Mar 19, 2014

Membangkitkan Keyakinan Tanpa Batas Bag. 2

Beberapa artikel sebelumnya misal disini dan disini membahas pembukaan atau mukadimah tentang keyakinan. Pada ujungnya nanti kita akan membahas keyakinan tanpa batas ruang dan waktu. Keyakinan yang menembus keduanya sampai waktu yang tidak terhingga. Apa yang akan dibahas nantinya? Catat. Inilah bab-bab yang akan kita bahas
  •  
  • 3 macam keyakinan. Keyakinan memakai mata, memakai akal, memakai "iman". Keyakinan memakai mata adalah milik orang awam, keyakinan memakai akal dipunyai oleh pengusaha/ enterpreneur sementara keyakinan dengan iman adalah milik orang-orang spiritual 
  • Sandaran keyakinan yang salah kaprah. Menyandarkan diri kepada batu, roh, patung, diri sendiri dll. Ini keyakinan yang salah kaprah.
  • Belajar dari sejarah. Kita juga akan belajar dari sejarah masa lalu. Sejarah awal alam semesta, penciptaan bumi, adanya Nabi dan Rosul, sampai sejarah masa kini.
  • Belajar sejarah masa depan. Nah lo? Masa depan kok ada sejarahnya? Iya ada. Nanti kita juga bahas
  • Logika Tuhan adalah Kun Fayakun. Tidak mengikuti logika malaikat apalagi manusia. Bukan memakai nafsu manusia apalagi Iblis. Logika Tuhan mutlak adanya.
  • Khabar masa depan atau isarat/ bisyaroh. Yaitu khabar tentang masa depan/ ramalan/ isarat dari berbagai sumber. Dari dukun/ paranormal, dari ilmuan, dari setan, dari Nabi dan Rosul dan bisyaroh dari Sang Pencipta.
  • Janji Tuhan untuk manusia, ruang, masa dan waktu. Membahas tentang berbagai janji Tuhan yang sifatnya kekal.
Yang pertama adalah 3 macam keyakinan

1. Keyakinan  memakai panca indera

Keyakinan ini ketika kita sudah melihat dengan mata kepala sendiri serta sudah merasakan dengan panca indera secara langsung. Sebagaimana Apel tua berwarna merah yang manis rasanya. Ketika kita sudah melihat warna buah apel kemudian merasakan manisnya maka kemudian anda percaya bahwa apel itu berwarna merah dan rasanya manis.

Ketika ada yang bertanya apa warna buah apel? Bagaimana rasanya? Maka anda akan mengatakan dengan mantap, Apel itu merah warnanya dan rasanya manis. Padahal ada apel yang warnanya kuning atau hijau dan rasanya kecut.

Anyway, inilah keyakinan dengan memakai indra penglihatan dan pengecapan. Keyakinan yang dipunyai oleh sebagian besar orang. Percaya kalau sudah melihat dengan mata kepala sendiri kemudian merasakannya.

2. Keyakinan menggunakan akal

Keyakinan ini dipunyai oleh enterpreneur atau pengusaha. Keyakinan menggunakan akal tidak harus melihat dan merasakan secara langsung namun ia meyakini suatu hal. Contoh, 30 tahun yang lalu ada orang yang mengatakan, "saya mau menjual air kemasan". Mungkin kalau kita hidup 30 tahun yang lalu akan mengatakan, "Gila lo ya?"

Tetapi inilah keyakinan enterpreneur. Ia melihat sebuah peluang usaha yang sangat menjanjikan. Semua manusia butuh minum dan menginginkan kemudahan dalam konsumsi air minum. Kegilaannya atau bahasa saya keyakinannya menjadi nyata saat ini. Air minum kemasan merek Aqua benar-benar mendominasi air dalam kemasan di seluruh pelosok dunia. Yang mempunyai ide tersebut menjadi orang yang kaya raya.

Orang yang mempunyai keyakinan ini jauh lebih sedikit dibanding orang yang mempunyai keyakinan dengan panca indra. Sekitar 10% saja dari total penduduk bumi atau lebih kecil dari itu. Ia yang menggunakan akalnya, instingnya dan kemampuannya dalam melihat kemampuan. Ia meyakini suatu hal yang tidak bisa dilihat kebanyakan orang lainnya.

3. Keyakinan dalam iman

Keyakinan ini dipunyai oleh segelintir orang saja. Sangat sedikit orang yang benar-benar meyakini dalam iman. Mata tidak bisa melihat, akal tidak bisa menjangkau namun ia meyakini dengan total sebuah hal yang tidak bisa dipahami oleh sebagian besar penduduk dunia.

Contoh, pada 1400 tahun yang lalu ketika terjadi perang Khandaq ada seorang sahabat yang bertanya kepada Nabi saw. Ya Nabi, mana duluan yang akan kita taklukkan, konstantinopel atau romawi? Nabi saw menjawab, konstantinopel akan ditaklukkan duluan. Kurang lebih begitulah kisahnya. Perlu diketahui pertanyaan tersebut ditanyakan pada saat membangun parit yang sangat panjang dan luas. Tentara muslim yang berjumlah 3.000 dikepung oleh sekutu Kristen dan Yahudi. Ketika mendengar jawaban Nabi saw maka banyak Yahudi yang saat itu ikut membantu perang khandaq tertawa dan berucap kurang lebih begini, "Gila lo ya? sudah untung kita tidak mati, sempet-sempetnya nanyain itu, ngimpiiii". Begitulah bahasa saya. Hehehe

Konstantin dan Roma pada saat itu ibarat Amerika dan Rusia, sementara kaum muslim adalah sekumpulan bangsa yang kecil dan lemah pada saat itu. Mana mungkin bisa menaklukkan konstatinopel yang sangat luas dengan tentara-tentaranya yang luar biasa banyak dan hebat? Mustahil.

Namun sahabat meyakini dengan keyakinan total. Mata tidak bisa melihat, akal tidak bisa menjangkau namun ia percaya bahwa ada momentum dimana konstantin pasti takluk kepada pasukan muslim. Dan tahukah anda sabda Nabi saw tersebut terpenuhi 800 tahun kemudian? Inilah keyakinan dengan iman.

Keyakinan ini terletak kepada apapun yang dikatakan Nabi saw adalah benar, karena apapun kata-katanya adalah wahyu.

Begitulah 3 tingkat keyakinan. Kita akan membahas keyakinan ini lebih dalam dan detail di lain waktu.

Atau kalau anda tidak sabar sobat bisa kunjungi link ini untuk belajar step by step.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment