Feb 7, 2014

Bolehkah Tasyabuh Atau Menyerupai Satu Kaum

Perbincangan tashabuh atau menyerupai suatu kaum sampai saat ini tetaplah menjadi sebuah polemik atau perdebatan. Satu boleh satu haram. Satu dengan syarat satu lagi tak bersyarat. Mana yang benar? Lagi-lagi saya tidak tahu.. hehehe

Menyerupai suatu kaum artinya ia menjadi kaum tersebut. Jika anda muslim yang ikut merayakan imlek, maka anda bisa menjadi golongannya. Jika anda ikut-ikutan tahun baru masehi, atau falentine, atau natalan, atau aktifitas penyerupaan lainnya maka banyak ulama yang mengkategorikan sebagai bagian dari kaum tersebut. Mereka mengambil banyak dalil sebagai hujjah.

Jangan menyerupai cara berpakaian, berperilaku, gaya hidup, alat dan perabot orang kafir karena bisa dikategorikan masuk dalam golongan mereka. Alamat rugi dunia akherat.

Bagaimana pandangan kami??
Tentu saja benar tasyabuh itu tidak boleh, khususnya yang berhubungan dengan syariat. Tidak boleh memperingati natal atau imlek. Tidak boleh berpakaian ala pendeta ketika beraktifitas dan lain sebagainya. Yang jelas tidak boleh adalah berkeyakinan seperti orang-orang kafir yang kita tiru..

Yang jadi pertanyaan adalah
Pakaian kita baik hem, kaos, jas, dasi, sepatu, jam dan lain sebagainya sebagian besar buatan kafir khusunya yahudi. Dirumah kita ada TV, bohlam, aqua atau isi ulang, komputer, tas, sabun mandi, dan semua barang yang ada dirumah kita hasil dari kejeniusan orang yahudi tuh. Kalau tidak yahudi ya china.. Hehehe.. Lalu bagaimana itu??

Didalam pekerjaan baik kantor kita, inventaris, transfer gaji dan lain sebagainya adalah hasil dari sistem perekonomian yahudi, atau china atau orang diluar muslim lainnya.

Dimasjid banyak yang niru-niru juga. Ada karpet, sound sistem, TOA, cat masjid, atap, dan sebagian besar bangunannya adalah hasil karya cipta yahudi, atau china atau non muslim lainnya.

Di sistem pendidikan sama juga, bahkan hampir di sebagian besar pola hidup kita selama 24 jam mau tidak mau, suka tidak suka, sadar tidak sadar kita tasyabuh.. Catat itu....

Kesimpulannya kita tidak ikut-ikutan tahun baruan ala masehi, namun disisi lain kita tasyabuh dalam hal lainnya dari pagi sampai pagi lagi.

Nah, lalu bagaimana? Apakah kita harus memakai bakiak, surban, jalan kaki, mennunggang kuda, memakan kurma, dan aktifitas jaman islam pertama tumbuh dahulu? Apakah kita dilarang memakai komputer, motor, hem, sepatu, membangun rumah, masjid dll? Tentu saja tidak. Setuju ya?

Lalu tasyabuh bagaimana yang dilarang? Ada pendapat?



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment