Feb 12, 2014

Rahasia "Kun Fayakun" Terkuak

Banyak yang membahas tentang "Kun Fayakun", bahkan ada sebuah buku karya Yusuf Mansur yang judulnya persis sama. Jika kita tipikal pengekor maka kita hanya ikut apa kata orang atau kata ustadz tentang makna Kun Fayakun tadi. Namun bagi yang sedikit kritis pasti ada pertanyaan, kok bisa begitu ya?

Pertanyaan seperti ini tidak dilarang kok, malah dianjurkan bagi setiap manusia khususnya muslim untuk menggali rahasia Al Qur'an. Surat pertama saja meminta kita untuk "Iqra'" atau bacalah. Maka bacalah segala fenomena baik membaca buku maupun membaca alam. Kok bisa begini, kok bisa begitu dan seterusnya sampai Allah swt berkenan membuka hijab keajaiban iqro' tersebut.

Kun Fayakun adalah 2 kata dalam Al Qur'an didalam surat Yasin ayat kedua paling akhir. Itu adalah Kekuasaan Allah swt didalam menciptakan segalanya, hanya berkata "Jadilah" maka jadilah ia. So, mari kita melihat sebuah analogi agar anda paham. Kun Fayakun adalah hak Allah, jikalau manusia bisa melakukannya itu artinya atas Kehendak_Nya. Pertanyaan_Nya apakah manusia bisa melakukannya? Bisa...

Sebelum anda membaca alasan mengapa manusia bisa kun fayakun atas ijin Allah baiknya anda baca artikel tentang dunia mimpi disini

Allah swt adalah cahaya diatas cahaya. Cahaya Allah meliputi langit dan bumi dan segala isinya serta hal-hal segenap ciptaan_Nya yang tidak kita ketahui. Manusia hanya mengetahui setitik dari Ilmu_Nya bahkan lebih kecil daripada itu. Bingung nggak? hehehe

Okelah, kalau bingung saya kasih analogi begini. Tahu gong?? Maka ketika gong ditabuh ia akan berbunyi, "Guuunnngggg", katakanlah begitu. Bunyinya terus merambat sampai jarak tertentu. Jadi rambatan bunyi itu adalah cahaya Allah, sementara gong adalah benda dan yang menabuh adalah manusia. Kalau saya analogikan bahwa Gong itu Tuhan saya takut anda akan membayangkan Tuhan itu seperti gong. Hehehe

Intinya begitu, suara rambatan bunyi adalah cahaya Allah sementara sumbernya adalah cahaya diatas cahaya atau Allah swt sendiri. Ia sumber dari segala sumber, sebab dari segala sebab. Ia berkuasa atas segala sumber dan sebab. Saya harap tidak makin bingung..

Rambatan bunyi itu diibaratkan adalah alam semesta dengan segala isinya dan dimensinya. Sumber dari segala alam semesta adalah Dia Yang Menciptakan. Jadi untuk menciptakan segenap alam semesta serta dimensinya termasuk alam akherat cukup Allah swt berkata jadilah maka jadilah ia. Dalam bahasa analogi cukup ditabuh gong itu maka saat itu juga terjadilah rambatan bunyi atau alam semesta.

Itulah analogi kun fayakun. Lalu kembali kepada pertanyaan, apakah manusia bisa melakukannya dengan ijin Allah swt? Bisa dalam konteks kemanusiaan. Bisa karena Tuhan mengijinkan. Caranya sama persis dengan gong itu. Tabuhlah maka bunyinya akan merambat. Kalau bahasa kemanusiannya, "Mintalah maka akan anda dapatkan atau berdoalah maka akan dikabulkan". You see??

Anda mau apa? Kalau mau rumah maka berteriaklah sekeras-kerasnya, "RUMAAAHHH". atau "UANNGGG" atau apapun yang ingin anda hadirkan dalam hidup. Tidak mungkin anda berteriak, "Alam semestaaaa", karena itu hanya hak Allah saja. Anda meminta apa yang menjadi keinginan atau kebutuhan anda saja, maka ia akan hadir.

Teriakan kita bukan teriak secara harfiah, namun berteriak dan memanggil alam lain dengan dimensi lebih tinggi. Dimensi/ alam lain dimana Allah swt mengijinkan ia sebagai media penghubung untuk manusia. Alam itu adalah alam malaikat. Alam malaikat dengan jumlah penduduk tak terhingga diciptakan salah satunya untuk melayani manusia. Malaikat bertugas untuk melayani (Baca=mendoakan) manusia. Ada yang bertugas menurunkan hujan, membagi rezeki, mendoakan, termasuk mencabut nyawa. Hiii ngeri. Anyway mereka yang berada didimensi mereka sendiri adalah sebagian dari perpanjangan tangan (Baca=cahaya) Tuhan.

Dikarenakan dimensi alam malakut adalah lebih tinggi dan lebih halus maka berteriaknya juga harus dengan kehalusan. Kehalusan disini adalah kekhusukan.. Saya yakin anda mulai angguk-angguk kepala. Artinya tanpa kekhusukan anda hanya memanggil pepesan kosong alias sia-sia. So berteriaklah dengan penuh kekhusukan dan penuh harap. Harapan yang harus anda pancarkan kepada sumber dari segala cahaya. Cahaya diatas cahaya yakni Allah swt.

Sampai disini dulu ya? Nanti dilanjut dengan artikel "Kun Fayakun" berikutnya. Saya jamin jika anda mengikuti sudut pandang saya pribadi maka anda akan memahami substansi doa dengan lebih mudah.

Makanya kami merekomendasikan kepada anda untuk mendaftar menjadi free member pembelajaran seperti diatas. Isi nama dan email 100% gratis

First Name:
E-Mail Address:

Wassalam
Adhin Busro

Dipersembahkan oleh
Rahasia Kunci Sukses, Rahasia Sukses dengan Amalan Penarik Rezeki
Magis7, 7 langkah magis kun fayakun


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment