Jan 21, 2014

Tips dan Solusi Permasalahan Rumah Tangga

Ada yang mengirim pesan kepada saya via SMS dan Email. Ada juga yang via Face Book. Inti pesan adalah sebuah pertanyaan atau curhatan tentang permasalahan rumah tangga mereka. Saya lupa apa pertanyaan secara persis, namun pointnya adalah sbb

"Istri saya selalu melawan perintah saya Pak"
"Pak Adhin, suami saya tidak bekerja dan selalu meminta jatah uang kepada saya, saya pusing pak?"
"Semenjak tidak bekerja suami saya malah ringan tangan"
"Suami saya marah-marah dan sering memukul saya Pak, apa salah saya?"
"Saya sakit hati sama Ibu saya Pak, bagaimana menghilangkannya?"
"Rasanya sudah tidak ada maaf buat istri saya yang selalu menuntut tanpa melihat kemampuan"
"Sejak karirnya naik, suami saya gelagatnya mencurigakan, dia selalu menyinggung mantan pacarnya pak, hancur hati ini"

Dan lain sebagainya..

Kita semua menginginkan kehidupan ini dijalani dengan aman-aman saja tanpa adanya kerikil-kerikil ujian kehidupan. Semua menginginkan kedamaian tanpa adanya kesedihan. Kita menginginkan keamanan dalam segala hal termasuk materi tanpa harus mengalami masalah apalagi hutang. Pertanyaanya apakah bisa begitu?? Ya jelas tidak bisa.

Maka janganlah "ngimpi" hidup ini berjalan semua sesuai keinginan kita, tidak mungkin itu. Pasti ada saatnya masalah mendera dan menguji kita sebatas mana kesabaran didalam menghadapinya.

KAMI akan menguji kamu dengan keburukkan dan kebaikan sebagai cobaan yang sebenar-benarnya. Dan hanya kepada KAMI-lah kamu dikembalikan.” (Al-Qur’an, surat Al –Anbiya (21), ayat 35).

Jadi, segala permaslahan rumah tangga adalah salah satu bentuk ujian hidup, dan bertujuan untuk membedakan mana-mana orang yang sabar dan mana-mana yang tidak sabar.

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk Surga, padahal belum nyata bagi ALLAH orang2 yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang yang sabar.” (Al-Qur’an, surat Ail – Imran (3), ayat 142).

Sekarang masalahnya adalah kita cenderung untuk melihat segala kesalahan itu ada dipihak suami, atau istri atau mertua atau siapapun juga. Mengapa kita tidak melihat sudut pandang yang lain bahwa barangkali sumber masalah justru ada pada diri kita sendiri?. Barangkali dikarenakan sikap kita yang buruk tanpa kita sadari kemudian memicu adanya masalah yang lain.

"Oo tentu saja tidak Pak, suami saya yang memang dasarnya keras kepala"
Mungkin saja anda benar, namun apakah sebaiknya kita perlu mencoba untuk melihat sudut pandang dari diri kita sendiri. Barangkali jika kita lembut dan patuh maka suami akan berubah.

Kadangkala kami juga ada sedikit perselisihan didalam rumah tangga, namun jika pada saat tertentu emosi saya sudah mulai naik maka sekuat mungkin saya redam. Dengan apa? Komunikasi..

Bicaralah berdua dengan menggunakan hati nurani. Menggunakan akal yang diberikan Tuhan. Jangan diskusi dengan emosi, dijamin tidak akan ada solusi yang ada malahan semakin lebarnya jurang perselisihan.

Kalau saya begini ketika ada sedikit perselisihan, "Mah, yuk kita bicara masalah ini dengan baik-baik, bukan dengan menggunakan perasaan dan emosi. Kita gunakan hati dan pikiran yang bersih"

Kalau anda seorang istri anda juga bisa mengajak suami anda untuk bicara secara baik-baik. Saya yakin jika penyampaian anda baik maka suami juga akan memberikan respon yang bahkan lebih baik lagi.

Ketika kami mendiskusikan sebuah masalah maka hasil akhirnya adalah solusi. Pasti itu.. Maka pahamilah ini dan camkanlah
  • Hampir semua istri yang selalu saja marah-marah dan selalu saja menganggap suami yang salah maka ketahuilah, dia hanya menginginkan kasih sayang dan perhatian. Itu saja... Mereka menggunakan perasaan didalam berbicara dan komunikasi. Maka ketika ada kerikil dalam rumah tangga, bagi suami yang ingin menyelesaikannya, maka beri perhatian kepada mereka dan bicaralah dengan menggunakan logika. Karena perasaan akan tunduk pada logika..
  • Hampir semua suami yang selalu marah-marah dan menyalahkan istri maka ketahuilah bahwa suami hanya menginginkan kepatuhan dari sang istri. Itu saja.. Hargailah usahanya hormatilah kerja keras mereka sang suami. Sederhana sekali namun bisa menjadi hal yang sangat rumit karena masing-masing mengedepankan ego. Maka bagi para istri patuhlah dan hargailah kerja keras suami.
  • Jika anda bermasalah dengan orang tua atau mertua maka ketahuilah bahwa mereka hanya menginginkan anak atau menantu yang baik ahlaknya dan mentakdzimi mereka. 

Maka ucapkanlah
Istri: Pah, Mama yang salah dan mama minta maaf, Mama ikut apa keputusan papa
Suami: Mah, papa yang salah dan minta maaf. Semua keputusan ini papa lakukan hanya dan hanya demi kamu dan anak-anak kita, tidak ada yang lain

Sobat...
Sekarang keputusan anda untuk menjadi seperti apa diri anda..
Saya yakin kita semua menginginkan menjadi pribadi yang lembut, baik dan bijaksana dimanapun berada, kapanpun dan dengan siapapun. Kita akan terus teguh memegang prinsip ini dan tidak terpengaruh oleh energi negatif orang lain.

Jika pasangan kita marah maka kita sendiri telah memegang prinsip bahwa kita adalah pribadi yang lembut dan lugas. Maka marahnya pasangan kita tidak mempengaruhi kharakter kita, dimana kita tidak ikut-ikutan marah. Sepakat?

Jika orang lain suka membicarakan keburukan orang lain, suka menuduh dan mencari kambing hitam, maka dimulai hari ini, kita sudah mempunyai prisnsip. "Saya orang yang baik dan akan selalu menjadi baik walaupun ditengah orang-orang yang tidak baik"

Katakanlah, Karena saya adalah permata terbaik ditengah-tengah danau permata. Atau saya adalah permata ditengah lautan batu dan lumpur. Sekali permata tetaplah permata tidak akan berubah menjadi batu apalagi kotoran.

Sekali baik tetaplah baik walaupun ditengah lautan keburukan..
Yuk kita buktikan dimulai hari ini..

Salam

Dipersembahkan oleh Magis7, 7 Langkah Magis menguasai rasa sejati.. Rasa yang berdaya untuk menjadi pribadi yang baik, tangguh dan unggul



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment