Jan 23, 2014

Salah Kaprah Definisi Tuhan dan Sifat-Sifat_Nya

Manusia terdiri dari Badan Fisik atau Raga dan Badan non fisik atau ruh. Orang bilang jasmani dan rohani. Ada juga hati nurani. Ada juga bagian yang bernama pikiran dan perasaan. Ada akal ada nafsu.. Paling tidak itu sedikit yang kita ketahui. Banyak sudah penelitian yang mencoba menggali bagaimana manusia tersusun.

Tetapi diluar itu semua tetap saja hanya sedikit yang benar-benar tergali, sementara banyak lainnya belum diketahui secara pasti. Apa itu ruh, apa itu jiwa, apa itu nurani, apa pikiran dan perasaan. Entahlah...

Blog ini kadangkala juga membahas masalah ini sepanjang yang saya ketahui berdasarkan pemahaman saya sendiri. Hanya mencoba menggali, siapa tahu ada sedikit kebenaran. Dan kebenaran itu subyektif tergantung siapa yang menelitinya..

Yang tahu itu semua secara lengkap dan detail tentu Dia yang menciptakannya. Manusia hanya sekedar menggali dan terus menggali. Kadang benar dan kebanyakan tidak sepenuhnya benar. Jika dalam blog ini ada yang keliru semoga Tuhan YME ampuni, dan bagi yang lebih tahu semoga berkenan untuk berbagi.

Termasuk masalah ketuhanan. Dia yang memiliki asmaul husna atau sifat kesempurnaan. Bukan sifat yang menjadi obyek tetapi dengan mempelajari asmaul husna diharapkan bisa memahami arti kesempurnaan Sang Pencipta. Kalau Tuhan mempunyai sifat maka dikawatirkan kita akan membayangkan bentuk tuhan itu sendiri. Siapa yang mempunyai sifat maka dia pasti ada bentuk fisiknya, padahal ini mustahil bagi Allah swt. Dia berbeda dengan mahluk dan tidak bisa dibayangkan sedetikpun oleh manusia.

Kadangkala kita juga mensifatkan Allah swt dengan sifat Pemurah. Dengan cara amalan, doa, dhuha, wirid dan lain sebagainya maka Tuhan YME akan memberikan karunia rezeki harta benda yang melimpah. Seakan-akan kita mengetahui skenario Tuhan, bahkan mengetahui kebiasaan dan tabiat Tuhan. Padahal Dia tidak pernah bersekutu. Dia mandiri tanpa bisa diminta apalagi disuruh-suruh.
  • Dia Pemurah dengan Kehendak_Nya sendiri tanpa perlu disuruh-suruh apalagi dipaksa
  • Dia Ada dengan Kehendak_Nya sendiri tanpa perlu reinkarnasi menjadi patung, atau turun ke bumi menjadi manusia atau apapun.
  • Dia Adil dengan Kehendak_Nya tanpa perlu menunggu manusia menyebut keadilan_Nya
  • Dia bebas memberi dan mengambil
  • Dia bebas mengampuni atau mengazab

Kita tidak bisa melakukan apa-apa kecuali pasrah pasrah dan pasrah akan Kehendak bebas_Nya.

Allah swt Maha Penyayang itu betul. Penyayang sebagai salah satu bentuk kesempurnaan_Nya. Seringkali kita menganggap manusia adalah mahluk yang luar biasa hebat. Kasih Sayang Tuhan luar biasa besar kepada manusia dan tidak kepada yang lainnya. Apalagi bagi yang beragama kristen, tuhannya rela turun ke bumi dan menebus dosa ditiang salib. Begitu besar kasih_Nya sehingga rela mati mengenaskan. Ternyata kita memang terlalu besar kepala dan berprasangka dengan prasangka yang naif. Sadar atau tidak kadangkala kita menuhankan diri sendiri dan menghambakan Sang Pencipta yang harus nurut manut terhadap segala prasangka kita. Tuhan harus begini begitu... Memerintah Tuhan..Padahal Dia Berkehendak sesuai dengan Kehendak_Nya tanpa campur tangan apapun dan siapapun termasuk si manusia.

Tuhan Maha Penyayang betul, Dia Mengasihi manusia juga betul. Melebihkan manusia dibanding ciptaan yang lain juga betul. Yang jadi masalah adalah kita merasa segala-galanya sementara yang lain hanya ciptaan yang sia-sia, seolah-olah begitu, sadar atau tidak sadar. Padahal manusia hanyalah setitik dari maha luasnya alam semesta. Dia Penyayang karena kesempurnaan_Nya. Dari atom atau yang lebih kecil dari itu. Dari galaksi atau yang lebih besar dari itu ada dalam genggaman Kasih_Nya.

Kesalahan besar apabila mewujudkan Tuhan dengan berhala-berhala yang lemah, termasuk patung Yesus. Menganggap Tuhan harus bisa dilihat oleh mata kepala sendiri. Muslim juga melakukannya dengan menempel gambar-gambar atau potongan ayat-ayat dan membayangkan Tuhan ada disana. Padahal tidak mungkin Dia terjangkau oleh indera setajam apapun. Coba lihat matahari maka dalam hitungan detik mata ini akan buta, namun masih memaksakan diri dengan keyakinannya bahwa Tuhan harus bisa dilihat atau dibayangkan bentuknya. Matahari adalah ciptaan yang kecil, diluar alam semesta ada ribuan/ jutaan/ milyaran bola pijar seperti matahari yang besarnya berkali-kali lipat dan cahayanya juga lebih tajam ribuan kali lipat. Dia nyata, karena tidak mungkin benda-benda yang nyata bisa menghijab_Nya. Dia lebih nyata dari bumi, matahari dan segala realitas fisik. Nyatanya Dia tidak mungkin bisa terjangkau oleh indra apapun.

Dia menunjukkan eksistensi_Nya agar bisa dirasakan kehadiran_Nya melalui perwujudan alam semesta. Dia menunjukkan hakikat penciptaan, hukum-hukum, perintah dan larangan melalui kitab-kitab_Nya. Itu adalah panduan mendekatkan diri kepada_Nya, namun sama sekali kita tidak akan pernah tahu substansi dari alam semesta ataupun kitab yang diturunkan_Nya melainkan sedikit saja.

Kami hanya ingin mencoba mendekatkan diri kepada_Nya. Memang segala tulisan jauh dari kata benar karena yang benar hanyalah Allah semata. Namun niat kami adalah mencoba menuju kebenaran walaupun itu seringkali salah. Bahkan salah kaprah..

Maka pada kesempatan ini segala tulisan yang keliru, yang salah, yang bodoh mohon dimaafkan. Semoga Allah mengampuni kami yang kadangkala mensifatkan ini dan itu tanpa pengetahuan. Nyata bahwa kita memang harus banyak-banyak istighfar atas kebodohan kita.. Nyata bahwa kita harus banyak-banyak minta ampunan atas dosa dan kekeliruan besar yang kadangkala tidak kita sadari, malah menganggap itu kebenaran mutlak. Ya Allah ampuni kebodohan kami... Ajarkan kami memahami arti kepasrahan total kepada_Mu. Amin



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment