Jan 29, 2014

Hikmah dibalik Saat-Saat Datangnya Kematian

Disela kesibukan anda yang luar biasa padat, pernahkah anda sekali-kali merenung... Sekaliiiii saja.... Bagaimana keadaannya ya, ketika aku hampir mati, atau sakaratul maut?. Bagaimana ya, perasaan saya waktu itu?.

Beginilah kurang lebih saat-saat terakhir kita hidup didunia ini. Saat-saat dimana waktu tersebut pasti datang. WAKTU ITU PASTI DATANG....
  • Sakit yang teramat sangat, dimana rasa sakit itu belum pernah dirasakan sebelumnya. 
  • Rasa takut yang teramat sangat dimana perasaan itu belum pernah ada seumur hidup kita. Yang suci dan banyak amal saja pasti takut apalagi kita yang terlalu banyak dosa. Takut karena sebentar lagi akan diminta tanggung jawab
  • Rasa cemas yang luar biasa. Teringatlah dosa-dosa yang kita lakukan dan bahkan dosa yang sudah kita lupakan. Mendadak ingat segala kesalahan dan kelalaian.
  • Rasa khawatir yang dahsyat. Jangan-jangan amal saya dan kita semua tidak diterima Allah swt.
  • Rasa gentar yang hebat. Gentar karena sebentar lagi akan berhadapan dengan mahluk menyeramkan yakni malaikat maut. Kemudian malaikat pencatat amal. Malaikat penyiksa dan lainnya.

Sebuah momen yang pastinya kita tidak mau menemuinya, namun pasti adanya. Sebuah keadaan dimana kita pasti akan lari padanya namun tidaklah mungkin. Itulah saat-saat terakhir hidup kita. Saat dimana kita baru ingat, padahal selama ini selalu saja lalai.. Saat dimana kita menyesal padahal sebelumnya selalu saja bersenang-senang.

Sobat...Membicarakan kematian memang membuat bulu kuduk merinding. Menakutkan dan menggoncangkan jiwa. Saya dan anda pasti mendapatinya tidak mungkin tidak.

Kapan dia datang? Itu rahasia penuh dari Sang Pencipta langit dan bumi. Makanya sebelum ia datang bersiap-siaplah agar ketakutan dan kegoncangan itu bisa sedikit diredam dengan sebuah harapan. Harapan akan ampunan dan rahmat_Nya.

Kita memang sibuk dan menganggap kalau tidak sibuk tidak bisa makan. Namun kesibukan itu jangan sampai membuat kita lalai. Kita memang orang yang penting, namun semua itu jangan membuat kita lupa asal. Dari tanah kembali kepada tanah.

Yang selalu saja mengejar harta benda, jabatan dan kekuasaan semoga ingat. Yang selalu bergelimang dengan tindakan keji berupa zina semoga ingat. Yang sedang tertawa gembira dalam majelis hawa nafsu semoga ingat. Yang sedang bersenang-senang menikmati harta haram semoga ingat. Yang merasa bangga dengan kecantikannya, kegantengannya kemudian mendapatkan harta benda dari itu semua semoga ingat. Semoga setan dan hawa nafsu yang membuat hati lalai dari hari pembalasan segera enyah dari diri dan hidup kita. Semoga...

Kita tidak akan pernah tahu kapan ajal datang. Di tulisan yang kesekian ini saya sekeluarga memohon maaf kepada pembaca semuanya apabila ada tulisan-tulisan yang menyinggung, merugikan, tendensius, dsb. Atau tulisan yang UUD alias ujung-ujungnya duit. Atau ada tulisan-tulisan yang salah dan keliru, itu semua karena kebodohan saya. Ambil yang baik-baik dan buanglah yang tidak baik. Mari kita saling memaafkan agar beban kita berkurang dihari pengadilan nanti.

Kita ini memang mahluk yang lemah, semoga Allah kuatkan
Kita ini mahluk yang bodoh dan selalu saja berbuat dosa, semoga Allah ampunkan
Kita ini mahluk yang bodoh dan terbatas, semoga Allah berikan hikmah

Kita ini bukan apa-apa, kecuali Allah ta'ala berkenan memberikan hikmah, dan pertolongan_Nya. Kita ini mahluk yang mudah tergoda oleh setan dan hawa nafsu kita sendiri, makanya banyak-banyak memohon perlindungan_Nya. Hanya Rahmat_Nya saja yang mampu membuat kita hidup mulia dan bermakna

Kita saling mendoakan bagi kebaikan semuanya. Mendoakan bagi kebahagiaan dan kesuksesan semua. Amin



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment