Mar 5, 2014

Dipaksa Kaya Raya Oleh Doa Adalah Kisah Nyata

Ada seorang Direktur sebuah perusahaan kecil menengah dengan 30 orang karyawan yang menghubungi saya. Beliau kontac saya dikarenakan telah membaca artikel "Di paksa kaya raya oleh doa", dan ingin mengetahui apakah kisah didalam artikel tadi adalah nyata. Maka saya sampaikan bahwa hampir semua kisah di blog ini adalah kisah nyata. Real...

Mungkin kisah-kisah diblog ini tidak 100% kisah nyata katakanlah 90%. Saya mengatakan demikian sebenarnya untuk jaga-jaga, takut salah. Karena menurut ingatan saya yang lemah ini, semua artikel yang berisi sebuah cerita 100% adalah nyata. Mana tahu ada yang hanya cerita bohongan, makanya saya mengatakan demikian.

Kami lupa namanya Bapak Direktur tadi. Intinya beliau sedang ada masalah keuangan di pabriknya. Beliau harus memberikan gaji full kepada seluruh karyawan dan siap-siap juga untuk memberikan THR, sementara kondisi perusahaannya sedang tidak bagus. Ditambah lagi ada satu masalah yang membuatnya bingung kemudian tanpa sengaja membaca artikel tentang dipaksa kaya raya.

Ada seorang mantan/ ex karyawan yang sedang sakit dan membutuhkan biaya pengobatan yang sangat besar. Mantan karyawan tersebut sudah tidak tahu lagi mau kemana meminta tolong, makanya dengan rasa bersalah ia meminta bantuan mantan bosnya atau direktur tadi. Hal ini menyebabkan sang direktur merasa galau... Disatu sisi perusahaanya sedang oleng, disisi lain ia beranggapan bahwa mantan karyawan itu adalah sarana/ wasilah bagi perusahaannya supaya bisa bangkit lagi. Barangkali mantan karyawan tersebut diutus Tuhan Yang Maha Kaya untuk menguji sang direktur. Jika mau membantu biaya berobat maka perusahaanya akan stabil lagi, demikian pula sebaliknya jikalau ia enggan maka perusahaannya akan kolaps. Mungkin seperti itu yang direktur pikirkan.

Tidak ada yang kebetulan didunia ini, tidak ada yang ditemukan tanpa sengaja. Semua memang sudah didesign sedemikian sempurna oleh Yang Maha Sempurna. Jika sang direktur membaca artikel saya itu artinya beliau memang ditakdirkan untuk membacanya kemudian menyebabkan ia mendapatkan inspirasi sekaligus merasa galau. Dalam kondisi yang berat ini diujilah ia akan pilihan tindakannya kedepan. Apakah ia akan mendahulukan logikanya sendiri, atau mendahulukan Ilmu Tuhan. Tentu saja semua pilihan ada akibatnya. Jika ia membantu biaya pengobatan tentu saja keuangan perusahaannya akan semakin kacau, dan jikalau ia tidak mau membantu maka perusahaannya tetap saja kolaps. Inilah pilihan berat yang menghasilkan akibat besar...

Sobat... Kalau yang sudah saya alami kemudian amati maka membantu biaya pengobatan adalah lebih utama. Jelas dalam waktu dekat keuangan perusahaan akan kacau balau dan bisa jadi membuat perusahaan skala menengah itu mengalami "disaster" atau mati suri. Mati enggak, hidup juga enggak... Namun saya meyakini bahwa dalam prosesnya ia akan menemukan kemudahan demi kemudahan. Ini adalah hukum atau sunnatullah. Yang pasti kita hanya disuruh berbaik sangka saja. Bisa jadi setelah melunasi biaya pengobatan, maka kemudian ia akan kesulitan membayar gaji pegawai, kemudian ia akan sangat kesulitan membayar THR. Hal itu mengakibatkan ia harus berhutang ke Bank dengan jumlah yang fantastis. Karena tidak mampu membayar hutang, maka Bank menyita perusahaan beserta assetnya. Maka lengkap sudah penderitaan itu... Hehehe

Begitulah.. Bisa jadi klimaksnya seperti itu, bisa juga tidak.. Wallahu A'lam. Makanya kami bercerita sesuai dengan apa-apa yang sudah pernah terjadi. Begini... Katakanlah sang direktur membiayai seluruh pengobatan mantan karyawan, maka selanjutnya bisa jadi ia akan mendapatkan investor baru. Bisa juga ia mendapatkan order atau pesanan baru yang signifikan sehingga membuat keuangannya stabil kembali. Siapa yang tahu? Semua perbuatan baik apalagi sedekah akan menyalakan hukum alam/ sunnatullah dalam bentuk pengembalian berlipat ganda. Sadar atau tidak, berharap atau tidak, ikhlas atau tidak sama saja, hukum itu tetap berjalan dan lestari. Inilah yang juga saya doakan.

Namun bisa jadi perusahaannya bangkrut kemudian gulung tikar. Siapa yang tahu? tetapi dibalik gagalnya usaha tersebut bisa jadi ia akan memahami sebuah hikmah, dan hikmah itu sangat mahal harganya. Hikmah bahwa harta benda tidak akan dibawa mati, makanya jangan jadikan harta benda sebagai tujuan utama. Dengan itu ia akan belajar lebih Ikhlas dan menerima suratan takdir, sekaligus menjadi pribadi baru yang sangat tangguh. Ke depan ketangguhan dan kesabaran menghadapi ujian akan sangat diperlukan guna menghadapi ujian berikutnya.

Harta benda bisa berkurang dan bertambah, demikian juga hidup ini yang penuh dinamika. Seperti halnya roda yang selalu berputar kadang diatas kadang dibawah. Ini biasa dan wajar. Nah respon didalam menghadapi ujian berbeda-beda setiap orang. Makanya kami berharap Bapak Direktur menjadi pribadi yang lulus ujian tersebut. Harta benda itu fluktuatif, naik dan turun, namun mental, ketangguhan, kesabaran, keikhlasan tidak ada kata turun. Ia terus naik secara signifikan menjadi manusia salih. Manusia yang pantas untuk memasuki alam/ dimensi surgawi. Dimensi yang hanya dikhususkan bagi jiwa yang tenang. Tenang menghadapi segala macam problematika hidup dengan sebuah keyakinan bahwa semua dari Tuhan YME.

Anyway diluar itu semua saya mempunyai keyakinan ketika beliau sang direktur mau membantu mantan karyawannya maka kemudahan-kemudahan akan ia dapatkan sebagai janji balasan berbuat baik, dan balasan sedekah. Wallahu A'lam

Mari doakan semoga sang direktur mengambil keputusan yang terbijak, kemudian kita sama-sama doakan juga semoga perusahannya bisa kembali stabil seperti sedia kala bahkan tambah maju, lancar dan berkah memberikan keuntungan yang berlipat. Demikian juga pembaca semuanya semoga mendapatkan hal yang serupa atau lebih baik. Amin

N/B: Mau pembelajaran gratis via email bagaimana memahami proses kronologis doa plus bonus-bonus ebook terbaik? Oya pembelajarannya adalah kisah nyata yang akan coba kami share kepada anda. Isi nama dan email dibawah ini 100% gratis

First Name:
E-Mail Address:


Dipersembahkan oleh Rahasia Kunci Sukses, Rahasia Sukses dengan Amalan Sukses



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment