Feb 11, 2014

Bagaimana Menyikapi Kenikmatan Dunia

Kami banyak mengikuti diskusi tentang makna islam yang sesungguhnya. Masing-masing dengan pendapatnya sendiri yang diyakini mendekati kebenaran. Tidak ada masalah yang penting tetap menjaga persaudaraan karena perbedaan adalah rahmat.

Pada suatu ketika kami membahas tentang rezeki atau kenikmatan dunia. Saya bagi pendapatnya dalam 2 kategori besar sebagai berikut,

Pendapat pertama
Rezeki dan berbagai macam harta dunia adalah sesuatu yang melalaikan. Maka sebisa mungkin dihindari demi keselamatan hidup di akherat. Perbanyak ibadah ritual sebagai amal yang tidak pernah habis. Jangan sampai rezeki itu membuat kita lalai dari mengingat Allah swt sehingga peringatan dari_Nya datang. Peringatan itu bisa berupa musibah dan ujian lain yang berat.

Makanya jangan sampai melalaikan seruan Allah swt dalam setiap solat. Juga membaca AL Qur'an, zikir dan ibadah-ibadah lainnya.

Pendapat kedua
Kenikmatan dunia adalah fitrah dimana mau tidak mau manusia pasti memandangnya dengan indah. Jadi carilah kenikmatan dunia itu dengan niat dan tujuan yang benar yakni untuk kemanfaatan sesama dalam artian yang seluas-luasnya. Substansi ibadah ritual adalah untuk diaplikasikan dalam kehidupan muammalah seperti mencari rezeki. Maka carilah ia dengan kejujuran, ketulusan, kesabaran dll dimana semua itu dalam bingkai sandaran kepada_Nya

Karena dengan dunia ini pula manusia diuji siapa-siapa yang mau memaksimalkan potensi diri paling maksimal demi manfaat sesama. Memaksimalkan potensi karunia Tuhan adalah salah satu wujud sukur kepada_Nya.

Kalau saya pribadi yang menjadi motor bagi pendapat ke dua. Namun apapun pendapatnya mari kita hargai. Bagaimana dengan anda?

Lalu siapa yang benar? Yang benar hanya Allah swt



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment