Oct 13, 2013

Jadilah Pemberani, Jangan Jadi Pengecut

Lagi-lagi Zul (hehehe siapa sih Zul?, seberapa pentingkah dia?, saya harap anda tahu siapa Zul itu). Zul adalah tokoh masyarakat dilingkungannya. Usia masih muda, menginjak 34 tahun pada September 2013. Selain tokoh dimasyarakat ia juga ketua beberapa organisasi sosial kemasyarakatan. Dilingkungan kerjanya ia seorang Manager. Zul adalah leader muda yang bercita-cita besar menjadi pemimpin besar suatu saat kelak.

Sebagai seorang leader ia memang dipaksa untuk membuat keputusan-keputusan yang kadangkala sulit. Namun sesulit apapun harus ada keputusan yang terbaik diantara terburuk, walaupun keputusan terbaik itu masih dianggap buruk oleh beberapa orang.

Sudah bukan rahasia lagi, didalam sebuah organisasi pasti selalu ada pro dan kontra. Bagi Zul asalkan pro kontra itu disampaikan dengan baik didalam forum, atau langsung bicara sendiri dengannya itu masih bisa di tolerir. Namun waktu itu ada sebuah keputusan yang memang agak berat ia memutuskannya, sehingga ada sedikit perlawanan dari anggota. Setelah diskas semua bisa diselesaikan, sampai kepada suatu saat ada SMS yang masuk dalam HP nya. Kurang lebih begini

"Hai....... (digambarkan sebagai Binatang yang najis). Nggak ngerti apa, keadaan lagi susah kasih keputusan asal njeplak.... dst"

SMS asing dari nomor asing yang sudah di offkan. Pecundang bin pengecut yang tidak berani ngomong langsung. Kontan saja banyak anggota organisasi yang marah besar terhadap isi SMS tersebut. Bagi kami inilah keputusan terbaik, dan bagi anggota yang tidak berkenan harap mau untuk diskusi. Nyatanya ada yang pakai cara yang buruk..

"Kita semua barangkali bisa prediksi siapa si pengecut itu. Tapi sudahlah pro kontra sudah biasa. Program tetap jalan terus" Kata Zul kepada anggotanya.

Bagi pembaca.. Kalau ada masalah apapun baik dengan tetangga, rekan kerja atau siapapun juga maka diskusikanlah dengan niat baik. Pasti akan ada solusi. Janganlah menggunakan cara-cara yang tidak elegan, karena percayalah engkau malah merasa resah dan takut ke depannya.

Jika tidak merasa bersalah mengapa harus takut? Jadilah pemberani jangan jadi pengecut. Untuk pribadi yang tangguh maka jadilah pemberani. Jika anda pengecut, percayalah anda hanya menjadi beban bagi pikiran dan hidup anda sendiri.



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment