Mar 1, 2014

Cara Mengendalikan Emosi dengan Komunikasi

Seringkali perbedaan pandangan menyebabkan adanya perselisihan. Pun hanya karena masalah miss understanding bisa menyebabkan pertentangan. Jika miss understanding tersebut tidak segera dibicarakan maka dikhawatirkan jurang perselisihan akan semakin dalam. Makanya satu-satunya cara adalah share dan diskusi dengan hati nurani. Dengan ketulusan dan kejujuran serta keterbukaan masing-masing pihak.

Alkisah Si Boy marah di Grup Facebook. Face book tersebut beranggotakan 50 orang yang konsen untuk membantu korban bencana alam diseluruh Indonesia. Boy marah-marah dikarenakan beberapa anggota tidak konsen dalam aktifitas tersebut. Sebagian dari mereka tidak datang sewaktu ada pertemuan untuk membahas korban banjir Jakarta. Alasannya dikarenakan harus bekerja mencari nafkah demi dapurnya agar tetap bisa ngebul.

Seluruh grup menaruh hormat sama Boy karena dia adalah salah satu leader yang ditakuti. Hanya ada seorang saja yang berani berbicara dengan Boy yang bernama Huda..

Boy: Kalian tidak boleh mementingkan diri sendiri. Kita sudah komitmen untuk mengadakan pertemuan demi membantu korban banjir. Ini amanah yang harus ditunaikan kalau tidak akan berdosa. Saya tidak mau mendengar hal ini terulang lagi. Tidak boleh egois...

Semua diam.. Lalu Huda menjawab melalui akun FB tersebut yang dilihat oleh semua anggota

Huda: Kau yang egois.. Saya tidak bisa datang bukankah sudah info sebelumnya? Saya kerja dan harus meninggalkan sejumlah uang agar anak istri saya bisa makan. Kau jangan sok sokan. Jangan sok berkuasa. Kalau dosa tergantung niat masing-masing. Malaikat lebih tahu, jadi jangan coba-coba bantu tugas malaikat.. Karena kau manusia yang juga banyak berbuat dosa.. Tidak boleh egois seperti itu bos

Kemudian terjadi pesan berantai yang isinya pertentangan antara Boy dan Huda. Anggota lain tidak berani menanggapinya dikarenakan memang kedua orang itu adalah leader mereka.

Sobat, bicara di grup FB tidak akan menyelesaikan masalah. Bicarakan langsung dengan cara bertemu muka kemudian diskusikan dengan hati bukan dengan tensi. Kalau emosi sudah mendominasi maka dipastikan tidak akan ketemu solusi. Yang ada hanya jurang perselisihan yang semakin dalam.

Siapa sih yang mau disalahkan dan didiskreditkan? Nggak ada yang mau... Makanya jika anda mempunyai alasan logis maka sampaikan jangan hanya diam. Mungkin anda merasa tidak mempunyai kapasitas untuk berbicara apalagi dimuka umum maka latihan dong. Atau minta tolong teman anda yang bisa ngomong agar supaya mewakili anda.

Ketika anda mempunyai alasan yang logis namun tidak mau bicara maka yang ada adalah api dalam sekam. Emosi itu tetap mengendap dalam dada yang kapan saja bisa meledak. Sayangnya inilah yang seringkali saya temukan. Banyak orang yang sebenarnya melakukan tindakan kebenaran kemudian didiskreditkan atau dipojokkan namun ia tidak berani menjelaskan. Sebagai pelipur lara bilangnya begini:

"Allah Maha Tahu, biarlah hukum Allah berlaku atasnya karena telah menzolimi saya. Hati-hati hukum karma"

Menurut saya ini hanyalah alibi bagi ketidak mampuan anda didalam menjelaskan kebenaran. Ini hanya pembenaran semata. Jangan begitu. Talk... Jelaskanlah kepada mereka tentang apa-apa yang telah engkau kerjakan dengan keyakinan bahwa hal itu adalah kebenaran. Kalau hanya disimpan dalam dada bisa-bisa engkau stroke lho? Maka keluarkan ia, jelaskan dengan hikmat dan kebijaksanaan.

Memang tidak gampang sich... Ngomong itu tidak gampang, jangan salah.. Saya dahulunya merasakan kekakuan lidah kalau sedang berbicara dengan orang lain. Makanya saya berkomitmen untuk terus belajar agar lidah ini tidak kelu, apalagi hendak menyampaikan kebenaran. Maka sering-seringlah berdoa dengan doa Nabi Musa as. "Tuhanku lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku dan bukalah kekeluan lidahku agar mereka mengerti perkataanku"

Bagaimana latihan berbicara agar apa yang kita ucapkan bisa lancar? Begini tipsnya
  • Latihanlah untuk bicara dengan baik dalam lingkup keluarga anda. Katakanlah ketika sedang ada masalah dengan istri/suami, mertua, saudara dsb maka diskusikanlah. Duduk bersama didalam satu meja lalu mulailah untuk bicara. Dalam lingkup keluarga tidak akan takut salah khan? Maka ambil hikmah ini yakni ketika ada masalah dengan pasangan umpamanya, justru inilah momentum agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik.
  • Anda juga bisa berbicara dengan cermin. Ini sama sekali tidak takut ada kesalahan. Ketika anda sedang ada masalah dengan tetangga misalnya. Dikarenakan lidahmu kelu saat itu maka anda bisa ungkapkan uneg-uneg itu dihadapan cermin. 
  • Buat blog gratisan kemudian tulislah apa-apa yang ada dalam benakmu. Apa saja tidak terbatas ketika ada masalah. Ini juga tidak takut akan kesalahan bicara. Bisa jadi suatu saat blog anda menjadi referensi orang lain. Bisa juga dalam akun Facebook, atau twitter anda.
  • Ikuti kursus publik speaking. Memang ini layanan berbayar namun tidak ada salahnya anda ikuti.
http://magis7.com/?id=bisnis

Sobat...
Kemampuan berbicara yang baik adalah hal yang fundamental bagi kehidupan bermasyarakat. Hanya dengan kemampuan komunikasi yang baik maka kehidupan kita juga akan ikut membaik. Bukankah hidup ini adalah bagaimana berinteraksi dengan orang lain?

Dipersembahkan oleh Magis7. 7 langkah magis mengendalikan emosi dan mencari solusi dengan komunikasi..



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment