Oct 30, 2013

Dari Kristen Memeluk Islam dan Konsekwensinya, Masukan untuk Muallaf

Ass wrwb. Pak Adhin, saya seorang mualaf (Baru 6 bulan), setelah lama merenung ingin masuk Islam. Alhamdulillah sudah terwujud. Saya suku chinese dan istri masih Kristen. Saya sedang dirundung masalah keuangan, mohon doa dari Bapak. Amalan yang setiap hari saya lakukan adalah shalat fardhu, dhuha, tahajud dan puasa sebulan 2 kali. Mohon bimbingannya. Terimakasih. 0821160889xxx

Jawab: Alhamdulillah anda mendapatkan hidayah dari Allah swt... Semoga tetap istiqomah dijalan_Nya, dan semoga masalah keuangan anda segera menemukan jalan keluar. Amin

Jawaban ini sekaligus jawaban untuk muallaf lainnya yang kurang lebih sama substansi pertanyaannya.

Tidak ada paksaan masuk islam karena telah jelas jalan yang lurus dan yang tersesat, barang siapa ingkar kepada berhala yang di tuhankan, dan kemudian ber Iman kepada Allah, Tuhan Yang Esa maka dia telah berpegang kepada tali yang kokoh yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Seperti banyak kisah muallaf lainnya, sebagian besar mereka mendapatkan ujian yang berat setelah menjadi muallaf. Di benci keluarga, dikucilkan lingkungan, masalah keuangan dan lain sebagainya. Inilah harga dari keyakinan yang Haq yang musti ditanggung. Harta benda tidak akan ada harganya dibandingkan dengan "Iman Murni" kepada Allah, Tuhan Yang tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dia Esa dan tidak ada satupun yang menyerupai_Nya.

Banyak Pendeta, Romo, Dokter, dan Ilmuan kristen lainnya yang kemudian menjadi muallaf setelah mempelajari kemudian merenungi ajarannya. Kemudian setelah berganti pakaian dengan "iman" pada prosesnya mereka harus rela melepaskan segala hal baik jabatan, gaji, nama besar dan lain sebagainya. Ini adalah sebuah pesan bahwa segala hiruk pikuk kemegahan dunia ternyata bukanlah tujuan utama, tetapi hati yang menyerahkan dirinya kepada Tuhan, itulah tujuan penciptaan.

Semua manusia sama saja, kaya miskin, pintar, bodoh, semua sama dimata Tuhan. Yang membedakan adalah kualitas keimanan dan ketaqwaannya saja. Jadi tidak seyogyanya kita menilai kebenaran suatu agama dari tingkat perekonomian ummatnya.

Kisah dari Pendeta Muhammad Yahya Waloni dibawah ini barangkali bisa menjadi inspirasi buat anda.

Sumber:  http://www.youtube.com/watch?v=-GXWlPkgrvg

Jadi kami mengucapkan selamat datang dalam cahaya Islam. Jadilah pembela agama Tauhid Murni sekarang dan seterusnya dengan bidang aktifitas dan pekerjaan anda sekarang ini.

Jika anda berharap harta dunia demi kepentingan keluarga dan agama, saya doakan semoga terealisasi. Amalan yang saudara rutinkan sudah benar, tinggal bagaimana membawa hati ketika melakukan ibadah tersebut. Sabar pada prosesnya karena yakin bahwa Allah akan mengabulkan setiap doa hamba_Nya. Proses yang barangkali menyulitkan tetapi itulah harga yang harus dibayar bagi kesuksesan yang mendamaikan hati.

Saya yakin sekali pada saatnya anda akan menemukan solusi dari Allah swt, sepanjang terus berbaik sangka kepada_Nya..

Demikian salam buat keluarga dan istri anda, semoga mereka juga mendapatkan hidayah dan menemukan jalan kebenaran yang sesungguhnya. Amin



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment