Mar 16, 2014

Kehidupan Dunia Hanyalah Kesenangan yang Menipu

Coba pada detik sekarang ini untuk membayangkan perjalanan masa lalu. Dari masa-masa yang masih bisa anda ingat, ketika masih balita bermain dengan mainan kesukaan anda. Bagaimana anda bermain tanah kemudian merasa bergembira tatkala melihat bapak anda pulang dari sawah atau dari pekerjaannya membawa mainan kesukaan anda. Bagaimana gembiranya melihat belalang yang bapak anda bawa dari sawah.

Bayangkanlah dengan jelas ketika anda pergi ke sekolah dengan memakai sepatu usang dan baju satu-satunya. Kemudian kenanglah saat-saat SD, SMP, SMA dan sampai beberapa detik sebelum anda membaca artikel kami ini.

Itulah masa kehidupan dan perjalanan menempuh takdir. Terasa jelas bahwa hidup ini nyata namun fana. Terasa real namun hanya ilusi saja. Waktu terus berlalu, apa-apa yang nyata kita rasakan akan menjadi kenangan. Hilang tak berbekas sama sekali hanya menyisakan kenangan. Momentum saat kita bergembira melihat bapak pulang membawa belalang terasa nyata dan real saat itu. Rasa gembira menyambut kedatangannya begitu nyata, namun itu semua hanya ilusi.

Semua akan berlalu, baik susah maupun senang. Semua khan hilang menjadi kenangan baik masa lalu, sekarang maupun masa depan. Semua masa akan menjadi kenangan tak berbekas. Semua fana dan fatamorgana.

Harusnya hal ini menjadikan pemahaman yang teramat dalam, bahwa sehebat apapun semua akan hilang. Sepintar, sekaya dan setinggi apapun semua akan menjadi kenangan. Semua akan musnah dan hilang.

Jika anda orang hebat mengapa harus menyombongkan diri? Bukankah kehebatan anda tidak kekal?

Jika anda berkuasa mengapa harus menzalimi? Bukankah kekuasaan anda tiada berarti pada saatnya?

Jika anda kaya mengapa anda menghina yang miskin? Mengapa anda kikir? Bukankah ia akan musnah?

Kita semua mempunyai mata untuk melihat, telinga untuk mendengar dan hati untuk memahami. Bahwa ada pesan penting terkait kehidupan ini. Janganlah keduniaan ini melalaikan kita semua didalam menangkap pesan Ilahi.

Kita semua mempunyai buku tulis dan tinta untuk menjadikan kehidupan ini berarti atau tidak. Semua terserah kita. Dan pada saatnya nanti, diwaktu yang dekat maka buku karangan kita sendiri akan diberikan untuk dilihat dan dibaca kembali.

Di waktu itu sudah tidak ada kesempatan kedua untuk menghapus kisah kelam kehidupan. Sudah tidak diperbolehkan lagi memperbaiki kesalahan dan kekeliruan. Itulah waktu perhitungan...

Maka sekarang ini mumpung masih ada sedikit waktu, maka tulislah lembaran baru kehidupanmu dengan sebaik-baiknya. Jadilah yang terbaik dari dirimu sendiri. Bisa jadi buku perhitunganmu saat ini hanya tinggal selembar lagi...Siapa yang tahu? Wallahu A'lam

Sebagai penutup renungkan firman Allah swt berikut ini

......... Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu"(Al-Hadiid:20)



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment