Jan 30, 2014

Perbedaan Antara Doa dan Kalimat Doa

Apa perbedaan antara doa dan kalimat doa? Tentu saja berbeda. Artikel ini saya buat karena hampir semua pertanyaan dari pembaca mengenai apa sich amalan atau doa tertentu untuk masalah tertentu. Cntoh, "Pak amalan atau doa apa agar supaya saya bisa membayar hutang dalam waktu satu minggu". Ini hanya salah satu contoh dari ribuan pertanyaan yang saya terima.

Kalau anda bertanya amalan atau doa maka dengan cara browsing diinternet atau membeli buku di toko buku anda akan mendapatkan banyak sekali jawaban dari pertanyaan tersebut. Tetapi yang dibutuhkan bukanlah semata-mata amalan dan doa namun lebih kepada esensi dari kedua hal tersebut. Mengapa demikian? Karena kalimat yang kering hampa substansi, adalah kesia-siaan. Dia tidak akan memberikan efek atau faidah apapun kecuali hanya rasa lelah saja.

Kalimat doa adalah susunan kata yang terangkai sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah kalimat permintaan kepada Sang Pencipta. Nabi saw banyak mengajarkan bagaimana caranya meminta kepada Yang Maha Mengabulkan. Silahkan dicari disumber yang terpercaya.

Namun doa berbeda dengan kalimat doa. Doa lebih kepada substansi bukan sekedar rangkaian kata-kata. Doa itu adalah semacam ruh atau daya atau harapan atau energi atau apapun namanya. Ia adalah rasa butuh yang teramat sangat kepada sebuah hajat, sehingga tidak hanya kalimat saja yang terungkap dibibir namun lebih dari itu. Ia adalah apa-apa yang dirasakan dalam hati berbentuk harapan, kemudian melakukan usaha atau tindakan sebagai akibat dari rasa tersebut. Ucapan, kekhusukan rasa dan tindakan adalah satu kesatuan doa.
http://rahasiakuncisukses.com/?id=wahyu

Biar lebih mudah dipahami begini kronologis atau urgensi dari doa
  • Doa pada awalnya bisa berupa kalimat doa. Titik awal adalah susunan kalimat yang terangkai membentuk sebuah arti. Semakin baik anda menyusun kalimat doa maka semakin mudah ia berubah menjadi ruh doa. Makanya Nabi saw mengajarkan kalimat doa yang mudah dihapal namun mempunyai kandungan makna yang dalam.
  • Kemudian efek dari kalimat tersebut adalah masuknya esensi atau arti doa yang ditangkap pikiran atau otak. Selanjutnya kalimat yang berubah wujud menjadi sebuah pemahaman akan masuk merasuk dalam hati sanubari. Kalimat tersebut pada tahap tertinggi akan menjadi sebuah keyakinan. Keyakinan akan gambaran akhir dari doa anda. Gambaran akan terkabulnya doa. Semakin jelas gambaran itu maka akan semakin besar ruh doa yang menyala dalam hati dan menyebar keseluruh sistem syaraf didalam tubuh.
  • Ketika ruh/semangat/keyakinan itu sudah melambung tinggi dan menyebar ke seluruh sistem syaraf tubuh, maka hal ini mempengaruhi badan secara fisik untuk menuju jalan kepada terkabulnya doa. Seluruh badan yang terdiri dari tangan, kaki, pikiran/kecerdasan dan bagian tubuh lainnya akan beranjak bangkit untuk memenuhi janji Sang Pencipta yakni terkabulnya doa.
  • Pada perjalanan doa, yakni dari tahap kalimat doa sampai bangkitnya badan secara fisik tentu saja kita akan menemui sebuah jalan demi jalan yang harus dilalui. Kadangkala jalan itu berliku, terjal dan melelahkan. Disini sebagian besar manusia akan menyerah dan berhenti, dikarenakan pada hakikatnya ia tidak berdoa dengan serius. Doanya hanya 50%, maka perjalananpun hanya setengah. Maka keyakinan akan terkabulnya doa adalah sesuatu yang mutlak. Bagaimana melatih keyakinan yang bulat?. Saya ada panduannya disini atau disini.
  • Jika keyakinan anda 100% maka bisa dipastikan anda akan sampai kepada tujuan doa. Barangkali jalan doa yang dilalui penuh lika liku, rintangan, ujian dan lain sebagainya. Namun semua itu tidaklah mengurangi sedikitpun akan keyakinan bisa sampai kepada gambaran akhir berupa tujuan.
Artinya ada sebuah hikmah yang perlu dipetik disini. Sebuah rahasia doa yang harus anda lakukan dan terapkan. Ia adalah TUJUAN. Doa itu adalah gambaran tujuan yang hendak dicapai. Maka mulailah dengan menggambarkan tentang tujuan perjalanan anda. Mungkin anda mempunyai cita-cita atau tujuan untuk menjadi "Pebisnis Pengobatan Ala Nabi saw yang terkenal di seluruh Indonesia?" Inilah tujuan yang hendak anda capai.

Lalu siapa yang bisa menghantarkan anda kepada TUJUAN tersebut? Dia adalah Yang Maha Mengabulkan Doa. Maka ucapkanlah dalam doa anda, "Wahai Dzat Yang Maha Mengabulkan Doa, kabulkanlah permintaan kami ini, amin".

Jadi kalimat doa adalah awal dari semua mekanisme pengkabulan. Ia hanyalah awal saja selanjutnya adalah keyakinan dalam menggapai tujuan doa tersebut. Proses perjalanan dari awal sampai akhir itulah yang dinamakan DOA... Wallahu A'lam

Dipersembahkan oleh Rahasia Kunci Sukses, berisi kumpulan kalimat doa dan penerapannya
Didukung oleh Magis7, 7 Langkah Magis Meraih Keyakinan



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment