Nov 24, 2013

Wajib Hukumnya Menumpuk Harta Benda Dunia

Baru saja melayat ditetangga kami Bp. Asep 66 tahun yang meninggal dunia akibat sakit komplikasi jantung, ginjal, paru-paru dan liver. Malam minggu dibawa ke RSUP Jakarta, minggu sorenya meninggal dunia. Innalillahi wainna ilaihi rojiuun. Semoga amal ibadahnya diterima Allah swt, kemudian ditempatkan dalam tempat terindah yakni surga. Amin

Memahami hal itu saya kemudian berpikir begini. Buat apa menumpuk-numpuk harta dunia toh pada akhirnya mati juga. Dan dunia yang dikumpulkan tidak akan dibawa serta. Buat apa mempunyai impian setinggi langit, buat apa menjadi pintar, buat apa mengejar jabatan dan kekuasaan. Semua khan lenyap, hilang...

Buat apa doa??? Buat apa meminta kekayaan dan kemakmuran dan lain-lain. Tiada guna karena akhirnya menjadi mayat..

Namun kemudian pemikiran itu berubah lebih bijaksana.. Bukan menumpuk harta namun mencari sebanyak-banyaknya untuk manfaat keluarga dan sesama. Bukan mengejar impian, jabatan dan kekuasaan tetapi menginginkannya demi kemaslahatan sesama. Niat diluruskan namun semangat ditingkatkan..kalau bukan kita siapa lagi?? Apakah kita sebagai ummat tidak malu melihat yang kaya dan berkuasa adalah yahudi, kristen, non muslim???

Sebagai buktinya mulai dari sekarang tunjukkan bahwa kita memang bisa bermanfaat untuk keluarga dan sesama. Apapun kondisinya, walaupun miskin dan susah tidak menyurutkan niat kita untuk sebuah tujuan mulia. Hal ini supaya ketika kita sukses dan kaya, atau ketika mempunyai jabatan dan kekuasaan tidak lupa diri. Nyata adanya, banyak yang lupa diri ketika sudah diatas. Bahkan banyak sekali... Ketika miskin berdoa dengan ribuan janji gombal, namun ketika sudah terkabul menjadi manusia yang lupa akan janjinya.

Menjadi keharusan bagi muslim untuk bisa bermanfaat dan memberikan kontribusi besar buat kemajuan bangsa dan agama. Salah satunya jadilah pribadi yang kuat dan tangguh. Jadilah orang yang kaya supaya bisa berderma buat orang miskin dan membangun fasilitas keagamaan. Jadilah penguasa yang adil didalam memutuskan sebuah perkara hukum. Jadilah rahmat untuk seluruh alam..

Merujuk pada judul artikel ini, maka wajib hukumnya menumpuk harta benda dunia. Maksud menumpuk adalah mengumpulkan kemudian membelanjakan bagi kepentingan umum, baik itu karib kerabat, fakir miskin, yatim, muallaf dsb. Jadi bukan menumpuk harta benda dan menghitung-hitungnya, kemudian menggenggam jarinya alias kikir. Bukan itu.... Itu salah dan dosa

Memang kita semua adalah calon jenazah... Maka pastikan nama kita baik dimata tetangga, anak dan cucu... Tentu saja dengan memaksimalkan potensi hebat kemanusiaan, sebagai salah satu wujud sukur kita kepada Allah swt, karena telah diciptakan menjadi manusia.. Manusia yang lebih sempurna dari mahluk lainnya dikolong langit dan bumi. Manusia unggul yang beriman (percaya kepada Allah dan Janji_Nya) dan bertaqwa (kemudian melaksanakan ilmu Allah swt dengan raga dan hati menjadi satu dalam perbuatan nyata)



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment