanya serangkaian kata yang hanya untuk menarik minat orang  agar mau menjadi member bapak?...

Maaf kalau saya lancang mempertanyakan semua itu tapi itulah mungkin sisi kehidupan saya.ya kalau menurut pandangan bapak saya  terlalu naif atw terlalu over protective terhadap diri sendiri atw bahkan mungkin terlalu negatif thinking saya mohon maaf yang sebesar-besarnya tapi tidak lain hal saya hanya butuh sedikit penjelasan dari bapak mengenai hal itu,maaf mungkin klu boleh jujur saya takut kena
tipu pak..hheee....

Tapi saya yakin bapak bisa memberikan penjelasan dengan arif dan bijaksana,karena jujur saja pak selama ini sy juga sudah banyak menjalankan ritual seperti yang ustad.Yusuf Mansur katakan seperti tahajud, sedekah, sholat duha,mengaji surat waqiah dan amalan zikir  lainya untuk menarik rezeki (maaf saya bukan bermaksud riya ya pak memang sedikit ada pengaruh dalam hal rizki tapi tidak terlalu signifikan perkembangan nya

Ya mungkin juga saya belum konsiten dan on time dalam melaksanakannya atw mungkin juga masih banyak dosa yang menghalangi jalan rizki saya...tapi bukan saya tidak percaya kepada Allah swt. Saya yakin mungkin belum ada jalan keluar dari permasalahan hidup saya ini.

Mungkin itu sekelumit pribadi saya yang bisa saya uraikan, saya harap bapak bisa membaca karakter saya seperti apa dan harus dengan cara bagaimana sih agar percepatan rezeki itu bisa datang kepada diri saya.
http://rahasiakuncisukses.com/?id=wahyu

Thanks atas perhatiannya saya harap bapak bisa memberikan masukan yang lebih terhadap saya..Aamiin

Nb:Klu boleh saya mau minta no hp bapak.thanks

Jawab:  Waalaikum salam.. Ini pertanyaan dari salah satu sahabat kita via email. Anggap saja namanya Pak Andi... Ini pertanyaan sangat penting untuk kita simak bersama-sama. Saya malah berterimakasih atas pertanyaan seperti ini.

Namun mohon maaf kali ini belum bisa saya jawab panjang lebar dikarenakan kesibukan hari ini (minggu) lumayan padat. Malam minggu ada pertemuan sosial, kemudian menemui tamu seorang Ustadz Muda. Dilanjut dengan ajang silaturahim warga dalam acara olahraga bulu tangkis. Sekitar jam 2 dini hari baru kelar. Pulangnya saya musti menjawab beberapa SMS dan email. Sehingga tidur nyaris hanya beberapa jam saja.

Minggu pagi keluar kota dikarenakan ada acara keluarga, kemudian pulang ke rumah sekitar Isya. Langsung pergi lagi memenuhi undangan tokoh masyarakat. Selesai acara undangan tersebut saya harus mengunjungi salah satu orang karena ada yang harus dibicarakan. Tengah malam baru sampai rumah lagi dan membaca email tersebut diatas.

Email diatas sudah saya edit sedikit, namun substansi tetap tidak berubah. Soalnya kalau tidak saya edit mungkin anda akan kesilitan membacanya dikarenakan bahasanya banyak yang disingkat. :)

Yang pasti nanti akan saya bahas satu persatu dengan lebih detail, Insya Allah

Pertanyaan yang ada dibenak anda adalah wajar dan malah harus seperti itu. Pertanyaan membutuhkan jawaban makanya anda email saya. Sebagaimana pertanyaan "Mengapa hidupku susah terus ya?" Maka tanyakanlah dan carilah jawabannya, setelah ketemu jangan diam saja, tetapi lakukan (action)

Apakah amalannya sesuai syariat Islam? Saya nggak tahu bagaimana menjelaskannya Mas, karena saya bukan Ustadz seperti Yusuf Mansyur. Tetapi semua aktifitas spiritual tersebut saya niatkan untuk mencari kebenaran. Apakah dhuha itu musyrik? Bisa iya bisa tidak. Musyrik kalau menganggap Dhuha adalah mahluk atau jimat atau apapun yang membuat rezeki kita lancar. Tetapi kalau meyakini dhuha adalah media yang dianjurkan Tuhan bagi kelancaran rezeki, saya pikir tidak musyrik. Dhuha adalah sarana sementara semua rezeki Allah yang atur.

Musyrik itu apa sih? Ia bermakna bersyarikat atau bersekutu. Jadi orang yang menganggap Allah swt mempunyai sekutu didalam penciptaan langit dan bumi maka ia telah musyrik. Kalau anda menganggap dhuha misalnya adalah sekutu Allah maka itu artinya musyrik. Orang yang menganggap dan meyakini obat itu menyembuhkan penyakit maka ia musyrik. Tetapi kalau menganggap semua terjadi dengan Ijin Allah maka itu bukan musyrik.

Maka hati-hati.. Kalau anda menganggap dengan keyakinan bahwa dhuha itu bukan media atau sekedar wasilah/ sarana jika diterapkan dengan rutin maka rezeki anda akan lebih lancar, maka sesuai analogi diatas termasuk kategori musyrik juga. Mengapa? Karena tidak percaya sepenuhnya kepada Allah, kemudian menganggap ada sesuatu yang lain yang bisa memperlancar rezeki. Satu hal yang harus dicamkan, kami tidaklah mungkin mengajak anda membakar dupa, membakar kemenyan, memberi sesajen ke pohon atau laut dll. Ini sudah jelas, Musyrik.. :). Masalah ini nanti dibahas lagi lebih detail.

Apakah kesuksesan saya bisa secepat itu? Kalau dilihat dari rezeki iya. Atau paling tidak pernah berkali-kali mengalami keajaiban rezeki. Tetapi marilah kita jangan terfokus dahulu dengan harta benda karena apa? Karena substansi pertama dari amalan rezeki bukanlah harta benda tetapi lebih ke arah membangkitkan keyakinan akan Kuasa_Nya. Harta benda hanyalah efek samping saja. Jangan salah Mas, pada titik tertentu harta benda kami sangat melimpah, namun pada waktu yang lain bisa sangat berkurang bahkan amat sangat minim. Bisa jadi saat tertentu mobil saya ada 4 (pernah lho?), tapi pada lain waktu tinggal 1. Bisa jadi pada saat tertentu saya mempunyai aset ratusan juta bisa jadi dilain waktu aset tersebut hilang. Yang penting "Woles saja". Tetapi sekali lagi bukan itu masalahnya. Jika kita sudah berhasil membangkitkan keyakinan atau bahasa Islamnya "iman" maka kaya miskin secara materi tidak begitu masalah. Karena hati kita sudah kaya. Harta benda boleh naik turun tetapi keyakinan terus meningkat. Nanti juga akan dibahas detail. Insya Allah

Apakah testimoni yang saya cantumkan adalah nyata tanpa adanya kebohongan? Gimana ya menjawabnya. Prinsipnya nyata Mas.. Memang sebagian saya edit, sebagaimana pertanyaan anda ini. Email anda juga sedikit saya edit tanpa menghilangkan substansinya. Testimoni saya dapatkan dari berbagai sumber. Ada yang via email, blog, BB, SMS, dll.

Mungkin ada yang menganggap testimoni adalah cara saya menggaet member. Memang benar mas, anda benar sekali. Saya menjual buku panduan serta ada bimbingan rutin selama 360 hari. Testimoni yang saya cantumkan bertujuan agar produk saya laku. Jujur panduan ini adalah salah satu keran rezeki kami dimana ribuan member (maaf saya tidak menghitung) sudah terdaftar. Tetapi prinsip saya "tidak boleh ada kebohongan". Simpel..

Siapapun juga trauma kalau kena tipu. Jikalau anda membeli produk diinternet kemudian merasa tertipu karena belum melakukan dengan maksimal menurut saya tidak elok. Lebih baik positif saja. Bisa jadi karena kita belum menjalankan dengan maksimal apa-apa yang dianjurkan makanya hasil tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Penipuan itu jelas. Jika anda menawar jeruk dengan harga 50.000, sementara pedagangnya bilang, "kemarin ada yang nawar 60.000 tidak saya kasih" padahal tidak ada yang menawar demikian. Maka jelas pedagang itu telah menipu.

Anyway, anda sudah menjalankan apa saran Ustadz Yusuf Mansur itu benar adanya. Itu sudah lebih dari cukup. Yang jadi masalah adalah kebanyakan kita menerapkan amalan tersebut tidak sepenuhnya benar. Tidak benar-benar memahami substansi. Kita lebih fokus terhadap amalan rezeki yang mempu membuka keran rezeki kita bukan Allah. Ini tentu saja tidak benar. Kata anda musyrik barangkali hehehe. Bukan amalan rezeki, bukan zikir dan wirid tetapi Allah. Amalan rezeki adalah wasilah untuk membangkitkan keyakinan. Sementara keyakinan itulah yang menggerakkan jiwa dan raga untuk berjalan menuju doa. Tanpa keyakinan menurut saya sia-sia belaka. Sia-sia anda membaca wirid ribuan kali tanpa adanya ruh didalamnya.

Marilah kita sama-sama belajar. Saya, anda dan pembaca semua jangan pernah berhenti belajar. Jangan pernah merasa bisa, merasa hebat, merasa pintar dan kesombongan lainnya. Lebih baik orang bodoh namun tulus dalam belajar dari pada Ulama yang merasa hebat. Karena kesombongan adalah saudara sejati dari setan. Padahal setan hanya sekali sombong, dimana sebelumnya selama ribuan tahun menjadi mahluk tertinggi. Lebih tinggi dari malaikat.

Terakhir, saya memang membuat panduan Rahasia Kunci Sukses dan Magis7. Anda dan saya bisa belajar disana. Bagi yang sudah member mari belajar selama 360 hari full bersama saya. Sabar selama 360 hari ya? :) Bagi yang belum member satu hal yang harus dipahami, panduan saya sama sekali bukan paksaan. Kalau mau ayok, kalau belum berkenan tidak ada masalah. Kami tetap mendoakan kebaikan untuk kita bersama. Wallahu A'lam. Amin



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment