Feb 28, 2014

Siapakah Tuhan yang Sesungguhnya?

Ada komentar dari teman kita yang beragama Kristen yang bernama Bapak Agus M Hasan. Kami sangat mengapresiasi komentarnya yang disampaikan dengan santun. Disini adalah tempat bagi kita untuk diskusi dengan tetap menghargai keyakinan masing-masing dan tentu saja dilarang untuk memaksakan agama dan keyakinannya. Adapun komentar beliau selengkapnya ada di artikel disini..

Berikut komentar santunnya sbb:

Terima kasih untuk berbagi ilmu dalam artikel ini. Koment dikit : YESUS itu tidak disembah tapi DIA Sumber Keselamatan dan Hidup jadi tidak perlu sesembahan. Bukan sekedar Nabi dan Rasul juga sebab kalau hanya manusia bagaimana DIA bisa bangkit/ hidup kembali setelah 3 hari ada dalam kubur. Kalau soal inkarnasi ( ALLAH JADI MANUSIA ) g usah diragukan; ALLAH khan BISA dan BIASA; Jadi Manusia bukan berarti derajad nya jadi hina dan rendah; tapi itulah cara ALLAH mendekati manusia; mengenal ciptaanNya tapi IA sendiri ntidak fana, berdosa dan tetap mulia.

Memang ke Kristenenan itu kelihatan bodoh dan goblok namun yang dianggap bodoh oleh dunia justru DIPAKAI ALLAH untuk mempermuliakan namaNYA. Justru dalam ke tidak maha tahuannya orang Kristen bersandar dan bergantung penuh kepada ALLAH YANG MAHA TAHU, BAIK, SEMPURNA, Dhat YANG KEKAL.

Dalam kefanaan nya ( Kristen akui dirinya ABU dan TANAH ) mereka berserah, percaya dan mengakui adanya ALLAH yang KUASA, ABADI, PEMURAH dan PENUH BELAS KASIH.
Dalam kerendahan hatinya, orang Kristen dimuliakaan ALLAH.

Demikian sharing saya dan senang yah kita boleh mendalami ilmu ke Tuhanan yang tidak kering digali, semakin berlimpah bila di kaji.
http://hjkarpetmasjid.blogspot.com/

Salam Berkat

agus m hasan

Jawab: Disini kami hendak berdiskusi terbuka dan tulus ingin mencari kebenaran. Kebenaran yang masuk akal, sebagaimana adanya langit dan bumi ini. Jika kita bertanya siapakah penciptanya? Tentu kita sepakat langit dan bumi ada yang menciptakan karena mustahil ada dengan sendirinya. Seperti inilah yang ingin saya tekankan yakni diskusi berdasarkan logika keyakinan bukan semata-mata prasangka tanpa ilmu.

Kami tidak hendak menukil ayat satupun cukuplah kita bahas dengan ketulusan untuk mencari kebenaran. Ayat itu bisa saja dipelintir oleh siapapun juga makanya cukuplah kita bertafakur diri menggunakan akal yang jujur. Karena kita sudah sepakat untuk berdiskusi dengan ketulusan untuk mencari kebenaran maka jika sesuatu itu benar maka benarlah ia. Kita juga sepakat untuk membuang ego keyakinan dan merasa paling benar. Bisa jadi saya salah dan bisa jadi pula anda yang salah. 

Saya sependapat dengan Mas Agus tentang Yesus atau Isa as. Beliau memang tidak boleh disembah. Kami juga sepakat kalau Yesus itu sumber keselamatan bagi kaumnya yakni kaum ketika Beliau diutus yaitu Bani Israel. Yesus itu manusia suci maka mulialah namanya dilangit dan dibumi. Kami sebagai muslim amat sangat menghormati Yesus yang suci dan mulia dimana beliau diciptakan dengan kalimat_Nya. Apa yang Yesus ucapkan kami juga melaksanakannya seperti melarang makan babi, mabuk-mabukan, perintah sunat, mengkafani orang meninggal, dan lain sebagainya. Larangan ini ada dalam Injil, silahkan bisa dibuka kembali.

Kami mencintai Yesus dan menerapkan ajarannya termasuk ajaran tauhid dimana Yesus menyuruh kita untuk menyembah Tuhan Yang Esa. Esa itu bahasa arabnya ahad. Ahad itu artinya satu-satunya dan tidak ada duanya. Tidak boleh dibagi-bagi bagaimanapun caranya.

Nah untuk pernyataan anda seperti ini "ALLAH yang KUASA, ABADI, PEMURAH dan PENUH BELAS KASIH" kami sangat-sangat sepakat tidak ada pertentangan sama sekali. Anda benar dan tepat. Segala Puja dan Puji milik Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Allah adalah Tuhan Yang Esa, tempat dimana kita semua dan segala ciptaan bergantung kepada_Nya, sementara Dia tidak bergantung kepada apapun. Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai_Nya.

Saya salut dengan ketulusan anda akan ucapan diatas dimana kami juga mengamini. Sifat-sifat Maha nya Allah yang anda tuliskan kami juga mengamini. Tetapi kami sama sekali tidak mengatakan kristen itu bodoh dan goblog namun sebaliknya. Banyak sekali sahabat kami yang kristen malah jauh lebih pintar dari kami. Kristen itu dimuliakan Allah? ya benar, bahkan semua manusia tidak hanya kristen itu dimuliakan oleh Allah dan diciptakan dengan kesempurnaan yang lebih dibanding mahluk lainnya. Semua manusia pasti dikasihi dan di sayangi tanpa pandang bulu. Semua dikasih oksigen, dikasih makanan dan nikmat lainnya yang tidak mungkin bisa kita hitung satu persatu. Karena Allah pasti tidak membeda-bedakan manusia ciptaan_Nya, khususnya didunia ini. Bagaimana di akherat nanti? Hanya Allah Yang Mengetahuinya..

Namun sayangnya ada perbedaan yang signifikan antara kami dan anda. Karena anda mengatakan Yesus itu tuhan, atau manusia yang kemudian dipertuhankan sementara kami menganggap beliau adalah Nabi dan Rosul yang menyuruh untuk menyembah Tuhan Yang Esa. Maka jujur kami terluka ketika Mas Agus dan teman-teman lainnya mengatakan "tiga", padahal Dia adalah Allah, Tuhan Yang Esa.

Untuk masalah kematian Yesus selama 3 hari kemudian bangkit lagi, hal ini masih banyak sekali perdebatan dikalangan kristen sendiri. Perdebatan tiada akhir. Kalau kami memberikan argumen dan bukti sejarah tentunya hal ini juga akan membuka perdebatan tiada akhir. Karena keyakinan kami adalah Yesus tidak mati disalib sama sekali, tetapi yang disalib adalah manusia yang diserupakan dengan Yesus. Sepertinya lebih baik untuk berdiskusi tentang keyakinan Yesus adalah tuhan karena bangkit dari kematian.

Berdasarkan Al Kitab ada banyak manusia suci yang mampu menghidupkan kembali mahluk yang telah mati selain Yesus, seperti Nabi Elia, Nabi Elisa, Yehedzkiel. Pun juga Nabi Ibrahim (Abraham), dan Nabi Musa as. Seyogyanyalah kita terbuka dengan ketulusan yang amat sangat untuk melihat hal ini dengan hati nurani bukan dengan prasangka dan keyakinan yang buta. Jika ada selain Yesus yang bisa menghidupkan/ hidup dari kematian apakah ia juga tuhan? Kalau saya pribadi dengan segala kebodohan akal kami akan mengatakan, tuhan itu tidak hanya Yesus saja, karena yang bisa hidup dari kematian tidak hanya Yesus as.

Atau kalau mengatakan Yesus itu lahir dengan mukjizat tanpa seorang ayah, maka Adam as terlahir tanpa ayah dan ibu. Sekali lagi jika kita dengan ketulusan dan kejujuran yang teramat sangat dalam mau mengakui maka Adam as lebih layak disebut tuhan karena lahir tanpa ayah dan ibu.

Jika mengatakan, "Kalau soal inkarnasi ( ALLAH JADI MANUSIA ) g usah diragukan; ALLAH khan BISA dan BIASA; Jadi Manusia bukan berarti derajad nya jadi hina dan rendah; tapi itulah cara ALLAH mendekati manusia; mengenal ciptaanNya tapi IA sendiri ntidak fana, berdosa dan tetap mulia", maka ijinkanlah kami sedikit sharing tentang hal tersebut. Inkarnasi adalah keyakinan teman-teman Hindu dan Budha. Jika anda mengatakan soal inkarnasi artinya keyakinan Mas Agus sama dengan keyakinan Hindu dan Budha. Sepakat ya?

Mari kita melihat alam semesta yang luar biasa besar ini. Manusia yang ada dibumi dan segala isinya hanyalah setitik ciptaan diantara ciptaan lainnya bahkan lebih kecil dari itu. Sampai detik ini belum bisa diukur berapa luas alam semesta dan dimana tepi-tepinya. Ini menggambarkan kebesaran yang tiada tara, tak terhingga. Sedangkan ada lagi bumi dan langit yang lain dari dimensi yang berbeda. 7 langit dan 7 bumi atau 7 alam semesta dengan dimensi yang tidak sama.

Keyakinan kami Allah itu Maha Tinggi dan Maha Mulia saya yakin anda juga sependapat. Dia tidak menempati ruang dan waktu karena segala hal yang menempati ruang dan waktu adalah sesuatu yang terbatas, sedangkan Allah Maha Tinggi dari seluruh alam. Dia tidak menempati dimensi dunia ini termasuk bumi, tidak juga didimensi berikutnya dan berikutnya. Dia juga tidak menempati dimensi surga. Artinya jika Allah menjadi manusia artinya menjadi mahluk yang terbatas. Tentu saja hal ini menyalahi sifat_Nya Yang Maha Tinggi. Atau kalau tuhan menempati bumi bahkan menempati surga artinya kita mempersepsikan tuhan itu sama dengan manusia yang menempati ruang. Padahal Allah lah pencipta ruang dan waktu dan tidak terikat keduanya.

Jika Allah menjadi manusia untuk mengenali ciptaan_Nya maka hal ini juga menyalahi sifat_Nya Yang Maha Mengetahui, bahkan dia mengetahui jauh-jauh hari segala detail sebelum adanya penciptaan manusia. Tuhan Maha Mengetahui, Maha Berilmu, saya yakin anda anda juga sepakat, maka tempatkanlah nama-namanya pada tempat yang sesungguhnya.

Allah menjadi manusia itu menurut Mas Agus tidak menjadikan_Nya hina tetapi tetap Mulia. Menurut kami justru sebaliknya. Untuk menjaga Kemuliaan Nama_Nya maka Dia tidak harus turun tangan untuk menjadi mengenali ciptaan_Nya sekaligus menebus dosa-dosa manusia. Lebih logis kalau Dia menurunkan malaikat, atau mengutus utusan_Nya untuk menyampaikan Firman_Nya. Kalau demikian adanya maka tuhan yang anda sembah itu jauh dari kata Maha Tinggi dan Maha Mulia.

Karena manusia adalah mahluk yang lemah maka tuhan manusia juga mempunyai sifat yang sama. Jadi logis kalau kami mengatakan tuhan yang anda sembah itu lemah. Kami menyembah Tuhan Pencipta manusia termasuk yang menciptakan Yesus.

Saya melihat inti dari keyakinan Mas Agus adalah menganggap manusia itu mahluk yang teramat sangat luar biasa mulia yang menyebabkan tuhan harus turun tangan. Manusia itu mahluk yang di kasihi dan disayangi Tuhan itu benar adanya. Oksigen saja diberikan gratis. Tetapi hal ini tidak berarti manusia boleh melakukan segalanya. Mas Agus barangkali menganggap manusia adalah mahluk vital bagi keseimbangan alam semesta sehingga harus benar-benar diproteksi agar kehidupan dunia dan akherat kelak bisa berjalan dengan baik. Kalau saya mengatakan posisi tuhan anda dibawah manusia saya pikir hal ini bisa diterima akal. Mengapa? Karena bagaimanapun juga manusia harus diselamatkan atas nama Yesus, maka dengannya tuhan harus turun ke bumi dengan tersiksa.

Coba perhatikan betapa menyedihkannya Yesus yang berdarah-darah berada ditiang salib untuk menyelamatkan manusia. Coba sekali lagi renungkan dengan nurani kita semua apakah layak tuhan berdarah-darah berada ditiang salib. Dan lebih menyedihakn lagi yang melakukan itu semua adalah manusia, ciptaannya sendiri.  Sekali lagi tolong kita semua yang membaca artikel ini untuk merenungkan kembali dengan hati nurani yang tulus dan jujur jauh dari pemaksaan keyakinan. "Apakah layak tuhan tersiksa sampai mati berdarah-darah ditiang salib?" Logis tidak kalau saya mengatakan tuhan ditiang salib itu derajadnya lebih rendah dari manusia? Ada apa gerangan sehingga tuhan sampai menghinakan dirinya sendiri? Hilang kemana sifat Ke Mahaan_Nya?

Manusia itu memang diciptakan lebih sempurna dari mahluk lainnya. Diberikan akal dan budi untuk membedakan mana-mana yang baik dan mana-mana yang buruk. Mana cahaya dan mana kegelapan. Mana yang benar dan mana yang salah. Maka jangan sampai akal dan budi itu tertutupi oleh keyakinan yang sama sekali tidak masuk diakal. Keyakinan yang coba diresapkan dalam dada dikarenakan adanya janji-janji keselamatan. Keyakinan yang dipaksakan demi memperoleh kemudahan hidup didunia dan keselamatan diakherat. Seolah-olah diperbolehkan berbuat sesuka hati dan merasa aman karena sudah ada pengampunan dan keselamatan tuhan yang mengorbankan dirinya sendiri di tiang salib. Pengorbanan tuhannya sendiri yang seolah-olah itu merupakan ijin bagi kita untuk berbuat kerusakan dimuka bumi. Toh dosanya sudah diampuni. Saya pikir ini sama sekali tidak logis.. Ini hanyalah keyakinan yang dipaksakan untuk meraih kesenangan semata dengan memperturutkan hawa nafsu sesuka hatinya.

Memang manusiawi kita cenderung kepada sesuatu yang mudah dan gampang apalagi menjamin keselamatan. Cukup percaya juru selamat maka selamatlah ia. Menurut kami tidak seperti itu. Manusia diturunkan kebumi ini untuk dites atau diuji siapa-siapa yang berbuat baik dan siapa-siapa yang berbuat kerusakan dimana masing-masing ada balasannya. Manusia yang selamat ialah mereka yang percaya kepada Tuhan Semesta Alam kemudian melakukan amal dan perbuatan yang baik. Ia yang menjalankan perintah Tuhan dan menjauhi larangan_Nya adalah golongan yang mempunyai kans untuk selamat lebih besar. Artinya manusia bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

Sekali lagi manusia itu diuji. Jika semua manusia adalah mahluk jahat itu sama sekali tidak mengurangi Kebesaran Allah, sebaliknya jikalau manusia semuanya baik itu juga tidak mengurangi kemuliaan_Nya. Manusia adalah mahluk yang bergantung sepenuhnya kepada Allah, bukan Allah yang bergantung kepada manusia, apalagi sampai turun kebumi dalam keadaan tersiksa untuk menyelamatkan ciptaannya seolah-olah mengatakan, "Lihatlah wahai manusia, aku ini tuhanmu rela menderita dan tersiksa demi keselamatanmu, lihatlah sekali lagi akan kesedihanku ini. Ini semua aku lakukan demi kamu wahai manusia. Makanya berlakulah penuh kasih dan muliakan namaku atas apa yang aku lakukan". Lihatlah kisah penyaliban tuhan seperti memposisikan manusia lebih tinggi daripada tuhan.

Terlepas dari diskusi tentang ketuhanan ini jika kita membahasnya dengan memegang teguh keyakinan yang bersumber dari prasangka tentu saja akan menjadi perdebatan tiada akhir. Makanya kami sampaikan, saya dan anda sedang mencari kebenaran hakiki kemudian sepakat untuk mengedepankan ketulusan dan kejujuran didalam mencari kebenaran berdasarkan logika akal dan hati nurani karunia Tuhan Yang Maha Tinggi. Jika kita sama-sama membuang ego merasa keyakinannya paling benar, niscaya Tuhan Yang Maha Tinggi akan memberikan petunjuk_Nya. Kecuali kita berkeras hati untuk meyakini dengan prasangka, "hanya kepercayaan sayalah yang paling benar sementara yang lain sesat dan pasti masuk neraka", maka masuk akal kalau kita tidak akan mendapat petunjuk. Karena apa? Karena ada kesombongan dalam hati kita. Iblis menyombongkan diri sekali saja kemudian dikutuk sampai kiamat, mudah-mudahan kisah iblis memberikan pelajaran yang berharga untuk kita semua. Amin

Saya pribadi tentu saja bisa salah demikian juga Mas Agus. Jika hati nurani mengatakan salah maka katakan salah, jika benar maka katakan benar agar kita semua benar-benar mendapatkan hikmah kebenaran. Karena itulah yang sama-sama kita cari demi kebahagiaan hidup didunia dan hidup setelah dunia ini.

Demikian dari saya. Kalau ada yang mau mengomentari silahkan. Kita sepakat untuk diskusi dengan santun. Salam

Wallahu A'lam



Artikel Terkait



9 comments:

  1. Luar biasa Mas Adhin. Penjelasan yang bisa diterima dengan baik. Muslim itu mencintai Yesus dan menjalankan perintahnya seperti sunat, tidak makan babi, tidak mabuk dll, sementara faktanya kristen tidak menjalankannya. Artinya muslim dalam tanda kutip lebih kristen dari pada pemeluk kristen sendiri ya? Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Point utamanya Muslim dengan segala daya upaya tetap menjalankan 10 perintah Tuhan yang diberikan kepada Musa as, dan estafet kepada Yesus as..

      Delete
    2. Saya rasa muslim tidak mengikuti 10 Perintah Tuhan !

      Bukti :
      Dalam 10 Perintah Tuhan, disebut : Jangan Membunuh ! (Ulangan 20:13)

      Tetapi diQuran, Allah swt memerintah untuk membunuh kafirun ! (QS 4:89 / QS 2:191 / QS 9:5)
      Allah swt memerintah untuk memerangi kafirun (QS 8:39 / QS 9:29,39,123 / QS 25:52 / Al-An'am 151)
      Allah swt memerintahkan untuk memenggal kepala kafirun (Qs 8:12)

      Di 10 Perintah Tuhan, dilarang untuk berbohong (Ulangan 20:16)
      Sedangkan Allah swt membalas tipu dengan tipuan yg lebih canggih ! (Qs 3:54, Qs 8:30)

      koreksi jika saya salah.

      Delete
    3. Dalam agama Islam itu dilarang membunuh tanpa alasan yang jelas. Ini jelas sekali larangannya.

      Adapun ayat2 yang saudara kemukakan ada asbabunuzul atau sebab turunnya ayat. Ini harus dipelajari dengan seksama tidak boleh asal menafsirkan secara dhahir.

      Sekali lagi dilarang membunuh tanpa alasan yang jelas. Adapun asbab diperbolehkannya misal

      Membunuh orang munafik dan atau mata-mata. Dan kita semua tahu yang namanya mata-mata/ orang munafik itu sangat besar bahayanya
      Membunuh sebab membela diri dari orang kafir yang menyerang dan hendak memadamkan cahaya Allah. (begitulah bahasanya)

      Nah semua ayat yang saudara kemukakan diatas mayoritas tentang membunuh (membela diri) sebab diserang, dan juga membunuh mata-mata/ munafik. Silahkan baca saja asbabnunnuzul (sebab turunnya ayat) dan atau tanyakan kepada ahli tafsir

      Delete
  2. Disini adalah pembaca blog setia dimana banyak juga yang beragama kristen. Diluar keyakinannya masing-masing saya mengikuti blog ini karena mendapat mampaat.

    ReplyDelete
  3. saya sependapat juga sma mas agus, stidak ny kbnyak an yg saya tau dari ulesan orang banyak mengecoh kitab suci

    ReplyDelete
  4. saya sependapat juga sma mas agus, stidak ny kbnyak an yg saya tau dari ulesan orang banyak mengecoh kitab suci

    ReplyDelete