Mar 5, 2014

Benarkah Nabi Muhammad saw adalah Phedophilia

Karena ketidak tahuannya tentang Islam banyak yang mengatakan atau lebih tepatnya mencemooh bahwa Nabi Muhammad saw adalah pedhophilia, lalu bagaimana mungkin akan menghargai atau memeluk agama yang haus sex bahkan kepada anak-anak?. Naudzubillah, tidak mungkin Nabi saw seperti itu.

Tahukah anda pedhophilia? Ia adalah kelainan seksual dimana pelakunya menyukai anak-anak. Dalam sebuah ceramah Yusuf Estes ada sebuah cerita dimana beliau dihampiri oleh seorang nenek non muslim yang bisa berbahasa arab, "Apa yang hendak engkau katakan ketika ada seseorang laki-laki berumur 53 tahun dan berhubungan sex dengan anak usia 6 tahun?"

Maka Seikh Yusuf Estes marah dan melepas jubahnya kemudian berkata,"Tergantung maksud pertanyaanmu, kalau engkau menginginkan penjelasan maka saya akan menjelaskannya, namun kalau pertanyaan ini hanya retorika dengan maksud menghina Nabi dan Rosul saya maka saya akan menyeret anda ke belakang dan akan ku penggal kepalamu" Kata Seikh dengan marah

"Oh tidak-tidak" Kata si nenek ketakutan, "Saya hanya ingin penjelasan" Katanya

Selepas memberikan jawaban Yusuf Estes seorang mantan pendeta asal Texas Amerika mendatangi ulama dan mendapatkan nasehat, "La Taghdab, la taghdab, la taghdab" yang artinya jangan marah, jangan marah dan jangan marah. 

Saudara Muslim...
Kalau anda diberikan pertanyaan sama seperti tersebut diatas apakah anda setuju dengan pernyataan nenek tersebut? Kebanyakan muslim pasti marah dan tidak setuju. Lalu apakah anda sebagai muslim mempunyai hujjah atau jawaban? Nah ini dia...
http://hjkarpetmasjid.blogspot.com/

Kalau ada yang bertanya hal tersebut maka janganlah marah, walaupun nada pertanyaanya seperti penghinaan. Katakanlah "Terimakasih telah bertanya tentang agama saya"

Tidak, Rosul kita tidak mungkin melakukan hal-hal tersebut. Tidak mungkin... Mengapa demikian? makanya baca sejarah dan pelajari baik-baik.

Ketahuilah bahwa Nabi dan Rosul kita adalah teladan. Beliau begitu mengasihi dan menyayangi orang lain. Ini bukti sejarah ahlak Nabi saw.

Sebagai muslim berikan jawaban yang jujur dan jangan bohong. Karena kalau berbohong akan masuk neraka. Sebagai muslim harus menjawab segala pertanyaan tentang agama dengan sebuah dasar yakni Kitab Suci Al Qur'an. Salah atau benar jawabannya bisa kita cek sama-sama didalam Al Qur'an satu-satunya Kitab yang isinya sama persis diseluruh penjuru dunia. Juga dasar hukum yang ke dua Yakni Al Hadist.

Sebagaimana kitab Injil yang menjadi pegangan agama Kristen. Kalau ceramahnya menurut anda meragukan silahkan cek di Injil. Kalau ternyata berbeda artinya se penceramah telah melakukan kesalahan alias berbohong. Katakanlah makan babi. Jika menurut Pendeta babi itu halal maka cek saja diinjil, dan anda akan menemukan bahwa Yesus mengharamkan babi. Sebagai pengikut agama kristen yang taat maka seharusnya Al Kitab yang menjadi rujukan, bukan kata Paulus atau ceramah pendeta. Karena bagaimanapun juga posisi Yesus lebih tinggi dari pada mereka.

Back to laptop...
Apapun pertanyaan yang disampaikan oleh orang yang belum memahami Islam, maka jawabannya jelas. Semua ada di kedua sumber hukum Islam yakni Al Qur'an dan Al Hadist. Mudah, jelas dan gamblang...

Ada banyak blog atau website yang mendiskreditkan Nabi Muhammad saw dimana mengatakan Nabi menikah dengan Aisyah pada umur 6 tahun kemudian menggaulinya pada umur 9 tahun. Anda bisa membacanya dan mengenali apakah maksud pembuat blog itu adalah baik atau memang sengaja melakukan pembohongan dengan berbagai macam cara. Mereka banyak sekali asal mengambil hadist dan merubah-rubah maknanya seenaknya sendiri tanpa belajar sejarah Nabi saw terlebih dahulu. Tujuannya jelas, membenci Islam. Sekali lagi anda bisa mengenali gaya bahasanya.

Memang ada Hadist yang diriwayatkan dari Ibnu Hisyam yang mengatakan bahwa pada umur 6 tahun Nabi saw melamar Aisyah dan pada 9 tahun umurnya Nabi saw membina rumah tangga. Terlepas dari lemahnya Rawi yang bernama Hisyam dimana ia mengatakannya pada usia 71 tahun di Irak dan mengalami lemah hafalan, saya ingin memberikan fakta bahwa tidak ada satupun hadist yang mengatakan kata-kata berbau "SEX". Tidak ada satupun. Dan kalau dihitung-hitung antara kelahiran Aisyah kemudian masa kenabian maka akan ketemu umur Aisyah ketika membina rumah tangga adalah pada 19 tahun. Kesimpulannya adalah Abu Bakar menawarkan anaknya Aisyah untuk bertunangan dengan Nabi saw pada umur 6 tahun sebagai bagian dari tradisi tanah Arab, kemudian menikah pada umur 19 tahun.

Jadi kalau ada orang yang mengatakan Nabi saw adalah pedhophilia, atau menyukai anak-anak, atau apapun juga itu semua tidak berdasar sama sekali. Karena tidak ada satu katapun yang menjurus ke arah itu. Dari semua istri nabi hanya satu yang masih Gadis yakni Aisyah, sementara yang lainnya adalah janda-janda tua.

Perlu diketahui sebuah tradisi di Tanah Arab pada dahulu kala dan sampai sekarang bahwa yang namanya menawarkan anak gadisnya tidak berarti langsung menikah, tetapi melaksakan tradisi. Jadi Abu Bakas as juga melakukan tradisi sebagaimana kaum yang lainnya. Sekali lagi tidak ada kata "SEX", menyukai anak-anak dll. Barangkali yang mengatakan haus sex, suka menggauli anak-anak, atau penghinaan-penghinaan lainnya berangkat dari kebiasaan mereka yang suka melihat film-film porno jaman sekarang, dimana pemainnya anak-anak. Atau mereka suka membaca majalah-majalah yang sering menulis kata "SEX" didalamnya?. Atau suka melihat adegan-adegan pemaksaan sex supaya adrenalinnya naik? Padahal disemua hadist tidak ada satupun kata pemaksaan sama sekali, hanya melakukan tradisi antara 2 keluarga.

Di dalam redaksi AL Qur'an khususnya dalam surat An Nisa' dijelaskan bahwa untuk menikahi perempuan maka tidak boleh dengan cara paksaan. Tetapi wajib cukup umur sehingga sampai mereka mengetahui dan memahami apa yang terjadi. Selain itu adalah pernikahan ilegal.

Sekarang coba kita menengok hikmah dibalik pertunangan Aisyah ra dengan Nabi saw. Aisyah  adalah salah satu perawi hadist yang paling banyak dengan jumlah sekitar 2.200 buah hadist. Coba renungkan dibalik pernikahan itu, menghasilkan ribuan hadist yang tidak mungkin bisa ada kecuali oleh orang-orang yang sangat terdekat dengan Nabi saw. Dari semua ucapan Aisyah didalam hadist tidak ada satu katapun yang menjelek-jelekkan suaminya yakni Nabi saw. Tidak ada tuh, hadist yang menceritakan aib di kamar tidur. Berbeda jauh dengan kita. Hehehe. Aisyah hanya mengatakan hal-hal yang terbaik dari diri Baginda Nabi saw. Aisyah selalu memujinya, sangat mencintainya, peduli akannya. Dalam satu hadist ada romantisme terbaik yakni ketika kadangkala mereka lomba lari, dimana dikarenakan Aisyah merasa semakin lama semakin tua dan bertambah berat badannya maka kemudian ia kalah lomba lari dengan Nabi saw.

Dan pada diri Baginda Nabi saw terdapat contoh menjadi suami terbaik yakni sangat peduli dan menyayangi Aisyah ra bahkan ketika Nabi saw merasakan ajalnya tidak lama lagi beliau menginginkan Aisyah ada disisinya, kemudian Nabi saw wafat dengan posisi kepala ada di pangkuannya. Tahukah apa yang dilakukan terakhir kali kepada Nabi saw? Beliau memegang sebuah tusuk gigi, kemudian membersihkan gigi-gigi Nabi saw karena beliau memang sangat mencintainya.

Semasa berumah tangga dengan Nabi saw, dan setelah wafatnya beliau Aisyah, sekali lagi tidak pernah satu patah katapun berbicara buruk tentang suaminya. Pernahkah anda mendengar satu orang wanita saja yang tidak pernah menceritakan keburukan suaminya? Apakah anda tahu dan mengenal seorang wanita yang selama setahun tidak berucap buruk tentang suaminya? Sebulan? Seminggu? Atau bahkan sehari saja? Kalau saya pernah mendengarnya. Ia adalah Sayyidatina Aisyah yang tidak pernah berkata keburukan suaminya walau satu katapun selamanya. Dan itu bisa dibuktikan dari 2.200 hadist yang diriwayatkannya, betul apa tidak? Dan bahkan beliau Sayyidatina Aisyah ra tidak pernah mencari pengganti Sayyidina Muhammad saw seumur hidupnya. Dalam hati dan pikiran Aisyah masih sebagai istri Nabi saw selamanya bahkan sampai kiamat kelak untuk bertemu kembali dengan pujaan hatinya. Bertemu didalam surga membangun rumah tangga bahagia kekal abadi selama-lamanya.

Nah saya ingin bertanya satu hal kepada pembaca semua. Apakah menurut anda kisah ini adalah kisah cinta romantisme yang terbaik yang pernah anda dengar? Atau anda lebih menyukai novel Shakespeare tentang Romeo dan Juliet pada hari valentine? Sebuah kisah cinta yang barangkali menurut anda mengharukan dimana Juliet dan Romeo 2 remaja berusia 12 dan 14 tahun memadu kasih. Remaja dari 2 suku yang berbeda dimana keduanya saling bermusuhan satu sama lain. Kedua suku itu tidak mengijinkan keduanya menikah, makanya mereka menyelinap dan melarikan diri. Mereka tidak menikah secara resmi tetapi kawin lari? Lalu apa yang kedua remaja itu lakukan ketika kawin lari? Saya tidak akan menjawabnya, silahkan dijawab sendiri. Kemudian apa? Kemudian salah satu dari mereka melakukan "Bunuh Diri". Menurut semua agama baik Islam, Yahudi dan Kristen mereka masuk neraka. Betul? Kemudian kisah itu menginspirasi hari Valentine atau hari kasih sayang yang tulus, dimana hari itu dirayakan oleh sebagian besar manusia di penjuru dunia. Haa???

Bandingkan dengan kisah cinta Aisyah dan Nabi Muhammad saw. Apa yang engkau pikirkan???



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment