Mar 7, 2014

Masalah Hutang dan Konsekwensinya

Ass. Saya pusing dikarenakan punya hutang 36 juta. Sementara orangnya marah-marah dan tidak mau mengerti keadaan saya. Mohon saran supaya hutang itu bisa kebayar besok. (081574631xxx)

Jawab: Waalaikum salam. Semoga hutang anda lunas ya? Mohon kepada Allah swt supaya diberikan jalan kemudahan. Amin.
http://rahasiakuncisukses.com/?id=wahyu

Sobat...
Kadangkala saya menjawab pertanyaan dengan santun, kali ini saya ingin menjawabnya dengan apa adanya. Semuanya demi kepahaman tentang sebuah komitmen yang harus ditunaikan. Ujung-ujungnya adalah demi kita-kita juga.

Beberapa minggu yang lalu ada orang yang hutang kepada saya, janjinya akan dikembalikan dalam jarak waktu satu minggu. Nyatanya molor 4 kali sampai saya lupa berapa lama molor dari janjinya. Flash back ke belakang lagi ada banyak orang yang berhutang kepada kami dengan janji-janji yang manis, mlunasi sekian hari plus-plus. Namun kenyataannya tidak seperti itu. Ini menjadi pengalaman buat saya dan anda.

Kalau ditagih pasti alasannya macam-macam. Nama anak istri, keadaan, cuaca, keturunan dll disebut-sebut dengan tujuan ada rasa kasihan. Justru seringkali karena kita kasihan makanya berkenan untuk meminjamkan sejumlah uang, dimana ketika mencoba meminjam kemana-mana tidak ada yang mau. Tetapi itu tadi, komitmen yang penting. Apapun alasannya namanya komitmen tidak boleh dilanggar, apalagi sampai berkali-kali.

Kalau sang penagih marah-marah itu sudah wajar. Untung kita tidak dibawakan debt collector yang suka bentak-bentak. Makanya ingat kembali dahulu waktu berhutang komitmennya bagaimana? Terus apa yang kita sampaikan sewaktu ingin berhutang? Apakah menghiba-hiba atau bagaimana? Kemudian setelah jatuh tempo apa yang kita katakan?

Kalau saat ini tidak ada uang padahal hutangnya puluhan juta kemudian mengharap besok ada uang sejumlah tersebut tanpa berhutang maka hal ini tidaklah logis. Benar tidak ada yang tidak mungkin, namun belajarlah untuk berpikir logis saja. Uang sejumlah itu bisa didapatkan dengan waktu cepat tanpa mencuri ya dengan berhutang lagi. Apa mau seperti itu, hutang tiada akhir?

Ya sudah terjadi mau diapakan lagi. Katakan apa adanya kepada si penghutang jangan dibuat-buat. jangan menghiba-hiba karena kesannya begitu rendah. Harus dengan kepala tegak dan mengatakan dengan jujur permasalahannya. "Pak, saya belum ada uang. Salah saya karena tidak membayar tepat waktu saya mengakuinya. Bagi saya pribadi hutang adalah kewajiban yang harus dibayar, maka saya minta waktu lagi untuk memikirkan jalan keluarnya. Saya tidak akan berjanji-janji muluk lagi, tetapi begitu ada saya langsung lunasi. Saya yakin Tuhan Mengetahui usaha saya didalam mencari rezeki siang malam, dan saya yakin Bapak juga memahami serta memaklumi. Kurang lebih begitu, khan kesannya lebih gentle.

Kemudian niatkan segala sesuatu dengan benar. Berdoalah dengan doa melunasi hutang yang bisa dicari diblog ini. Ada banyak tulisan saya mengenai hal ini. Yakin bahwa doa pasti terkabul, masalah kapan itu bukan wewenang kita menanyakannya. Tugas kita adalah bekerja dengan maksimal kemudian memasrahkan hasil kepada_Nya. Bekerja dengan satu keyakinan bahwa Tuhan akan mengabulkan doa, yakni membukakan pintu rezeki sehingga hutang itu bisa terlunasi.

Bekerja apa? Ya apapun pekerjaan anda saat ini. Jika menurut anda penghasilan dari pekerjaan sekarang mustahil untuk membayar hutang, maka berpikir lebih keras lagi kira-kira usaha sampingan apa yang bisa anda kerjakan. Mengapa saya katakan demikian? Karena kebanyakan kita itu loyo, lemah, lembek. Maunya kaya namun bekerjanya asal-asalan dan terkesan malas. Waktunya lebih banyak dihabiskan untuk mengeluh, meratap dan menghiba. Ini fakta...

Berani hutang, berani membayar tepat waktu. Kalau tidak bisa membayar tepat waktu mending tidak usah berhutang. Lebih baik menahan lapar dari pada mengingkari amanah dan komitmen. Paling tidak ini bisa memberikan ketangguhan kharakter yang akan berguna bagi kepantasan kita didalam mencari rezeki.

Diluar itu semua kami berempati terhadap masalah sahabat yang sedang berhutang dan kesulitan untuk membayarnya. Makanya niatkanlah, doakanlah dan pantaskanlah dirimu untuk diberikan sebuah karunia rezeki yang melimpah. Semua mempunyai ukuran, demikian juga rezeki. Maka pantaskanlah ilmunya.. Semoga masalah hutang kita semua bisa terlunasi dengan segera. Amin



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment