Mar 2, 2014

Cara Menentukan Waktu yang Pas Untuk Resign

Sebagai seorang karyawan disebuah perusahaan seringkali kita merasa kejenuhan didalam bekerja. Pada tingkat yang lebih kronis kadangkala karyawan tersebut berniat hendak resign atau mengundurkan diri. Nah bagi anda yang sedang dalam kejenuhan kemudian ada niat untuk mengundurkan diri maka saran berikut barangkali bermanfaat.

Alasan resign
  • Apakah niat resign itu diambil dengan hati yang jernih atau tidak?. Artinya jika keputusan resign didasarkan kepada permasalahan perasaan saya pikir hal ini tidak logis. Misalnya berantem sama teman kerja sehingga kemudian saling membenci. Salah satu pihak tidak kuat kemudian memutuskan resign sebagai sebuah solusi agar tidak melihat teman itu tadi. 
  • Dikarenakan sebuah pemahaman bahwa kalau menjadi karyawan tidak akan pernah kaya. Ini alasan yang masuk akal, namun perlu dikaji kembali apakah kita sudah siap dengan segala hal terkait setelah resign. Apakah kita sudah ada pandangan tentang usaha baru yang hendak kita jalankan? Kalau belum ada maka temukan ia terlebih dahulu, pelajari lalu terapkan. Jika baru pemikiran awal saya pikir belum merupakan jaminan bahwa setelah resign usaha anda bisa berjalan dengan lancar.
  • Karena ada pekerjaan lain. Jika pekerjaan itu lebih menjamin masa depan, lebih anda sukai, lebih memudahkan urusan maka resign adalah dianjurkan.

Intinya bandingakan terlebih dahulu baik buruknya seperti:
Saya harus resign karena faktor diluar pekerjaan
  • Ingin lebih mempunyai waktu luang untuk keluarga. Bekerja sebagai karyawan dijamin menyita waktu kita. Katakanlah berangkat bekerja pada pukul 7 pagi kemudian terjebak macet dijalan dan sampai kantor pada pukul 9 WIB. Pada pukul 18 pulang kerja, sebelum pulang shalat magrib dahulu sehingga baru bisa jalan pada pukul 18.30. Lagi-lagi terjebak macet dijalan sehingga sampai dirumah pada pukul 20.30 malam. Artinya hampir 15 jam waktu dihabiskan untuk bekerja. Ketika sampai dirumah badan rasanya remuk karena letih dipekerjaan, terutama capek diperjalanan sehingga langsung istirahat tidur. Sebagai konsekwensi tidak ada waktu kita untuk bercengkerama dengan keluarga tercinta.
  • Pekerjaan yang saya jalankan bukan merupakan passion. Ternyata banyak sekali bahkan sebagian besar karyawan bekerja tidak sesuai passion mereka. Bisa jadi ia bekerja sesuai dengan bidang pekerjaannya dikarenakan lulusan atau gelar. Tetapi gelar itu tidak menjamin bahwa ia pasti bekerja dengan passion/ gairah/ bakat/ hobby. Cilakanya kalau bekerja tidak sesuai bidang /lulusan, tidak juga sesuai dengan passion. Dijamin kejenuhan dirasakan setiap detik demi detik. Ibarat berada didalam neraka. Hehehe
  • Ingin menekuni gairah hidup yakni berbisnis umpamanya. Gairah itu ciri khas yang membuat kita bersemangat melakukannya. Setiap orang mempunyai ciri khas tersendiri jadi jangan sampai ikut-ikutan ciri khas orang lain. Jika gairah anda berbisnis kuliner maka belajar dari sekarang tentang kuliner, dijamin pembelajaran itu akan sangat cepat anda serap. Karena apa? Karena itulah jiwamu.
  • Ingin lebih banyak interaksi dengan masyarakat. Tentunya kita semua ingin menjadi manusia yang bermanfaat untuk sesama. Tetapi bagaimana bisa kalau setiap hari hanya 2 tempat kita kunjungi? Kalau tidak dirumah maka dikantor, dikantor atau dirumah, mbuuleeet terus.
  • Ingin bermakna dalam arti yang seluas-luasnya bagi manfaat sesamanya. Mungkin kita ingin bermakna untuk sesama dengan cara mengikuti organisasi sosial kemasyarakatan. Maka satu-satunya jalan adalah adanya waktu luang yang cukup.
  • Tidak ingin membagi 2 antara karyawan dan bisnis, tetapi ingin fokus satu saja. Ini dia yang penting. Karyawan yang nyambi usaha pada ujung-ujungnya akan sulit berkembang. Sebagian besar bangkrut. Seperti saya yang sudah 12 kali bangkrut :). Karena apa? Karena ada keraguan antara menjadi karyawan atau menjadi pengusaha. Keraguan adalah jaminan kegagalan. Satu lagi, kita tidak akan bisa fokus jika dua pekerjaan sekaligus dilakukan dengan all out.

Saya harus resign karena faktor pekerjaan
  • Teman kerja banyak yang mempunyai perilaku buruk dan tidak ingin tertular. Mungkin banyak teman kita yang hobbinya dugem, mabuk, main di panti pijat plus-plus atau perilaku buruk lainnya. Namanya dekat-dekat dengan bangkai lama-lama kita juga ikut-ikutan bau bangkai :)
  • Karena gaji sama sekali tidak menjamin masa depan lebih baik. Berapa sih gaji kita ditempat kita bekerja? Apalagi yang posisinya hanya staf biasa. Kecuali posisi kita CEO.
  • Karena banyak aktifitas pekerjaan yang bertentangan dengan norma-norma agama seperti suap, riba dsb. Banyak lho perusahaan yang menjalankan roda usahanya tanpa mengenal etika dan hukum halal haram yang penting keuntungan berlipat.
  • Tidak ada jenjang karier yang jelas. Bisa juga kariernya berjalan lambat dan tidak sebanding dengan kenaikan inflasi. Okelah kita naik karier katakanlah 5 tahun sekali di tambah dengan kenaikan gaji. Namun kenaikan itu biasanya jauh dari seimbang dengan kenaikan inflasi. Gaji naik 1 juta umpamanya namun saat itu harga beras yang semula hanya 7.000 perliter menjadi 15.000 perliter 5 tahun kedepan. Ditambah dengan kenaikan-kenaikan barang kebutuhan lainnya. Ujung-ujungnya tetap saja nombok. Hehehe
  • Fisik dan psikish terlalu banyak diforsir sehingga rentan terhadap masalah kesehatan. Ini adalah bahaya yang nampak nyata didepan mata bagi seorang karyawan biasa. Saat ini dengan gaji yang diterima katakanlah cukup, namun ketika masa pensiun nanti uang pesangon tidak akan cukup untuk menutupi biaya berobat dikarenakan sakit stroke. Makanya saat ini banyak orang yang pensiun malah lebih banyak stressnya. Ujung-ujungnya berada di panti jompo.
  • dll

Maka hitunglah semua plus minus ketika anda memutuskan berniat resign. Jika alasan anda dominan bahwa resign lebih baik maka ambil keputusan secepatnya. Hidup tidak terlalu panjang untuk menjalani aktifitas-aktifitas yang melelahkan jiwa raga.
http://outletmesinku.blogspot.com/

Namun saran kami, sebelum resign pastikan ada aktifitas yang akan anda kerjakan. Jika gairah anda adalah berbisnis otomotif umpamanya, maka persiapkanlah segala sesuatunya sebelum resign. Anda harus menguasai ilmunya terlebih dahulu, persiapkan moda awal dan tempatnya. Ketika semua sudah siap jalan baru anda putuskan resign. Ini dimaksudkan agar ketika pas resign anda bisa langsung tancap gas untuk menekuni usaha baru yang sesuai dengan hobi. Sehingga ketika sudah resign masih ada pemasukan untuk keluarga anda. Jangan lupa persiapkan tabungan barang 3-4 bulan pertama sebelum bisnis anda bisa benar-benar berjalan dengan stabil.

Berapa waktu untuk mempersiapkan itu semua? Idealnya sih satu tahun, namun setengah tahun jika serius mendalaminya Insya Allah cukup. Maka manfaatkanlah waktu tersebut dengan sebaik-baiknya. Sempatkan untuk belajar ilmunya paling tidak 3-4 jam sehari dari berbagai sumber.

Terakhir jangan lupa sholat istikhoroh. Ini adalah sholat ketika kita sedang ada dua pilihan yang berat. Mohonlah petunjuk Tuhan YME agar berkenan memberikan ilham bagi sebuah keputusan yang terbaik untuk hidup kita dan keluarga dunia akherat. Ingatlah bawa rezeki ada dimana-mana dan tidak harus bersumber dari pekerjaan kita sekarang. Bumi Allah itu luas, dan Dia menyebarkan rezeki diseluruh pelosok bumi.

Dipersembahkan oleh Rahasia Kunci Sukses, rahasia sukses dengan amalan dan doa rezeki



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment