Feb 18, 2014

Haruskah Menceraikan Istri yang Tidak Patuh?

Hidup berumah tangga ada kalanya guyub ada kalanya bertengkar. Sebuah hal yang amat sangat wajar sekali :). Jikalau tidak mau ada masalah dalam berumah tangga ya jangan menikah :). Makanya bersikaplah arif bijaksana ketika ada permasalahan didalam hidup berumah tangga.

Ada sahabat blog saya yang bernama , Thohir (Bukan nama sebenarnya). Ia bukanlah pemilik klub Inter Milan ya? Ia adalah pembaca blog Adhin Busro. Dia menanyakan begini

Salam, nama saya Thohir 33 tahun. Makasih informasi dan motivasi mengenai cara cepat dapat jodoh dengan sholat hajat dan sedekah. Saya mohon doa restunyamas.. Saya baru saja bercerai dengan istri saya yang sudah tidak patuh kepada perintah suami. Salam

Jawab: Pertama terimakasih apresiasinya terhadap blog ini ya? Doa saya dan pembaca blog agar anda diberikan kesabaran serta bisa mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik. Amin

Mohon untuk dicatat sbb
"Wanita itu dinikahi karena empat perkara. Karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agama, maka beruntunglah orang yang memperoleh wanita yang kuat agama-nya, maka tanganmu akan penuh debu (rugi) jika tidak kamu ikuti." (HR. Muttafaqun 'Alaih)

Ulasan singkat berikut ini adalah opini sekaligus nasehat kepada anda para suami yang mempunyai istri dimana (katanya) tidak patuh.

Saya mulai dengan sebuah cerita. Kemarin hari minggu tanggal 16 Feb 2014 saya kedatangan tamu 2 orang satpam dan 1 orang tukang di perumahan kami. Kita ngobrol ngalor ngidul sampai kepada sebuah kisah atau lebih tepatnya curhat.

Kisah satu dari si tukang yang katakanlah namanya Alipbatasa. Dia dulu pernah menikah dengan seorang wanita yang 20 tahun lebih tua. Haahh sumpe lo? Iya beneran. Singkat cerita mereka bercerai dikarenakan si wanita adalah orang yang cukup berada sementara Pak Alibatasa hanyalah kuli di hutan. Saat ini Pak Alip sudah beristri lagi, dan kelihatannya cukup bahagia. Awalnya Pak Alip hanya seorang satpam dengan gaji 500.000 perbulan namun saat ini penghasilan sebagai tukang bisa mencapai 10 kali lipatnya yakni 5 juta sebulan.

Kisah ke dua dari satpam yang bernama Umar. 15 tahun yang lalu ia bekerja sebagai tukang becak. Karena faktor ekonomi ia akhirnya dicerai sama istrinya. Lho kok bisa? Ya bisa karena inilah jaman edan. Hehehe. Pak Umar disuruh istrinya untuk pergi dari rumah, dimana selama ini statusnya hanya numpang dirumah istri. Beliau ingat saat itu sore hari ia menggendong anaknya yang masih batita, kemudian sebelum magrib ia pergi dari rumah istrinya untuk selamanya.  Sedih sekali ia rasakan, air mata tertumpah dikarenakan harus meninggalkan anaknya yang masih kecil. Sampai saat ini kesedihan masih dipendamnya, ditambah selama 15 tahun masih belum punya istri lagi.

Ada lagi kisah ke tiga dari seorang satpam juga yang bernama Musin. Dahulunya istri tidak bekerja, dan menjadi ibu bagi 7 orang anaknya. Dahulu ia masih nurut, namun semenjak istrinya bekerja di Giant Supermarket ia berubah 180 derajad. Ia seringkali melawan perintahnya. Ditambah ia jarang pulang. Seringkali seminggu pulang hanya sekali saja. Pak Musin sedih karena anaknya masih kecil-kecil dan harus dititipkan kepada orang tuanya. Sering juga ia mengancam cerai kepada istrinya, namun bukannya takut, istrinya malah balik menantang. Bertahun-tahun muhsin mencoba untuk bertahan karena faktor anak. Juga dikarenakan ia tak rela jika ketika cerai lalu istrinya mendapatkan pengganti yang lebih baik. Pak Musin tidak rela melihat istrinya bahagia dengan laki-laki lain. Ah ada-ada saja

Itulah 3 kisah yang berbeda dimana hanya Pak Alip yang saat ini merasa bahagia dengan keluarga barunya. Bahagia lahir dan batin. Mengapa demikian? Karena secara pribadi, dia adalah orang yang baik hati, ringan tangan serta suka menolong. Itulah mengapa banyak orang yang simpati. Sifat suka belajar sesuatu membuatnya kemudian bisa menjadi seorang tukang dengan bayaran yang mahal, yakni 150 ribu per hari. Sebenarnya dibayar 80-100 ribu perhari sudah cukup, namun siapapun yang memakai jasanya dipastikan akan membayar jauh lebih tinggi karena kerjaanya sangat memuaskan. Start mulai jalm 7 pagi sampai jam 8 malam. Tidak istirahat kecuali makan. Tidak merokok kecuali beberapa batang saja dsb.

Alasan dia bercerai juga sangat masuk akal. Ia bercerai dikarenakan istrinya yang memintanya karena saat itu kondisi Pak Alip memang serba kekurangan. Walaupun coba dijelaskan namun istrinya tidak mau mengerti, kemudian pak Alip berkata kepada saya, "Ya sudah pak, mau bagaimana lagi? Saya sudah mencoba menjelaskan, mencoba berkata jujur apa adanya, mencoba meyakinkan bahwa rezeki adalah proses, tetapi istri saya tidak mau mengerti. Akhirnya kami bercerai"

Anyway diluar itu semua bagi anda yang mempunyai istri maka dengarkanlah. Istri anda hanya membutuhkan perhatian, kasih sayang dan nafkah. Kalau istri tidak patuh bukan berarti ia seperti itu adanya, bisa jadi ia hanya menginginkan perhatian lebih dari anda sebagai seorang suami. Makanya jangan terburu-buru memvonis.

Apakah banyak istri yang nampaknya tidak patuh? Tentu saja banyak bahkan banyak sekali. Sebagian bisa mempertahankan keluarganya dan sebagian lagi tidak mampu untuk mengatasinya akhirnya bercerai menjadi solusi.

Nah saya mempunyai opini atau pandangan yang lain dari pada yang lain. Mengapa kita tidak mengambil hikmah dari istri kita yang tidak patuh serta galak? Bukankah dengan itu kita berlatih sabar? Kita tidak usah jauh-jauh untuk melatih kepribadian kita menjadi lebih dahsyat, cukup didalam rumah tangga kita sendiri.  Istri yang nampaknya tidak patuh, galak, mau menang sendiri dan lain sebagainya adalah tantangan bagi kita sebagai suami, mampu apa tidak sih untuk menghandle masalah kecil ini? Ingat, tugas kitalah mendidik istri bukan yang lain, maka didiklah dengan cerdas.

Kalau anda bertanya, istri tidak mau nurut maka sampai kiamat saya katakan tidak ada istri yang benar-benar secara ikhas mau nurut. Camkan itu... Wanita lebih mengedepankan perasaan dari pada logika, dan inilah yang seringkali membuat para suami tidak habis pikir. Wanita maunya menang sendiri, tidak bisa disalahkan dan lain sebagainya. Inilah fitrah yang sulit sekali untuk dihilangkan bahkan tidak bisa.

Mungkin ketika anda berkeras hati dan kadangkala membentak istri anda, nampak dia nurut. Tetapi jangan salah, itu hanya sementara saja. Ia nurut dikarenakan takut, dan pada saat tertentu bisa saja meledak. Dimanapun tidak ada istri yang secara ikhlas mau mengalah. Adanya adalah istri yang mencoba untuk mengalah padahal sejatinya tidak demikian.

Wahai para suami dengarkanlah. Istri itu memang unik. Perlakukan ia dengan perhatian dan kasih sayang. Dengan itulah istri bisa menjadi lebih jinak/ nurut. Jikalau engkau perlakukan dengan keras maka nurutnya istri hanyalah fatamorgana saja.

Ketika istri nampak tidak patuh maka, jangan salahkan istri dulu, namun lihat diri kita sendiri apakah sudah benar didalam mendidiknya? Makanya diskusikan masalah keluarga anda dengan duduk bersama. Tegakkan dada anda sebagai suami dimana hal ini meunjukkan sebuah ketegasan serta kewibawaan. Lalu talk, bicaralah dengan hati yang bening. Lembut tapi lugas. Dikarenakan istri lebih mengedepankan perasaan maka saya berani jamin, ketika anda berbicara dengan lugas dan sesuai dengan kebenaran maka keras hatinya akan lumer. Ia akan kalah oleh logika.
http://tipshamil.com/?ref=adhinbusro

Maka katakanlah, "Mamah ku yang cantik, nampaknya kita sedang ada sedikit kerikil didalam rumah tangga kita, so lets talk, ayo kita diskusi untuk memecahkan masalah ini sehingga ketemu keputusan yang terbaik dan terbijak". Maka hanya dimulai dengan itu saja istri anda saya jamin mulai lumer kekerasannya. Ia akan kalah oleh kelugasan anda. Ia akan tunduk dan takluk serta menganggap anda adalah sandaran hidupnya yang terbaik. Ia mungkin tidak akan berkata-kata dan meladeni tantangan anda untuk diskusi. Tetapi dari wajahnya akan terlihat bahwa ia sudah menyerah serta takluk oleh sebuah kelugasan.

Sekali lagi saya ingin tegaskan, bicaralah dengan lugas dan jelas tanpa adanya emosi. Kalau sebagai seorang suami masih saja mengumbar emosi lebih baik pakai rok saja. Karena yang mengumbar perasaan adalah kodrat wanita.

Disinilah kita latihan tanpa takut kesalahan. Disinilah kita latihan berbicara dengan orang lain ketika ada masalah. Tidak usah ikut seminar motivator yang mahal harganya, namun cukup latihlah dilingkungan keluarga anda. Saya yakin jika kita pandai memanfaatkan hikmah ini maka ke depan kita akan menjadi pribadi yang lebih sabar, tangguh, kuat dan hebat. Dan kharakter itu amat sangat diperlukan untuk memperbaiki kualitas hidup kita baik ekonomi, sosial dan keagamaan.

Firman Allah swt
"Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (An-Nisa': 19)

Jadi untuk istri yang nampaknya tidak patuh maka solusinya adalah "Bicarakan". Semua bisa dibicarakan sekaligus dimaafkan kecuali perselingkuhan dan pengkhianatan. Jaga rumah tangga anda semaksimal mungkin dan jauhi perceraian. Jangan sampai dikarenakan masalah egois masing-masing pihak kemudian kata cerai itu keluar dari mulut anda.

Kalau anda belum mampu untuk memberikan pengertian kepada istri anda maka carilah seorang perantara atau hakim. Bisa ustadz, mertua, orang tua atau siapapun yang dianggap mampu berbicara hikmah

Allah berfirman
"Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam (juru damai) dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufiq kepada suami isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (An-Nisa': 35)

Namun kalau sudah terlanjur bercerai maka pastikan perceraian itu adalah yang terbaik untuk kedua pihak.

Dipersembahkan oleh
 Magis7, 7 Langkah Magis Menguasai Rasa Sejati. Dapatkan produk lanjutan yakni cara cepat mendapatkan jodoh terbaik.

Tips Hamil, Rahasia cara cepat hamil untuk kebahagiaan keluarga



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment