Dec 16, 2013

Kharakter Muslim ala Al Qur'an

Alkisah saya sebagai ketua dari sebuah organisasi nirlaba pada malam itu kedatangan tamu. Ia adalah sie kerohanian yang datang dengan terburu-buru. Namanya Ali (Bukan sebenarnya) Begitu datang langsung mengatakan bahwa ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai sie kerohanian.

Ia mengatakan tidak cocok dengan jabatannya, apalagi selalu dikritik oleh anggota sehubungan dengan sebuah kegiatan keagamaan yang dilakukan. Ia dan forum berbeda pendapat mengenai pelaksanaan sebuah acara. Ia ingin dimasjid sementara forum ingin dilakukan ditempat lain.

Sepertinya Ali tidak tahan dengan kritik dan saran dari anggotanya. Saya berusaha menjelaskan dengan sebijak mungkin dan menahan maksud dan tujuannya untuk mengundurkan diri. Namun Ali nampaknya sedikit emosi dan memaksakan keputusan pribadinya. Ya sudah, itu haknya...

"Pak, saya tidak membeda-bedakan madhab, saya hanya ingin acara dilakukan dimasjid" Kata Ali
"Ya sudah, lupakan madhab, kita win-win solution saja, untuk acara besok kita laksanakan di masjid sementara bulan depan kita laksanakan diluar masjid, biar tidak bosan" Jawab saya

"Pokoknya saya mau mundur Pak, saya tidak cocok. Pedoman saya Al Qur'an dan hadist" Elaknya
"Makanya Pak Ali, Qur'an menyuruh kita melakukan kebaikan dan mengajak orang lain melakukan kebaikan. Jangan menyerah kalah begitu Pak, Allah tidak menyuruh hamba_Nya cepat menyerah begitu. Kharakter islami yang didasarkan kepada Al Qur'an dan Sunnah tidak seperti itu, tetapi ia yang mampu tegar terhadap berbagai masalah dan mampu memberikan solusi yang bijaksana. Ayolah Pak Ali, kita bisa membicarakan ini dengan lebih baik" Saya mencoba menjelaskan

"Tidak Pak, keputusan saya sudah bulat" Jawabnya
"Ya sudah, itu hak Bapak" Jawab saya

Pembaca, jika anda mengaku berkharakter muslim ala Al Qur'an, maka seyogyanya anda bisa lebih tegar terhadap kritik dan saran. Jangan dikarenakan sedikit saja ada masukan yang kurang berkenan kemudian menyerah kalah.

Jika kita merasa benar, maka luruskanlah apa-apa yang menurut kita salah, jangan malah lari dari masalah seperti seorang pengecut dan pecundang. Hadapi dengan bijaksana dan akhlak yang baik, seperti itulah kharakter muslim sejati.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment