Mar 29, 2014

Inilah Substansi Sabar Yang Benar

Kesabaran. Sampai kapankah kita harus bersabar? Kadangkala kita salah didalam mendefinisikan sabar. Sabar itu seolah-olah menerima segala hinaan, cacian, penyepelean, makian dan lain sebagainya. Sabar dengan gaji kecil, tidak diperhatikan perusahaan selama bertahun-tahun dengan mengatakan "sabar". Padahal sabar itu ketika kita sudah mempunyai tujuan..

 

Ada curhatan (yang sedikit kami edit) dari sahabat berikut ini;

Ass pak Busro, amalan apa yg cocok bagi saya,dan bagaimana saya harus bersikap menghadapi himpitan hutang saya, saya telah mencoba untuk tabah sabar dan iklas namun sesak didada ini seakan tak mau pergi (Wawan)

Pak Adhin, saya ibu rumah tangga, keluarga kami banyak hutang yang banyak. Seringkali penagih hutang datang dengan marah-marah. Ditambah lagi pandangan dari tetangga yang sinis mentang-mentang kami dalam kekurangan. Saya hanya mengelus dada dan mencoba sabar. Tetapi sampai kapan kami harus bersabar? Mhn masukan dan saran dari Bapak.. (Fulan)

Jawab: Yang pasti ayo sama-sama mendoakan semoga mereka yang sedang dalam keadaan berat secara ekonomi supaya bisa bersabar dan berusaha jauh lebih keras lagi sehingga mereka mendapatkan solusi bagi keran rezeki yang terasa tertutup. Amin

Apa definisi dari sabar???

Apakah menerima segala penyepelean, hinaa dan cacian dengan mengelus dada seraya mengucapkan sabar? Ataukah menerima gaji kecil selama bertahun-tahun sambil berucap "sabar"? Terus sabar sampai kapan??? Coba saya ulangi lagi dengan lebih tegas.....

"Sabar sampai kapan?"....!!!!!

Sabar dengan penyepelean dalam hidup selama bertahun-tahun. Semakin lama semakin harus bersabar sampai sesak rasanya dada ini... Betul ya??? Terus sampai kapan kita berlaku dan merasakan sesuatu yang BERTENTANGAN  dengan diri kita sendiri. Sampai kapan kita bertahan dengan gaji kecil yang bertahun-tahun tidak kunjung naik, sehingga membuat dada ini sesak dalam "kesabaran?". Sampai kapan??

Maka kami mau menyampaikan sekali lagi, dimulai dari hari ini kami menginginkan anda "bersabar" karena TUJUANNYA jelas.... Sabar karena tujuannya jelas...!!

Jadi sabar itu sebenarnya bukanlah "sifat". Sifat manusia bukanlah sabar tetapi tergesa-gesa. Sabar itu adalah "keputusan". Coba perhatikan ini.. Ketika anda ditagih hutangnya oleh debt collector yang marah-marah sambil memaki anda didepan orang banyak. Apa yang akan anda katakan selepas kepergian si penagih hutang??

"Sabaar... Nggak tahu apa keadaan kami sedang berat sekali. Semoga dia mendapatkan balasan yang setimpal dari Tuhan". Saya tanya, ini sabar apa tergesa-gesa? Ini adalah tergesa-gesa mendoakan kejelekan orang lain, alias tidak sabar.

So..
Ketika kita sedang berhutang umpamanya, kemudian berada dalam posisi berat mengangsurnya/ melunasinya maka berdoalah supaya doa anda segera lunas. Tujuan doa adalah lunasnya hutang lalu sibuklah. Bukan dengan mengelus dada selama bertahun-tahun kemudian bilang sabar, tetapi sibuklah kemudian putuskan untuk sabar.

Kesulitan hutang itu mendatangi hidup anda berbarengan dengan kemudahan rezeki.. Karena kesulitan hutang itu nampak jelas adanya maka kemudahan menjadi tidak terlihat.. Allah swt berfirman

"Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan" (QS 94:7,8 )

Jelas ya??
Kesulitan itu mendatangi hidup kita bersama-sama/ berbarengan dengan dua kali kemudahan. Dua kali lho? Cuma memang kita tidak melihatnya dikarenakan fokus dengan datangnya satu kesulitan. Bagaimana cara melihat kemudahan itu???

Begini...
Ketika kesulitan itu mendatangi hidup anda maka palingkanlah mukamu ke arah yang lain. Palingkanlah ke arah kemudahan yang juga datang berbarengan dengan kesulitan tersebut. Ketika kesulitan mendatangi hidup kita maka ucapkanlah. "Yang mudah mana ya? Yang mudah apa ya?" Itu fokusnya.

Memang manusiawi ketika kesulitan datang kita benar-benar khusuk memelototinnya dari ujung rambut sampai ujung kaki. "Wah sulit datang, ini sulit, waduh sulit ini". Karena kesulitan yang menjadi fokus maka logis kalau kemudian kemudahan itu tak terlihat.

Sama saja ketika hidup rasanya sesak dengan hutang. "Pak, hidup saya benar-benar serasa sesak karena penagih hutang yang datang silih berganti. Bagaimana caranya supaya bisa lepas dari hal ini?" Jawabanya jelas, "Bayar hutang anda". Inilah kadangkala kita tidak menyadari bahwa masalah ada pada diri kita. 

Maka mulai hari ini, ketika kesulitan itu mendatangi hidup anda ikhlaskanlah ia. Karena ia membawa dua kemudahan, kemudian fokuslah kepada kemudahan itu. Karena kesulitan datang pada hakikatnya untuk memudahkan hidup kita. Tuhan mengirimkan kesulitan untuk menghebatkan kita, dengan mengiringinya dengan dua kemudahan.
http://magis7.com/?id=bisnis

Sibuklah kepada kemudahan dan fokus-fokus dan fokus....

Jadi sibuklah dengan melihat kemudahan dan bersabarlah sampai Tuhan benar-benar menghebatkan kita. Karena ada masanya mangga itu masak, ada masa dan waktunya kemuliaan itu datang. Janganlah tegesa-gesa meminta mangga masak sebelum waktunya, karena rasanya tetap saja kecut.

Kesimpulannya begini...

Kesulitan datang + dua kemudahan --> Sibuklah melihat kemudahan (Sibuk dalam tindakan) --> sabar + sibuk = Kemuliaan (Kesuksesan dan kebahagiaan)

Dipersembahkan oleh Magis7. 7 Langkah Magis Menguasai Rasa Sejati



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment