Oct 24, 2013

Masa Depan Sukses dibeli Dari Doa dan Usaha Masa Sekarang


Membeli Masa Depan

Siang tadi ngobrol dengan Joseph (Bukan nama sebenarnya), sahabat saya yang beragama Kristen. Ia menceritakan kepada saya, betapa akhir-akhir ini pikirannya kalut. Joseph berkeluarga anak dua laki-laki semua. Ia dan istrinya adalah pekerja alias karyawan di perusahaannya masing-masing.

Yang jadi masalah rusun tempat ia tinggal belum dibayarkan kewajibannya selama 8 bulan, ditambah cicilan mobil 3 juta perbulan belum ia lunasi selama 3 bulan. Sementara anaknya yang berumur 8 tahun dan 5 tahun harus tinggal di rusun tanpa ada yang mengawasinya.

Sebelumnya kedua anaknya dirawat sama mertuanya, namun apa daya sejak beberapa hari ini ia sakit jantung dan dirawat di sebuah rumah sakit umum didaerahnya. Mertuanya harus pasang ring yang menghabiskan dana sekitar 70 juta rupiah.

Berhubung mertuanya sedang sakit, maka mau tidak mau kedua anaknya harus tinggal di rusun tanpa ada yang melihat dan mengawasinya. Ia beberapa kali mencoba mempekerjakan pembantu atau baby sitter, namun dari 2 orang yang ia coba semuanya tidak betah dan hanya bertahan paling lama 1 bulan. Joseph galau sekali, ia terjebak pada kondisi simalakama dan itu tidak bisa dihindari. Joseph stress terhadap kondisi ekonomi saat ini ditambah beban mertua yang harus membayar 70 juta untuk pasang ring.
http://outletmesinku.blogspot.com/

"Seandainya saya punya usaha sendiri, anak saya bisa saya bawa ke tempat kerja"

"Seandainya kondisi ekonomi saya baik seperti dahulu, tentu saat ini saya tidak stress" Kata Joseph

Pembaca yang budiman...
Pada kesempatan kali ini saya tidak akan membahas lebih jauh tentang masalah Joseph, tetapi tentang bagaimana seharusnya persiapan kita menyambut masa depan. Bagaimana setting segala sesuatunya demi masa depan yang sesuai gambaran dan keinginan kita.

Sejenak marilah kita flash back 3 tahun ke belakang. Apa yang terjadi apabila saat itu Joseph mempersiapkan segala sesuatunya demi menghadapi kondisi saat ini. Tentu jawabannya akan berbeda.

Apa-apa yang terjadi sekarang merupakan impian masa lalu. Jadi apabila anda tidak menginginkan kondisi seperti Joseph, mau tidak mau, suka tidak suka anda harus berubah. Anda wajib mempersiapkan segala sesuatunya demi masa depan yang lebih baik. Sekarang... bukan nanti...

Coba bayangkan 3 tahun ke depan anda ingin seperti apa? Apakah anda menginginkan mempunyai usaha sendiri yang memberikan keuntungan besar? Apakah anda ingin menjadi seorang pebisnis online, guru, motivator, montir, leader, manager atau apapun juga. Satu-satunya jalan adalah persiapkan dari sekarang.

Persiapkan segala sesuatunya, baik waktu, pikiran biaya dan lain sebagainya. Itulah harga dari masa depan yang lebih baik. Jika anda memang serius mengusahakan masa depan yang membahagiakan maka anda harus mau untuk berkorban sekarang...

Jikalau sekarang anda masih tetap bersikeras mempertahankan budaya nyaman, maka siap-siaplah untuk masa depan yang menyedihkan... Kecuali anda mau bangkit dan berubah untuk membeli masa depan yang lebih cerah..



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment