Mar 18, 2014

Membangkitkan Keyakinan Tanpa Batas Bag 1

Dirimu adalah apa yang engkau yakini. Keyakinan adalah jaminan kesuksesan, ragu-ragu adalah jaminan kegagalan. Keyakinan adalah hal-hal ghaib tentang masa depan yang kita yakini akan dialami dengan nyata dan real. Keyakinan adalah tentang masa depan yang belum mampu kita lihat dan ketahui namun terasa jelas di pelupuk mata.


 
Cerita 1, Edan

"Saya pasti bisa kaya raya, mempunyai rumah mewah dan kolam renangnya. Mobil yang nyaman berharga milyaran. Berbagai properti yang tersebar diseluruh penjuru. Bisnis saya berkibar laksana awan di angkasa" Kata Budi

"Aaaahhh, ngayal loe, sejak kapan loe gila seperti itu? Sekolah aja hanya SD, sekarang masih jualan asongan, keturunanmu juga orang susah. Mana mungkin??? Edan loe ya?? Jawab Andi temannya

"Saya yakin sekali... Memang kelihatan mustahil tetapi keyakinan itu nyata" Jawab Budi

"Dasar gila loe ya?? Edan" Jawab Andi

Maka seiring waktu berjalan setahun, dua tahun sampai 10 tahun berikutnya apa yang terjadi kepada Budi? Ia masih menjadi pedagang asongan. Ia stress dan saat ini benar-benar gila. Gila benaran....

"Kasihan loe Bud, mimpi boleh tapi jangan kebablasan" Kata Andi sewaktu melihat sahabatnya Budi yang Gila

Budi mempunyai keyakinan yang tinggi. Keyakinan akan kemampuannya yang seadanya cenderung kurang tapi merasa hebat. Ibarat pepatah, "kacang lupa sama kulitnya". Keyakinan yang tidak diimbangi dengan kemampuan.


Cerita 2, Takdir Miskin

Budi seorang karyawan pabrik tekstil dengan gaji yang cukup-cukupan sedang bercakap-cakap dengan Andi seorang satpam Pabrik

"Ndi, pinjem duit dong. Cepek aja buat beli susu anakku" Kata Budi

"Waduh, nggak ada Bud. Masak penjem ama gue. Gue khan cuman satpam doang. Harusnya gue minjem ama elo.." Jawab Andi

"Iya juga ya? Hadeh nasib kok kayak gini ya? Kerjaan berat gaji pas-pasan. Sukur bisa cukup sampai akhir bulan, seringnya tengah bulan sudah koma.." Kata Budi

"Ya sama Ndi... Pusing gue ini. Kapaaan saya bisa kaya ya?" Kata Andi

"Yah, kaya dari hongkong.. Mustahil bro.. Sekolah aja nggak tamat mimpi kaya. Udahlah terima aja nasib kita-kita ni.. Takdir memang harus miskin" Kata Budi

"Iya sih. Sudahlah terima saja nasib kita" Jawab Andi

Akhirnya sampai tua mereka berdua tetap miskin selamanya...


Cerita 3: Tuhan tidak Adil

Budi seorang buruh pabrik sedang ngopi-ngopi di malam itu dengan sahabat baiknya Andi. Andi adalah karyawan kantor dengan jabatan OB

"Ndi, kenapa ya gue hidup susah melulu? Kata ustadz harus sedekah, harus dhuha, harus membaca amalan ini dan itu seribu kali. Nyatanya hidupku gak berubah juga.. Sedeng kali ntu Ustadz kali ya? Kata Budi memulai obrolan

"Hahahaha... Emang yang bikin elo kaya itu amalan apa sholat? Yang membuat elo kaya ya kerja man... Kerja.... Hare gini masih percaya gituan?" Jawab Andi

"Ya khan yang bilang Ustadz cuy. Kita mah percaya sama Ustadz sedeng ntu. Katanya amalan itu ampuh" Kata Budi

"Buktinya mana??? Elo itu udah tahunan ngelakuin itu. Nyatanya hidup elo miskin permanen.. Musrik ntar loh.. Jawab Andi

"Iya juga ya? Gue udah tahunan ngamalinnya tapi masih aja miskin. Musrik gapapa deh, yang penting kaya.. Hadeh hidup kok kere mulu.. Ndi, emang elo punya duit banyak ya? Khan lembur terus?" Kata Budi

"Mmmm.. Lembur iya sih, tapi mana ada OB gajinya gede. Tetap aja habis Bud." Jawab Andi

"Lah katanya untuk bisa kaya harus kerja. Elo kerja dari pagi ampe malam khan?. Mana duitnya?" Kata Budi

Akhirnya Andi ngacir, takut Budi ngutang. Orang memang nggak ada duitnya. Kerja sih dari pagi sampai malam tetapi duit tetap saja cekak. Apalagi si Budi yang kerja jadi buruh. Walaupun sudah mengamalkan Zikir 1000 kali setiap hari, hidupnya tetap saja miskin.


Cerita 4: Mimpi Sang Karyawan

Budi seorang karyawan yang nyambi usaha sedang ngobrol dengan Andi yang bekerja sebagai karyawan full.

"Ndi, elo harus mempunyai cita-cita kayak gue. Gue udah ada usaha sampingan tuh. Lumayan bisa buat tambah-tambah" Kata Budi memulai

"Mau sih... Tapi belum punya modal man.." Jawab Andi

"Ah kau penakut amat. Jadi orang harus yakin dulu, modal nomor dua" Kata Budi

"Terus modal dengkul gitu? Ah nggak Bud, ntar gagal gimana? Lebih nyaman jadi karyawan, nggak ada resiko" Jawab Andi

"Gimana sih kau Ndi? Gitu aja sudah takut. Saya aja rencana dalam waktu dekat mau resign". Kata Budi

"Wow, hebat tuh, kapan?" Tanya Andi

"Yaaaa 2 bulan lagi lah" Jawab Budi

5 tahun sudah berlalu....

"Bud, gimana usaha elo? Sudah sukses ya? Ajak-ajak dong" Kata Andi

"hehehe, belum Ndi. Usaha ane bangkrut malah nyisain utang. Gue masih kerja seperti dulu. Ternyata masa depan emang nggak jelas. Masa depan gelap bro. Elo gimana?" Jawab Budi

"Huahahahaha... Ngemeng aja gede loh. Sukurin... Makanya jangan sombong. Gue mah mensukuri nasib aja. Emang nasib ane karyawan permanen mau gimana lagi? Kata Budi

"Janganlah kau ngejek Ndi... Oh ya. pinjemin duit dong Ndi. Gaji gue cuman cukup buat makan doang, sementara hutang numpuk. Pliss..." Kata Budi

"Hadeh nyesel ketemu elo Bud.. Gue ngacir aja lah. Daaaaaa...." Kata Andi ngacir


Pembaca yang budiman... Itulah 4 cerita sehari-hari yang sering kita dengar. Ada yang bermimpi besar namun keyakinannya tidak cukup untuk merealisasikan impian. Ada juga yang malah takut bermimpi besar karena sadar dengan kemampuan. Ada yang mempunyai impian dan telah merencanakannya namun bertahun-tahun yang ada hanya rencana dan rencana tanpa aksi.

Itu semua ada pada keyakinan mereka. Jika yakin maka jalan akan lebih mudah. Namun nyatanya keyakinan itu haruslah yang benar. Jika keyakinan itu sudah benar maka ia akan mempunyai keyakinan tanpa batas. Keyakinan tanpa batas adalah mempercayai dengan penuh apa-apa yang akan terjadi di masa depan. Sesuatu itu pasti terjadi tidak bisa tidak...

Seperti apa keyakinan tanpa batas itu dan bagaimana cara membangkitkannya? Nanti kita bahas...

Tetapi kalau anda tidak sabar silahkan kunjungi link disini. Disitu ada pembelajaran membangkitkan keyakinan tanpa batas. Insya Allah



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment