Feb 15, 2014

Sudah Mempraktekkan Doa dan Amalan Namun Rezeki Tak Kunjung Membaik

Apakah anda merasa sudah melakukan segala amalan rezeki namun perubahan yang anda inginkan tidak kunjung datang?. Setelah saya amati ternyata tidak sedikit saudara-saudara kita yang mempraktekkan doa atau sholat atau zikir namun rezeki iti tidak kunjung membaik, seperti dituturkan oleh sahabat kita sbb:

Ass, saya Luki Gresik. Saya setiap hari sudah sholat taubat, tahajud, dhuha, sedekah 5-7% gaji. Sudah istighfar sudah berusaha mendahulukan menyenangkan orang tua walaupun hutang banyak namun hutang saya di 3 bank, serta hutang saya kepada saudara tetap saja banyak. Apa yang salah dengan saya Pak?.... (dengan sedikit edit).

Ini adalah pembahasan awal, nanti seiring waktu Insya Allah akan coba saya share lebih detail lagi.

Yang pasti ada 2 tipe orang yang melakukan amalan rezeki
  1. Mereka yang menganggap amalan rezeki adalah solusi
  2. Mereka yang menganggap amalan rezeki adalah media

Untuk point 1, mereka menganggap dengan melakukan amalan tertentu maka rezeki akan membaik. Jadi amalan/ doa/ sholat dijadikan subyek. Pada kondisi dan waktu tertentu ketika rezeki tidak kunjung membaik maka amalan dijadikan kambing hitam. Kebanyakan kita ada di sini

Untuk point 2, mereka melatih keyakinan akan perubahan hidup dengan cara mempraktekkan amalan rezeki. Namun mereka meyakini bukan amalan yang menjadi subyek namun lebih kepada substansi. Substansinya adalah Allah swt yang mengatur dan membagikan rezeki. Makanya untuk melatih keyakinan tersebut mereka mempraktekkan amalan rezeki

Dikarenakan Allah swt sudah berjanji akan merubah hidup lebih kaya kepada ahli istighfar atau ahli dhuha umpamanya, maka kemudian mereka merutinkannya. Mereka mempraktekkannya karena yakin akan Janji Tuhan. Mereka melakukannya dengan khusuk serta menghayati kata-demi kata disetiap istighfar dan doa mereka.

Semakin lama rasa yakin itu akan semakin jelas terasa didalam dada. Keyakinan itulah yang menggerakkan mereka untuk melakukan sesuatu demi rezeki yang lebih lancar. Semakin yakin maka daya penggerak akan semakin kuat, sehingga keyakinan itulah yang akan mengantarkan kepada terkabulnya doa.

Jika halangan yang ada tidak melunturkan keyakinan maka pasti mereka akan sampai kepada tujuan. Demikian juga sebaliknya, jika keyakinan itu tidak signifikan maka sedikit saja kesulitan yang mereka hadapi maka kemungkinan besar mereka akan menyerah.

Kesimpulannya. Amalan rezeki adalah sarana melatih keyakinan akan Kuasa Tuhan. Dan keyakinan yang ada didalam dada adalah daya penggerak bagi kita agar menemukan cara bagi terkabulnya doa. Jadi bagi anda yang sudah melakukan dhuha, tahajud, sedekah, istighfar dll tetapi rezeki itu belum membaik artinya keyakinan itu belum bisa anda rasakan. Dalam bahasa lebih tegas, artinya amalan yang anda lakukan tidak sampai ke kerongkongan.

Semoga bisa menjadikan instrospeksi dan renungan.

Wallahu A'lam

Untuk artikel bagian 2, silahkan klik disini

Untuk mendapatkan pembelajaran gratis tentang memahami amalan rezeki, isi nama dan email anda. 100% gratis

First Name:
E-Mail Address:


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment