Mar 23, 2014

Jangan Pernah Berpikir Untuk Resign

Pada beberapa artikel saya kadangkala memprofokatori pembaca supaya resign atau mengundurkan diri di pekerjaan sekarang untuk kemudian memulai rencana baru yang jauh lebih besar. Rencana yang sudah anda idam-idamkan sejak lama demi kebahagiaan pribadi dan sesama dalam artian yang luas. Menjadi manusia yang sesungguhnya, bebas berpikir, berekspresi dan aktualisasi diri menuju kesempurnaan yang sesungguhnya.

 

Tetapi saat ini saya berubah pikiran. Jangan pernah berpikir untuk resign. Mengapa demikian? Apakah saya yang sudah beberapa waktu lalu memutuskan untuk resign kemudian menyesali keputusan besar tersebut?

"Nggak...!!!"

Maksud saya janganlah berpikir bahwa setelah resign adan akan benar-benar merasa bebas sebebas-bebasnya. Tidak demikian adanya, malahan anda dipaksa harus berpikir keras agar supaya kehidupan anda dan keluarga bisa berjalan sebagaimana biasanya. Kalau yang sudah berkeluarga maka anda ada tanggungan baik anak, istri, suami atau yang lainnya. Janganlah telantarkan mereka...

Jadi janganlah berpikir untuk resign jika alasannya sebagai berikut ini;
  • Karena ada pergesekan/ perselisihan dengan teman kerja atau atasan anda. Biasanya orang yang resign dikarenakan masalah tersebut, tidak ada persiapan sama sekali dalam hal dana cadangan selepas resign. Masalah emosi kadangkala membuat keputusan tanpa dipikir lebih dalam akibatnya. Makanya banyak yang resign gara-gara ada masalah dikantor kemudian stress setelah mengundurkan diri. Baiknya anda tunda terlebih dahulu keinginan untuk resign sampai beberapa bulan, sampai anda mempunyai cukup dana cadangan atau sampai anda mendapatkan pekerjaan baru.
  • Karena ikut-ikutan testimoni orang lain. Nah ini juga tidak boleh dijadikan alasan untuk resign. Jangan mudah untuk percaya kepada kisah nyata orang lainnya apalagi cerita yang ada diinternet. Memang tidak semuanya bohong namun anda tetap harus merenungkannya dalam-dalam. Cobalah pelajari kisah nyata orang lain yang baru beberapa bulan resign sudah sukses luar biasa mengembangkan bisnis barunya. Pelajari lebih dalam lagi, jangan sampai anda malah gagal total ketika berusaha meniru mereka.
  • Karena merasa sudah mampu. Mungkin anda mempunyai skill yang mumpuni dibidang tertentu dan menganggap waktu anda tidak cukup untuk mengembangkan skill tersebut jikalau masih bekerja. Ini sah-sah saja, namun juga harus diperhatikan bahwa dunia bisnis/ usaha itu memerlukan perjuangan yang labih keras dari pada bekerja di kantor. Apalagi skill anda belum teruji untuk diaplikasikan. Cobalah usaha sampingan dengan skill yang ada kemudian lihat hasilnya. Jikalau minimal sekali penghasilan anda sudah 1/2 kali gaji, maka bersiap-siap untuk resign diperbolehkan.
http://abtreni.com/?id=adhinbusro

Itulah 3 hal yang harus anda perhatikan sebelum memutuskan untuk resign/ mengundurkan diri dari pekerjaan. Jangan pernah berpikir untuk resign jika alasannya masih ngambang. Namun jika anda sudah mempunyai keyakinan bulat bahwa selepas resign pasti sukses, maka silahkan putuskan sekarang.

Tentunya alasan bulat tadi tidak asal hajar, namun pastinya sudah ada persiapan yang memadai. Bayangkan saja kisah Jalut dan Talut ketika terjadi peperangan. Talut dengan perawakannya yang kerdil yakin bisa mengalahkan Raksasa Jalut dikarenakan sudah mempunyai strategi yang ampuh yakni ketapel maut. Talut sudah melatih kemampuan yang luar biasa hebat didalam melemparkan batu dengan ketapel, sementara Jalut mempunyai kelemahan pada matanya. Singkat cerita Raksasa Jalut kalah karena si kerdil Talut memecahkan matanya dengan lemparan batu dari ketapel maut.


Pertanyaannya apakah anda sudah mempunyai strategi untuk menundukkan raksasa kehidupan?? Kalau sudah saya doakan semoga sukses. Kalau belum persiapkan ketapelnya dari sekarang dan belajarlah menggunakannya dengan sebaik-baiknya.

Dipersembahkan oleh Magis7, 7 langkah magis untuk mengalahkan raksasa kehidupan.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment