Feb 7, 2014

Harus di Baca, Rahasia Dimensi DOA

Sebelum membaca artikel ini anda harus membaca juga artikel disini karena saling berkaitan. Ibaratnya artikel berikut adalah lanjutan dari artikel sebelumnya. Disini anda akan saya giring kepada sebuah sudut pandang bahwa DOA itu harusnya seperti ini.
http://magis7.com/?id=bisnis

Zul bermimpi. Ia sedang duduk disebuah rumah sambil merenung. "Rasanya enak ya kalau saya mendapatkan emas sekarung. Saya bisa kaya raya dan hidup bahagia"

Kebetulan anda sedang berada disebelah Zul dan katakanlah tahu apa keinginannya kemudian berkata, "Zul kau mendapatkan emas sebanyak yang engkau minta".

Dasar otak tidak bisa membedakan mana mimpi mana beneran, ia langsung menerimanya. Ditambah lagi Zul dalam konsisi tidur sehingga alam bawah sadarnya menerima tanpa pertanyaan. Zul dalam mimpinya melihat sebuah benda bercahaya, kemudian didekatinya dan, ahay... Ada emas sekarung didepannya.

Belum sempat Zul ambil emasnya tiba-tiba ia tersadar dan terbangun. "Yaaahh, cuma mimpi".

Tetapi Zul memahami sebuah hikmah yang teramat sangat besar. Jika dalam mimpinya ia bisa mendapatkan emas sekarung, pastinya dalam kehidupan nyata iapun bisa mendapatkannya juga. Paling tidak kalaupun bukan emas, yaaaa... mobil, rumah, uang tunai dan kekayaan lainnya.

Caranya bagaimana?? Sederhana sekali, "Mintalah dengan jelas". Ingini dengan sangat.

Kalau dialam mimpi ada orang yang berkata "Emas", maka dalam mimpinya ia melihat emas. Apakah anda pernah tertidur sementara ada pertandingan sepakbola di TV, namun pada saat itu lupa mematikannya kemudian anda bermimpi? Mimpinya tentang bola. Bisa jadi anda bermain bola sebagi striker, back atau kiper. Atau bisa juga anda hanya menonton bola dialam mimpimu.

Ada ayat yang mengatakan kurang lebih bahwa "dunia ini bukan kehidupan yang sesungguhnya, dan kehidupan yang hakiki adalah akherat". Zul memahami sebuah hal penting, bahwa dunia yang kita tinggali ini pada hakikatnya juga mimpi. Mengapa? Karena dunia ini bukan kehidupan yang sesungguhnya alias hanya mimpi atau ilusi. Persis seperti yang dikatakan Albert Eisntein dan ilmuan fisika kuantum lainnya.

Karena dunia ini hanyalah mimpi maka seharusnya kita bisa mendapatkan apapun sesuai dengan keinginan kita, persis seperti mimpi beneran. Setuju nggak analogi saya?

Caranya bagaimana? Mintalah.. Mintalah kepada Yang Menciptakan dunia mimpi, dunia di bumi dan dunia akherat, Tuhan Yang Maha Menciptakan berbagai alam dan dimensi.

Pernah mendengar hadist yang mengatakan bahwa, orang baik akan didoakan malaikat. Orang yang suka majelis ilmu juga akan didoakan malaikat. Orang yang mendoakan orang lain juga akan didoakan malaikat. Ternyata malaikat suka mendoakan manusia yang beriman serta taqwa.

Dari mana malaikat mendoakan manusia? Tentu saja dari alamnya sendiri. Alam malaikat yang berdimensi lebih tinggi dari alam dunia ini.

Tentang dimensi alam marilah kita sedikit mengulas. Ada alam mimpi, alam dunia, alam kubur, alam akherat. Alam akherat pun kata sebagian ulama ada beberapa tingkatan atau dimensi. Surga dan neraka ada 7 dimensi. Langit juga ada 7 dimensi, dan dimensi/alam lain yang kita tidak tahu. Yang kita ketahui hanyalah dimensi mimpi dan dimensi dunia. Kalau mau dimensi akherat maka harus ada syaratnya. Apa? Mati dulu.. Hehehe

Artinya kepada sebuah kesimpulan yang mengagumkan. Jika kita mau berdoa atau meminta apapun kepada Sang Pencipta, maka pasti akan diberi. Sebanyak apapun diberi dan itu tidak mengurangi sedikitpun kekayaan_Nya. Makanya mintalah yang banyak, yang besar dan yang buesar. Karena Tuhan YME hanya mengatakan kepadanya "jadilah" maka jadilah ia. Mirip ketika anda mengatakan "emas" didekat orang yang tertidur dan sedang bermimpi ingin kaya, maka ia akan mendapatkan emas tersebut. Ucapan anda menjadi nyata, kepada orang yang bermimpi tersebut. Mantap ya?

Allah swt Maha Mendengar. Ketika anda berdoa meminta kekayaan dan kebahagiaan maka Dia mendengar doamu. Allah akan memberikan apapun permintaanmu melalui proses. Bisa jadi Dia membocorkan kepada malaikatnya yang sedang berada didimensinya sendiri bahwa ada fulan yang berdoa, maka sampaikanlah hajatnya.

"Begitu malaikat mengatakan, kamu akan kaya dan bahagia dengan ijin Allah, maka engkau akan kaya dan bahagia secara nyata. Malaikat hanya mengucapkannya saja. Tetapi karena malaikat mengatakannya di alam dengan dimensi lebih tinggi, ucapan itu berubah menjadi sebuah benda yang nyata di kehidupan dunia (bumi). Tentunya kekayaan dan kebahagiaan yang engkau minta akan didapatkan melalui sebuah proses. Bukan ujug-ujug atau mak bedunduk. :)

Apakah benar uraian saya? Tentu saja saya tidak tahu, tetapi paling tidak inilah pemahaman saya tentang DOA berdasarkan pengamatan dan pengalaman. Detail saya susun panduannya disini.

Kalau anda mengikuti sudut pandang saya, maka segala DOA dan ibadah lainnya akan sangat mudah dipahami kronologisnya. Wallahu A'lam

Dipersembahkan oleh Rahasia Kunci Sukses. Rahasia Sukses dengan DOA

Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment