Mar 3, 2014

Karyawan Stress Adalah Sinyal

Hai sobat karyawan apa khabar? Apakah anda merasa kejenuhan yang luar biasa terhadap rutinitas pekerjaanmu? Kawan, inilah dunia kerja yang tentu saja ada dinamika. Kadang enjoy kadang jenuh adalah sesuatu yang wajar adanya. Stress ketika berada dititik kejenuhan juga merupakan hal yang wajar.

Tetapi jika setiap hari stress maka anda perlu merenungkan kembali ada apakah gerangan? Maka perlu kita untuk sedikit meluangkan waktu, apakah kehidupan seperti ini yang anda inginkan?

Saya ada cerita nyata. Zul, ia seorang karyawan disebuah perusahaan distribusi. Saat ini untuk status sebagai karyawan maka Zul termasuk orang yang beruntung. Bagaimana tidak... Diumur yang relatif muda yakni 30 lebih sedikit ia sudah menjabat sebagai seorang Manager. Namun posisi, gaji dan inventaris mobil yang ia dapatkan tidak mampu menjadi rem bagi stress nya.

Zul, ia memang sudah merencanakan bahkan dari 5 tahun yang lalu untuk mengembangkan usahanya sendiri. Satu usaha sudah ia jalankan dan cukup menghasilkan walaupun tidak sebesar gajinya. Ia ragu untuk memutuskan keluar dari perusahaanya walaupun sudah mempunyai usaha sampingan yang lumayan. Akhirnya dikarenakan tidak fokus mengurusi usahanya maka seiring waktu berjalan usaha tersebut bangkrut dan gulung tikar. Begitu seterusnya sampai waktu berlalu hampir 5 tahun Zul masih tetap keukeuh bertahan diperusahaan tempat ia bernaung. Padahal sudah sekitar 8 usaha ia rintis dengan bidang yang berbeda. Namun dikarenakan tidak adanya fokus itu tadi usahanya hancur semua. Bagaimana tidak? Zul harus memforsir tenaganya untuk 2 bidang sekaligus. Pekerjaan utama dan pekerjaan sampingan membutuhkan tenaga dan waktu yang tidak sedikit.

Saat ini usaha ke 9 sedang dirintisnya. Usaha yang ia tekuni berdasarkan gairahnya sendiri, bakatnya sendiri. Selepas kerja ia mengurusi usaha barunya. Pulang jam 9 malam kemudian melanjutkan aktifitas sampingannya sampai larut malam. Rata-rata jam 3 pagi ia baru tidur kemudian jam 6 pagi sudah harus bangun lagi untuk berangkat ke kantor. Dari wajahnya yang sayu, jelas Zul sedang dalam kelelahan yang luar biasa hebat.

Lagi-lagi Zul gundah gulana. Apakah ia harus melepaskan baju managernya untuk fokus di usaha sampingan yang sudah hampir setahun ia rintis? Nanti kalau usaha tersebut bangkrut bagaimana? Nanti kalau uang tabunganya habis ia makan apa? Dan berbagai ketakutan membuatnya sampai saat ini tetap menjalankan 2 pekerjaan sekaligus. Apakah kemudian Zul memutuskan untuk resign? Saya tidak tahu khabarnya. Sudah loose kontak... :)

Itulah kisah Zul, lain lagi dengan kisah anda yang saat ini sedang stress. Ketahuilah stress anda dikarenakan salah anda sendiri. Mengapa tidak mau menikmati pekerjaan sekarang? Apa ada yang kurang?
http://outletmesinku.blogspot.com/

Sobat, jika anda stress pada hakikatnya itu doa anda sendiri yang menginginkan sebuah pekerjaan yang mendamaikan. Stress bagi karyawan adalah sinyal. Ia merupakan sebuah proses untuk menemukan pekerjaan lainnya yang diharapkan bisa membuatmu bahagia. Stress itu adalah keinginan yang belum kesampaian.

Jika anda terus menginginkan sebuah pekerjaan yang mendamaikan maka stress itu tidak akan hilang, bahkan semakin lama semakin parah hingga kepala ini terasa sakit. Stress itu adalah sinyal, dimana ketika frekuensi sinyal itu belum menemukan siaran yang pas, maka gelombang stress tersebut tetap merambat memenuhi kepala anda untuk menemukan sebuah cara.

Bolehlah sedikit memberikan wejangan kepada anda, karyawan yang sedang stress. Jangan menyalahkan apapun dan siapapun apalagi perusahaan tempat anda mencari makan. Stress itu karena doa anda sendiri. Dan Tuhan pasti Maha Mendengar doa. Stress adalah proses bagi pengkabulan keinginan anda. Memang menyakitkan, tetapi inilah harga sebuah kepantasan. Jika anda bertahan dalam doa maka percayalah akan ada saatnya doa terkabul. Akan ada saatnya anda bekerja ditempat dan bidang yang mendamaikan dan membahagiakan. Berapa lama? Bisa setahun, 2 tahun, 5 tahun bahkan 10 tahun tergantung tingkat kepercayaan anda terhadap Janji Tuhan.

Begitu dulu saja.. Nanti disambung lagi karena saya saat ini juga sedang stress. Hehehe...

Dipersembahkan oleh Magis7. 7 langkah magis menguasai rasa sejati untuk kesuksesan dan kebahagiaan



Artikel Terkait



1 comment: