Feb 5, 2014

Siapakah Wujud Sejati

Mimpi adalah penampakan yang nyata adanya. Pergerakan waktu, pemandangan atau kejadian, orang dan parameter lainnya dialam mimpi adalah nyata. Bisa jadi kita bermimpi melakukan perjalanan jauh namun faktanya kita tidaklah beranjak dari tempat tidur kita.

Mimpi adalah penampakan yang dijelmakan kepada kita dengan dimensi yang lain yang berbeda ketika kita sadar dan terbangun. Mimpi itu dunia lain yang dinampakkan, ia ada, ia wujud. Namun wujudnya sekedar ilusi yang dinampakkan dimensinya kepada kita.

Ketika kita sadar dan terbangun dari mimpi maka bisa jadi kita akan melakukan aktifitas demi aktifitas. Dialam kesadaran atau didunia ini semua nampak jauh lebih nyata. Waktu berlalu dengan nyata, kejadian demi kejadian terjadi dengan begitu jelas. Pemandangan, orang, rumah, keluarga dan lain sebagainya nampak begitu nyata.

Namun kita tidak sadar bahwa dunia nyata itupun hanyalah ilusi. Segala apa yang bisa dirasakan oleh indera hanyalah tipuan otak. Bukan mata yang melihat, bukan telinga yang mendengar dan bukan pula hidung yang merasakan bau tetapi otak. Otak adalah sumber segala sensasi inderawi.

Otak adalah benda, dimana ketika kita meninggal dunia, ia hanyalah seonggok benda yang akan membusuk. Jadi hakikatnya bukanlah otak yang menjadi sumber sensasi tetapi ia hanyalah media. Lalu siapa yang merasakan sensasi inderawi tersebut? Ia adalah ruh..

Baik dialam mimpi maupun alam sadar, ruhlah yang melihat, merasa dan mendengar. Dinampakkanlah dengan jelas dunia mimpi yang bisa dirasakan oleh ruh, demikian juga ketika sadar dan terbangun dari tidur. Maka dinampakkanlah segala alam materi kepada ruh dengan dimensi yang berbeda dari alam mimpi.

Dan satu hal yang harus anda baca serta pahami. Dunia ini hanyalah dinampakkan kepada kita. Dinampakkan dan bisa dirasakan keberadaanya oleh ruh.

Kesimpulannya adalah, ruh adalah wujud ghaib menjadi subyek...

Lalu kemanakah ruh ketika jasad ini sudah mati dan membusuk? Ia akan kembali kepada Yang Menciptakannya. Untuk kemudian dinampakkan dunia lain dengan dimensi yang juga lain. Dimensi aherat alam pembalasan, alam keabadian.

Artinya ketika kita mati pada hakikatnya tidaklah mati namun beralih dimensi. Kita mati namun pada hakikatnya hanyalah bangun dari alam dunia menuju alam aherat. Tersadar dari mimpinya kemudian menemukan dunia lain yang berbeda. Persis seperti ketika terbangun dari mimpi ketika kita tidur.

Pada saat itu dinampakkanlah dunia yang benar-benar lain. Ada padang mahsar, ada shirot, ada surga dan ada neraka. Itulah benda-benda dengan dimensi yang benar-benar berbeda dari dimensi dunia yang saat ini kita tinggali dan rasakan. Itulah penampakan-penampakan yang pada hakikatnya hanyalah ilusi. Itu semua baik benda dari dimensi mimpi, dimensi dunia dan dimensi akherat hanyalah wujud ilusi. Tipuan yang teramat sangat kuat dan tidaklah mampu kita buang.

Semua benda dari berbagai dimensi hanyalah wujud ilusi atau fana atau khayalan yang dinampakkan. Ia pada hakikatnya bukanlah wujud sejati. Lalu siapakah wujud sejati? Ia adalah Yang Menciptakan dengan sempurna berbagai tingkatan dimensi yang sudah dan akan kita alami penampakannya. Wujud sejati adalah Tuhan Seluruh Alam baik alam didimensi 1,2,3 dan seterusnya. Wujud sejati adalah Tuhan alam mimpi, alam dunia dan alam aherat serta dimensi lainnya yang tidak kita ketahui.

Maka benarlah Firman_Nya bahwa kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan yang menipu, dan kehidupan sesungguhnya adalah kehidupan akherat. Sayangnya kita tidak akan pernah mengerti sebelum merasakan sendiri penampakan dunia dengan dimensi lain yakni akherat.

Maka telah sesatlah orang-orang yang menyembah patung, pohon dan benda-benda lainnya sebagai tuhan yang bisa dilihat oleh mata. Karena apa-apa yang dilihat oleh mata hanyalah ilusi dan tipuan otak. Sekedar penampakan yang ditampakkan.

Maka sesatlah orang-orang yang menyembah manusia sebagai tuhan, karena tidaklah mungkin Tuhan bisa dilihat oleh mata. Maka benarlah sesat orang-orang nasrani yang menyembah Yesus atau patung Yesus. Karena dia hanyalah seorang Nabi dan Rosul utusan Tuhan Seluruh dimensi.

Wujud sejati adalah Allah swt, Tuhan Yang Maha Tinggi yang bersemayam diatas aras. Aras atau langit ke 7 atau sidrotul muntaha atau dimensi tertinggi dari yang ada dan Allah Maha Tinggi dari pada Aras tidaklah mungkin menghinakan dirinya untuk reinkarnasi menjadi manusia dan berada didimensi rendah yakni dunia.
http://magis7.com/?id=bisnis

Dia Maha Tinggi dari segala-galanya, dia berada diatas aras dan menguasai segalanya. Aras adalah dimensi tertinggi tetapi Allah tidak berada disana karena Dia tidaklah mungkin menempati ruang. Dia Wujud yang sesungguhnya yang menjadikan segala dimensi menjadi nampak nyata bagi mahluk yang di kehendaki_Nya.

Allah, Tuhan seluruh alam dimensi dan berada tidak didalam dimensi manapun. Dia menciptakan berbagai alam dimensi kemudian mengijinkan mahluk yang dikehendaki_Nya untuk merasakan sensasi disetiap dimensi. Alam mimpi, alam dunia, alam akherat dan alam dengan dimensi lain yang tidak kita ketahui adalah perwujudan_Nya, cahaya_Nya.

Allah wujud dari segala wujud. Ia Ada dari segala keberadaan. Ia meliputi semua wujud. Cahaya_Nya adalah sepenuh alam semesta dari berbagai dimensi.

Wujud sejati adalah Allah swt. Yang lain hanyalah fana atau rusak, atau sementara, atau ilusi atau fatamorgana saja. Dialah Wujud sejati yang Kekal



Artikel Terkait



4 comments:

  1. Terima kasih untuk berbagi ilmu dalam artikel ini.
    LKoment dikit : YESUS itu tidak disembah tapi DIA Sumber Keselamatan dan Hidup jadi tidak perlu sesembahan. Bukan sekedar Nabi dan Rasul juga sebab kalau hnaya manusia bagaimana DIA bisa bangkit/ hidup kembali setelah 3 hari ada dalam kubur. Kalau soal inkarnasi ( ALLAH JADI MANUSIA ) g usah diragukan; ALLAH khan BISA dan BIASA; Jadi Manusia bukan berarti derajad nya jadi hina dan rendah; tapi itulah cara ALLAH mendekati manusia; mengenal ciptaanNya tapi IA sendiri ntidak fana, berdosa dan tetap mulia.
    Memang ke Kristenenan itu kelihatan bodoh dan goblok namun yang dianggap bodoh oleh dunia justru DIPAKAI ALLAH untuk mempermuliakan namaNYA. Justru dalam ke tidak maha tahuannya orang Kristen bersandar dan bergantung penuh kepada ALLAH YANG MAHA TAHU, BAIK, SEMPURNA, Dhat YANG KEKAL.
    Dalam kefanaan nya ( Kristen akui dirinya ABU dan TANAH ) mereka berserah, percaya dan mengakui adanya ALLAH yang KUASA, ABADI, PEMURAH dan PENUH BELAS KASIH.
    Dalam kerendahan hatinya, orang Kristen dimuliakaan ALLAH.

    Demikian sharing saya dan senang yah kita boleh mendalami ilmu ke Tuhanan yang tidak kering digali, semakin berlimpah bila di kaji.

    Salam Berkat

    agus m hasan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Pak Agus atas inputnya yang santun. Saya yakin baik kami sendiri maupun Mas Agus ingin selamat dunia akherat. Makanya kita semua dengan segala ketulusan ingin mencari kebenaran sejati. Kita juga yakin siapa yang dengan ketulusan jauh dari memaksakan keyakinan ingin menemukan jalan dan petunjuk niscaya akan ditunjukan jalannya. Insya Allah

      Mengenai sharing anda maka ijinkan saya juga mengajukan sebuah diskusi yang akan saya upload di artikel lainnya..

      Salam

      Delete
    2. Silahkan kunjungi sharing saya dibawah ini

      http://www.adhinbusro.com/2014/02/siapakah-tuhan-yang-sesungguhnya.html

      Delete
  2. Alhamdulillah setelah membaca artikel hebat ini,saya mulai memahami sedikit-sedikit tentang hakikat wujud sejati,terima kasih Pak Adhin Busro.

    ReplyDelete